BLITAR - Persebaya Surabaya tengah menjadi sorotan setelah kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC yang memicu gejolak serius di internal tim. Hasil buruk tersebut tak hanya memperburuk posisi di klasemen, tetapi juga membuka peluang terjadinya evaluasi besar-besaran dalam skuad Bajul Ijo.
Kondisi Persebaya Surabaya semakin panas setelah pelatih kepala Bernardo Tavares angkat bicara. Ia secara terbuka mengungkapkan adanya ketidakcocokan antara sejumlah pemain lama dengan sistem permainan yang sedang ia terapkan. Pernyataan ini sontak memicu spekulasi terkait masa depan beberapa pilar utama tim.
Persebaya Surabaya kini berada di persimpangan penting. Evaluasi menyeluruh disebut menjadi langkah wajib demi menyongsong target besar musim mendatang. Manajemen klub pun dikabarkan sudah menyiapkan rencana besar untuk membangun ulang kekuatan tim.
Tavares Soroti Performa Lini Tengah dan Pertahanan
Bernardo Tavares menilai permainan timnya belum sesuai ekspektasi. Ia menyoroti aliran bola di lini tengah yang kerap tersendat, sehingga menghambat skema permainan cepat yang menjadi ciri khasnya.
Selain itu, lini pertahanan juga tak luput dari kritik. Dalam laga kontra Borneo FC, barisan belakang Persebaya terlihat rapuh dan mudah ditembus. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat stabilitas pertahanan merupakan fondasi utama dalam strategi modern sepak bola.
Menurut Tavares, gaya bermain cepat dan efektif membutuhkan pemain dengan karakter khusus. Oleh karena itu, ia mulai mempertimbangkan perubahan komposisi tim secara signifikan.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Adu Koleksi Trofi, Messi Unggul Ballon d’Or, Ronaldo Lebih Variatif!
Sejumlah Pemain Inti Terancam Tergusur
Evaluasi besar di tubuh Persebaya Surabaya berpotensi berdampak pada beberapa nama besar. Salah satu yang paling mengejutkan adalah masuknya winger andalan Bruno Moreira dalam daftar evaluasi.
Selama ini, Bruno dikenal sebagai ikon tim dengan kontribusi gol yang konsisten. Bahkan, performanya hampir menyamai legenda klub, David Da Silva. Namun, gaya bermainnya yang cenderung lama dalam menggiring bola dinilai kurang cocok dengan skema serangan balik cepat ala Tavares.
Tak hanya Bruno, posisi bek kanan Koko Ari Araya juga disebut-sebut berada di ujung tanduk. Performa yang dianggap belum stabil membuatnya masuk radar evaluasi tim pelatih.
Spekulasi paling mengejutkan datang dari sektor penjaga gawang. Ernando Ari, kiper utama sekaligus langganan tim nasional Indonesia, dikabarkan belum tentu aman. Kontraknya yang akan habis musim ini menjadi faktor utama ketidakpastian masa depannya di klub.
Selain itu, gelandang kreatif Fransisco Rivera juga tidak luput dari penilaian. Padahal, selama ini ia dikenal sebagai motor serangan dan pengatur ritme permainan di lini tengah.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Power vs Magic, Siapa Lebih Efektif di Era Modern Sepak Bola?
Target Juara Jadi Alasan Perombakan
Di balik rencana evaluasi besar ini, manajemen Persebaya Surabaya disebut memiliki ambisi tinggi. Presiden klub dikabarkan telah menetapkan target juara untuk musim 2026/2027.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Persebaya diprediksi akan aktif di bursa transfer. Sejumlah pemain baru dengan kualitas grade A direncanakan akan didatangkan guna meningkatkan daya saing tim.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa tidak ada pemain yang benar-benar aman. Siapa pun yang dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan taktik tim berpotensi dilepas.
Kekalahan Jadi Titik Balik
Kekalahan telak dari Borneo FC kini menjadi titik balik bagi Persebaya Surabaya. Hasil tersebut membuka mata semua pihak bahwa perubahan signifikan perlu segera dilakukan.
Bagi para suporter Bonek Mania, situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran sekaligus harapan. Di satu sisi, mereka harus menerima kemungkinan perpisahan dengan pemain-pemain favorit. Namun di sisi lain, ada optimisme bahwa perombakan ini bisa membawa Persebaya kembali ke jalur juara.
Kini, semua mata tertuju pada langkah manajemen dan keputusan pelatih dalam waktu dekat. Apakah evaluasi ini benar-benar akan mengubah wajah Persebaya Surabaya secara drastis, atau justru menjadi awal kebangkitan Bajul Ijo?
Yang jelas, satu kekalahan telah memicu perubahan besar yang bisa menentukan masa depan klub dalam beberapa musim ke depan.
Editor : Izahra Nurrafidah