BLITAR - Arema FC kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar mengejutkan terkait pelatihnya, Marcos Santos. Isu yang beredar menyebutkan adanya ketertarikan serius dari klub Brazil, salah satunya Guarani FC, terhadap pelatih asal Brazil tersebut. Kabar ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial, terutama akun-akun sepak bola Indonesia yang membahas transfer dan rumor pelatih.
Menurut unggahan beberapa akun Instagram, Guarani FC bahkan siap menebus klausul pemutusan kontrak Marcos Santos. Namun, manajemen Arema FC menegaskan tidak bersedia melepas pelatihnya tersebut. Keputusan ini menjadi sinyal bahwa manajemen masih percaya penuh terhadap kemampuan Marcos Santos dalam memimpin tim Singo Edan hingga akhir musim.
Kepercayaan Manajemen Terhadap Marcos Santos
Sejak kedatangannya pada awal musim, Marcos Santos telah membawa Arema FC menunjukkan performa yang cukup stabil. Dari 24 pertandingan yang dijalani, tim berhasil mencatat delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan sepuluh kekalahan. Saat ini, Arema FC menempati posisi ke-11 klasemen sementara dengan total 31 poin. Meskipun sempat mengalami kekalahan menyakitkan dari Bayangkara FC dengan skor 1-2, manajemen menilai bahwa secara keseluruhan kinerja tim masih memuaskan di bawah arahan pelatih Brazil tersebut.
Sebelumnya, Marcos Santos juga dikabarkan masuk radar beberapa klub Brazil lainnya, baik dari kompetisi Seri B maupun Seri C. Meski begitu, pelatih berusia 42 tahun ini memilih tetap fokus bersama Arema FC dan belum mempertimbangkan tawaran-tawaran tersebut.Tantangan Arema FC Menuju Pertandingan Malut United
Situasi semakin menarik jelang pertandingan penting melawan Malut United. Arema FC harus kehilangan dua striker utama, Dalberto dan Vinicius, karena akumulasi kartu. Absennya kedua pemain ini membuat perhatian publik tertuju pada Dedik Setiawan, yang kini kembali disebut sebagai harapan lini depan tim.
Dedik Setiawan, yang kerap dijuluki "Dedik Drogba" oleh para penggemar, memiliki pengalaman panjang bersama Arema FC. Sepanjang kariernya, Dedik telah tampil dalam 205 pertandingan, mencetak 51 gol, dan memberikan 21 assist. Rata-rata ia terlibat dalam gol setiap 2,8 pertandingan, menunjukkan kontribusi besar bagi tim. Musim ini, Dedik masih belum menunjukkan ketajamannya, dengan 10 penampilan tanpa gol maupun assist, serta bermain rata-rata 41 menit per laga sebagai pemain pengganti.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Adu Koleksi Trofi, Messi Unggul Ballon d’Or, Ronaldo Lebih Variatif!
Kesempatan Comeback Dedik Setiawan
Pertandingan melawan Malut United bisa menjadi momentum penting bagi Dedik untuk membuktikan kemampuannya. Kehadiran Dedik di lini depan diharapkan mampu mengatasi absennya striker utama dan membantu Arema FC meraih hasil maksimal. Para pendukung Singo Edan tentu menantikan apakah Dedik dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya dan menjadi kunci kemenangan tim.
Keputusan manajemen untuk tetap mempertahankan Marcos Santos sekaligus memberikan kepercayaan penuh pada Dedik Setiawan mencerminkan strategi jangka panjang Arema FC. Pelatih dan pemain lokal diproyeksikan menjadi pondasi tim menghadapi sisa kompetisi, sekaligus menjaga stabilitas tim di tengah berbagai tekanan dan rumor transfer yang muncul.
Dengan fokus penuh pada pertandingan selanjutnya dan dukungan penuh manajemen, Arema FC bertekad memperbaiki performa serta meraih hasil positif. Kombinasi pengalaman pelatih Marcos Santos dan potensi Dedik Setiawan di lini depan diharapkan menjadi kunci bagi kesuksesan Singo Edan di sisa musim 2026.
Editor : Izahra Nurrafidah