BLITAR- Persib Bandung tengah menjadi sorotan usai keputusan pelatih Boyan Hodak memberikan libur selama satu pekan kepada para pemainnya. Keputusan ini diambil di tengah padatnya jadwal kompetisi dan memanasnya dinamika sepak bola nasional, termasuk polemik antar suporter.
Libur tersebut diberikan setelah Persib menjalani laga tunda pekan ke-21 Super League 2025-2026. Selain karena memasuki masa jeda kompetisi, momen ini juga bertepatan dengan periode Idul Fitri dan FIFA Match Day. Situasi ini membuat sejumlah pemain harus bergabung dengan tim nasional, sehingga waktu istirahat dinilai menjadi langkah tepat.
Boyan Hodak menegaskan bahwa kebijakan ini bukan tanpa alasan. Ia melihat kondisi fisik dan mental para pemain sudah berada di titik lelah setelah menjalani musim yang sangat padat.
“Pemain saat ini merasa sangat kelelahan. Jadi mereka perlu waktu untuk libur, mengembalikan kondisi mental dan fisik, serta sebentar melupakan sepak bola,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Pemulihan Fisik Jadi Prioritas
Persib Bandung musim ini memang menghadapi jadwal berat. Selain tampil di kompetisi domestik, mereka juga berlaga di AFC Champions League 2 2025-2026. Kondisi ini membuat intensitas pertandingan meningkat drastis.
Dengan libur ini, skuad Maung Bandung dijadwalkan kembali berkumpul pada 25 Maret untuk memulai persiapan menghadapi laga selanjutnya. Mereka akan melawan Semen Padang FC pada 5 April mendatang.
Hodak optimistis, keputusan ini akan berdampak positif. Ia berharap para pemain kembali dengan kondisi lebih segar untuk menghadapi fase krusial musim.Persija Tersendat, Suporter Memanas
Di sisi lain, dinamika berbeda justru terjadi pada rival Persib, Persija Jakarta. Hasil imbang melawan Dewa United memicu kekecewaan besar dari Jakmania.
Persija yang saat ini berada di peringkat ketiga mulai kesulitan mengejar Persib Bandung yang tampil konsisten di puncak klasemen. Situasi ini membuat tekanan terhadap pelatih Mauricio Souza semakin besar.
Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya performa tim, melainkan pernyataan kontroversial dari salah satu tokoh Jakmania, Ilan Alkatiri. Ia melontarkan komentar yang dianggap menyindir dan merendahkan Bobotoh, suporter Persib.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari publik, khususnya Bobotoh. Banyak yang menilai komentar tersebut tidak relevan dan justru memperkeruh suasana rivalitas.AFC Sebut Persib Klub Terbesar Asia Tenggara
Di tengah polemik tersebut, kabar membanggakan datang dari level internasional. Asian Football Confederation (AFC) merilis mini dokumenter tentang Persib Bandung.
Dalam video tersebut, Persib disebut sebagai salah satu klub terbesar di Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan jumlah basis suporter yang mencapai jutaan orang.
Boyan Hodak dalam wawancaranya menyebut bahwa kebesaran Persib tidak hanya dari prestasi, tetapi juga dari loyalitas Bobotoh.
“Persib memiliki 15 juta pengikut. Ini klub terbesar di Asia Tenggara. Pemain harus memberikan 100 persen di setiap pertandingan,” tegasnya.
Kapten tim Marc Klok juga mengungkapkan kebanggaannya. Ia menilai bermain untuk Persib adalah kehormatan besar karena membawa harapan jutaan suporter.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Adu Koleksi Trofi, Messi Unggul Ballon d’Or, Ronaldo Lebih Variatif!
Target Hattrick Juara
Memasuki usia ke-93, Persib Bandung tidak ingin sekadar eksis. Manajemen klub melalui Umuh Muchtar menargetkan hattrick juara sebagai ambisi besar musim ini.
Menurut Umuh, konsistensi tim dan dukungan Bobotoh menjadi faktor utama dalam menjaga dominasi Persib di sepak bola Indonesia.
“Harapan saya Persib tetap berdiri tegak dan menjadi juara. Hattrick juara itu target utama,” ujarnya.Pemain Tetap Latihan Mandiri
Meski libur, para pemain tidak sepenuhnya bersantai. Gelandang Dedi Kusnandar menegaskan bahwa tim tetap menjalankan program latihan mandiri.
Instruksi ini diberikan agar kondisi fisik tetap terjaga menjelang sembilan laga terakhir yang disebut sebagai “final” oleh pelatih.
“Kita tetap latihan seperti PR di rumah. Pelatih tidak mau kita mulai dari nol lagi,” kata Dedi.
Dengan kondisi saat ini, Persib Bandung berada di jalur yang tepat untuk meraih gelar juara. Namun, tantangan masih besar dan konsistensi menjadi kunci utama.
Editor : Izahra Nurrafidah