BLITAR - Arema FC tengah menghadapi tantangan serius jelang putaran kedua BRI Super League 2025-2026. Penurunan performa Dalberto Luelo yang semula menjadi predator mematikan lini depan membuat manajemen Singo Edan mulai mencari opsi baru. Salah satu kandidat yang masuk radar adalah Bruno Gomez, eks penyerang Semen Padang FC yang kini menganggur.
Dalberto, pemain asal Brazil berusia 31 tahun, menjadi top skor sementara dengan 10 gol sepanjang kompetisi. Namun, dalam tiga pertandingan terakhir melawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Malut United, produktivitasnya merosot. Arema FC bahkan gagal meraih kemenangan dalam tiga laga tersebut, kalah dari Persija 1-2 dan imbang melawan Persebaya serta Malut United. Penurunan performa Dalberto membuat posisi Arema di peringkat 10 klasemen masih rawan dan menuntut tambahan kekuatan lini depan.
Bruno Gomez menjadi opsi logis karena statusnya saat ini bebas kontrak dan nilai pasarnya sekitar Rp 2,17 miliar. Selama berseragam Semen Padang, Gomez tampil dalam 11 pertandingan dengan kontribusi 2 gol dalam total 818 menit bermain. Meski statistiknya tidak spektakuler, pengalaman dan kemampuan finishing-nya cukup relevan untuk menjadi pelapis Dalberto. Rumor menyebut, pemain asal Brazil ini juga diminati oleh PSIM Yogyakarta, namun Arema FC diyakini lebih cepat bergerak untuk merekrutnya.
Krisis Lini Depan Arema FC
Sejak Dalberto mulai kesulitan mencetak gol, Arema FC menyadari ketergantungan terhadap satu striker terlalu berisiko. Dari total 19 gol Singo Edan sejauh ini, Dalberto menyumbang 10 gol. Tanpa tambahan amunisi, tim kesulitan mengubah peluang menjadi kemenangan. Pelatih Marcos Santos pun menekankan perlunya strategi baru agar tim tidak hanya bergantung pada satu pemain.Kepergian Paulinho Moselin Tidak Menambah Masalah
Di sisi lain, Arema FC juga menghadapi isu kepergian winger Paulinho Moselin ke klub Brazil, Londrina Esport Clube B. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa keputusan tersebut murni karena urusan keluarga dan bukan masalah kontrak. "Kami hanya mendapatkan kabar kalau saat ini sang pemain memilih kembali ke Brazil untuk mengurus keluarganya," ujar Yusrinal. Situasi ini menuntut Arema FC lebih mandiri dan mencari pemain pengganti yang bisa mengisi lini serang secara optimal.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Adu Koleksi Trofi, Messi Unggul Ballon d’Or, Ronaldo Lebih Variatif!
Ian Puleyo Siap Bangkit
Pemain asing lainnya, Ian Puleyo, menunjukkan komitmen untuk membuktikan kualitasnya. Gol pertamanya untuk Arema FC saat menahan imbang Malut United menjadi titik balik performanya. "Saya senang bisa membantu tim lebih banyak," ujar Ian. Pelatih Marcos Santos mengapresiasi kerja keras winger asal Argentina ini, menekankan pentingnya kontribusi konsisten dari Ian untuk mendukung Dalberto dan lini depan tim.Strategi Arema FC Menyambut Putaran Kedua
Dengan situasi terkini, Arema FC harus segera menyesuaikan strategi. Penambahan striker seperti Bruno Gomez akan menjadi solusi darurat untuk memperkuat lini depan. Selain itu, pemain seperti Ian Puleyo perlu tampil lebih konsisten agar produktivitas tim tidak bergantung pada satu sosok saja. Klub juga harus menjaga rekor di laga tandang, karena inkonsistensi performa di kandang masih menjadi masalah.
Analisis pakar menyebut, langkah cepat Arema FC dalam merekrut pemain bebas kontrak bisa menjadi penentu apakah tim bisa kembali ke jalur kemenangan. Kombinasi antara pengalaman Dalberto, energi baru dari Bruno Gomez, dan kontribusi Ian Puleyo diharapkan mampu mengangkat performa Singo Edan di putaran kedua.
Dengan pergerakan transfer dan strategi yang tepat, Arema FC masih berpeluang menembus papan atas klasemen Super League. Namun, waktu tidak berpihak, dan manajemen harus segera memastikan lini depan kembali tajam sebelum pertandingan krusial berikutnya.
Editor : Izahra Nurrafidah