Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dejan Tumbas Bersinar, Persebaya Surabaya Krisis! Dari Kekalahan Telak hingga Ancaman Kehilangan Ernando Ari

Izahra Nurrafidah • Rabu, 18 Maret 2026 | 14:35 WIB
Dejan Tumbas Bersinar, Persebaya Surabaya Krisis! Dari Kekalahan Telak hingga Ancaman Kehilangan Ernando Ari
Dejan Tumbas Bersinar, Persebaya Surabaya Krisis! Dari Kekalahan Telak hingga Ancaman Kehilangan Ernando Ari

BLITAR - Nama Dejan Tumbas mendadak jadi sorotan usai tampil impresif bersama Persis Solo. Eks gelandang Persebaya Surabaya itu langsung menunjukkan kualitasnya lewat gol penting ke gawang Bali United pada pekan ke-25 BRI Super League 2025-2026. Di sisi lain, Persebaya Surabaya justru tengah diterpa krisis performa, terutama di lini belakang.

Dejan Tumbas membuka keunggulan Persis Solo pada menit ke-31 melalui tendangan keras yang tak mampu diantisipasi kiper lawan. Gol tersebut menjadi awal kemenangan telak 3-0 atas Bali United di Stadion Manahan, Solo. Hasil ini tidak hanya mengangkat posisi Persis keluar dari zona degradasi, tetapi juga menegaskan peran vital Dejan sebagai motor baru tim.

Sementara Dejan Tumbas bersinar, Persebaya Surabaya justru mengalami periode sulit. Kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda menjadi tamparan keras bagi tim berjuluk Bajol Ijo tersebut. Lini pertahanan menjadi sorotan utama setelah tampil sangat rapuh sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Siapa Lebih Unggul dari Trofi, Statistik, hingga Penghargaan Individu?

Lini Belakang Rapuh Jadi PR Besar

Kekalahan di Stadion Segiri memperlihatkan lemahnya koordinasi antar pemain belakang Persebaya. Lima gol yang bersarang ke gawang Ernando Ari menjadi bukti nyata bahwa sektor pertahanan membutuhkan evaluasi besar-besaran.

Salah satu momen krusial terjadi saat bek tengah terpeleset yang berujung pada gol keempat Borneo FC. Insiden tersebut membuat tim kehilangan momentum dan semakin sulit bangkit.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa kekalahan tersebut bukan kesalahan individu semata. Ia memilih melindungi pemainnya dari kritik berlebihan.

“Gol keempat memang karena kesalahan individu, tapi kami kalah sebagai tim,” ujar Tavares. Ia menilai menyalahkan satu pemain hanya akan merusak mental tim yang saat ini sedang tertekan.

Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Adu Koleksi Trofi, Messi Unggul Ballon d’Or, Ronaldo Lebih Variatif!

Evaluasi Total Jelang Laga Krusial

Persebaya memiliki waktu sekitar tiga minggu untuk berbenah sebelum menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo. Fokus utama tim pelatih adalah memperbaiki koordinasi lini belakang dan meningkatkan komunikasi antar pemain.

Selain itu, strategi bertahan juga akan disesuaikan, terutama saat tim tetap mengusung gaya bermain menyerang. Tavares menekankan pentingnya menjaga mentalitas pemain agar tetap percaya diri meski dalam tekanan.

Laga kontra Persita nanti akan menjadi ujian penting apakah Persebaya mampu bangkit dari keterpurukan.

Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Power vs Magic, Siapa Lebih Efektif di Era Modern Sepak Bola?

Sejumlah Pemain Terancam Tersingkir

Di tengah performa yang belum stabil, manajemen Persebaya mulai melakukan evaluasi terhadap komposisi skuad. Sejumlah pemain yang minim menit bermain berpotensi masuk daftar jual atau dilepas pada bursa transfer mendatang.

Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Octavianus Fernando. Pemain sayap tersebut tercatat hanya mendapat kesempatan bermain yang sangat terbatas sepanjang musim ini.

Tidak hanya pemain senior, beberapa pemain muda juga mengalami nasib serupa. Minimnya jam bermain membuat perkembangan mereka menjadi perhatian para pengamat sepak bola nasional.

Persaingan ketat di dalam tim serta kebutuhan strategi khusus dari pelatih menjadi faktor utama terbatasnya kesempatan bagi sejumlah pemain tersebut.Ernando Ari Jadi Aset Vital yang Terancam Lepas

Di tengah krisis tim, kiper utama Ernando Ari justru tampil konsisten. Ia masuk dalam lima besar penjaga gawang dengan jumlah penyelamatan terbanyak di Liga 1 musim ini, dengan catatan 82 penyelamatan dari 23 pertandingan.

Performa impresif tersebut membuat Ernando kembali dipercaya memperkuat Timnas Indonesia. Ia juga menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Persebaya musim ini.

Namun, situasi kontraknya menjadi perhatian serius. Kontrak Ernando Ari akan berakhir pada 31 Mei 2026. Jika tidak segera diperpanjang, Persebaya berisiko kehilangan salah satu aset terbaiknya secara gratis.

Selain Ernando, kiper kedua Andika Ramadani juga akan habis kontrak pada Juni 2026. Kondisi ini membuat sektor penjaga gawang Persebaya berada dalam situasi rawan.

Dukungan dari Bonek terus mengalir untuk Ernando Ari, yang dianggap sebagai simbol ketangguhan tim. Namun, masa depan sang kiper masih menjadi tanda tanya besar.

Dengan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari performa tim hingga kontrak pemain, Persebaya Surabaya kini berada di persimpangan penting. Sementara itu, Dejan Tumbas justru membuktikan bahwa keputusannya hengkang menjadi langkah tepat dalam kariernya.

Editor : Izahra Nurrafidah
#Liga 1 2025-2026 #dejan tumbas #ernando ari #persebaya surabaya #persis solo