Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kontroversi John Herdman dan Drone Intai Lawan: Skandal Lama yang Kembali Disorot Jelang Timnas Indonesia

Izahra Nurrafidah • Selasa, 17 Maret 2026 | 18:35 WIB
Kontroversi John Herdman dan Drone Intai Lawan: Skandal Lama yang Kembali Disorot Jelang Timnas Indonesia
Kontroversi John Herdman dan Drone Intai Lawan: Skandal Lama yang Kembali Disorot Jelang Timnas Indonesia

BLITAR - Nama John Herdman kembali mencuat setelah dikabarkan menjadi kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia. Namun, di balik reputasinya sebagai pelatih berpengalaman, publik kembali diingatkan pada kontroversi penggunaan drone yang sempat menyeretnya dalam skandal di Olimpiade Paris 2024.

Kasus tersebut menjadi sorotan karena menyangkut etika fair play dalam sepak bola modern. John Herdman disebut menggunakan drone untuk memantau sesi latihan lawan saat masih menangani timnas Kanada. Praktik ini jelas dilarang dalam regulasi sepak bola internasional karena dianggap sebagai bentuk “mata-mata taktik”.

Isu ini pun kembali ramai dibahas seiring peluangnya menangani Timnas Indonesia. Banyak pihak mempertanyakan apakah rekam jejak tersebut akan memengaruhi kepercayaan publik dan federasi, mengingat integritas menjadi aspek penting dalam kepelatihan sepak bola profesional.Skandal Drone di Olimpiade Paris 2024

Penggunaan drone oleh John Herdman bukan sekadar isu kecil. Dalam konteks Olimpiade Paris 2024, tindakan tersebut dinilai melanggar aturan karena memantau strategi lawan secara diam-diam. Hal ini memicu kritik luas, terutama terkait nilai sportivitas.

Drone memang memberikan keunggulan visual yang signifikan. Dengan sudut pandang “bird view” atau tampilan dari atas, pelatih bisa melihat struktur permainan secara utuh—mulai dari jarak antar lini, pola build-up, hingga skema pressing. Namun, ketika digunakan untuk memata-matai lawan tanpa izin, teknologi ini berubah menjadi alat yang melanggar etika.

Kasus ini membuat nama John Herdman sempat dicap negatif di kalangan sepak bola internasional. Bahkan, sebagian menyebutnya sebagai pelatih yang tidak menjunjung tinggi fair play.

Baca Juga: Megawati Hancurkan Hillst dengan Servis Mematikan, Red SP Menang Telak 32-25

Peran Drone dalam Sepak Bola Modern

Terlepas dari kontroversi tersebut, penggunaan drone dalam sepak bola sebenarnya bukan hal baru. Banyak pelatih top dunia seperti José Mourinho dan Luis Enrique telah memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas analisis tim.

Drone membantu memberikan perspektif taktik yang tidak bisa didapatkan dari kamera biasa. Pelatih dapat mengevaluasi posisi pemain, transisi permainan, hingga efektivitas strategi secara lebih objektif.

Di Indonesia sendiri, penggunaan drone juga mulai diterapkan. Klub seperti Persija Jakarta dan Bhayangkara FC diketahui telah memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung analisis pertandingan dan latihan.Batasan Etika dan Regulasi

Meski bermanfaat, penggunaan drone tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Dalam kompetisi resmi, pengawasan terhadap tim lawan menggunakan alat seperti drone tanpa izin jelas dilarang.

Perbedaan mendasar terletak pada tujuan penggunaan. Jika drone digunakan untuk evaluasi internal tim sendiri, maka hal tersebut sah dan bahkan dianjurkan. Namun, jika digunakan untuk mengintip strategi lawan, maka masuk kategori pelanggaran.

Hal ini yang menjadi titik krusial dalam kasus John Herdman. Teknologi yang seharusnya membantu justru menjadi bumerang karena digunakan di luar batas etika.

Baca Juga: Megatron Megawati Hangestri Pertiwi Guncang Dunia Voli: Kisah Spike Epik yang Buktikan Mental Juara

Adaptasi Teknologi Jadi Kunci Pelatih Modern

Sepak bola terus berkembang, dan teknologi menjadi bagian tak terpisahkan. Selain drone, pelatih kini juga menggunakan video analisis, layar taktik, hingga data statistik real-time untuk meningkatkan performa tim.

Pelatih seperti Xabi Alonso bahkan secara terbuka mengakui penggunaan drone untuk mendapatkan perspektif berbeda dalam membaca permainan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi adalah kebutuhan, bukan lagi pilihan.

Namun, adaptasi teknologi harus diimbangi dengan integritas. Pelatih dituntut tidak hanya cerdas secara taktik, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas.Tantangan bagi PSSI

Jika benar John Herdman ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia, maka PSSI perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk rekam jejak kontroversinya.

Di satu sisi, pengalaman dan pemahamannya terhadap sepak bola modern bisa menjadi nilai tambah. Namun di sisi lain, isu etika yang pernah terjadi bisa menjadi perhatian serius.

Publik pun kini menunggu keputusan resmi PSSI. Apakah mereka akan mengabaikan kontroversi masa lalu demi potensi prestasi, atau justru menjadikannya bahan evaluasi dalam menentukan pelatih baru Timnas Indonesia.

Editor : Izahra Nurrafidah
#drone sepak bola #skandal Olimpiade 2024 #teknologi sepak bola #timnas indoensia #John Herman