BLITAR - Dunia balap Moto 3 tengah dikejutkan dengan penampilan impresif pembalap Indonesia, Feda Ega Pratama, yang sukses menarik perhatian pengamat balap internasional. Berdasarkan data analisis lap time dari media Jerman, Speedwick, kecepatan Feda di seri pembuka Thailand sudah berada di level pembalap top dunia Moto 3, membuat namanya menjadi sorotan utama para rival.
Fokus kini beralih ke seri berikutnya yang akan berlangsung di Brazil pada 20 hingga 22 Maret 2026. Dengan modal 11 poin dan posisi kelima klasemen sementara, Feda diprediksi menjadi salah satu rookie paling diperhitungkan. Pencapaian ini tentu bukan hal biasa bagi pembalap debutan, karena sebagian besar rookie biasanya memerlukan beberapa balapan untuk menyesuaikan diri dengan ritme Moto 3.
Debut Impresif di Thailand
Balapan pertama Feda di Thailand berlangsung di Chang International Circuit, Buriram. Sejak lampu start padam, ia menunjukkan mental bertarung luar biasa. Mampu menempel di barisan lima besar meski menghadapi pembalap berpengalaman seperti David Munos dan Ryuse Yamanaka, Feda segera membuktikan bahwa status rookie bukan halangan.
Insiden crash yang menimpa Yamanaka membuka peluang bagi Feda. Dengan keberanian melakukan late braking dan menjaga racing line, ia mampu naik ke posisi ketiga pada lap ketujuh. Selama beberapa saat, pembalap Indonesia ini berada di zona podium, bahkan terlibat duel sengit dengan Alvaro Charpe, Adrian Fernandez, dan Valentin Perone.
Keahlian Feda dalam mengatur ritme balapan juga terlihat matang. Ia menjaga kontrol motor Honda, memanfaatkan akselerasi maksimal di tikungan, serta memberi tekanan pada pembalap di depannya. Namun, pada lap ke-12, sedikit kesalahan membuat posisinya tergeser, dan podium yang sempat digenggam akhirnya lepas. Meski begitu, Feda tetap tenang dan berhasil finis di posisi kelima—prestasi luar biasa untuk rookie.
Data Speedwick: Bukti Kecepatan Nyata
Analisis lap time oleh Speedwick semakin memperkuat impresi bahwa performa Feda bukan kebetulan. Catatan lap terbaiknya 1 menit 41,334 detik, hanya terpaut 0,104 detik dari Valentin Perone, menunjukkan bahwa kecepatan murni Feda setara dengan pembalap top Moto 3. Perbandingan dengan Maksimo Kuiles, talenta muda Spanyol yang debut pada 2025 dan finish kelima, menunjukkan pola prestasi yang hampir identik. Hal ini memunculkan prediksi persaingan baru antara generasi pembalap muda Eropa dan Asia.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Adu Koleksi Trofi, Messi Unggul Ballon d’Or, Ronaldo Lebih Variatif!
Fokus ke Brazil: Tantangan Baru Menanti
Seri berikutnya di Brazil menjadi ujian baru bagi Feda. Lintasan teknis yang menuntut kontrol stabil di tikungan rapat dan perubahan arah cepat akan menjadi tantangan utama. Dengan konsistensi yang ditunjukkan di Thailand, peluang Feda untuk kembali mengejutkan dunia balap sangat terbuka lebar.
Debut impresif ini juga membangkitkan harapan baru bagi dunia balap Indonesia. Banyak pihak kini percaya bahwa Indonesia memiliki pembalap yang mampu bersaing serius di level kejuaraan dunia. Jika performa ini berlanjut sepanjang musim 2026, bukan tidak mungkin tim-tim besar di padok MotoGP mulai melirik Feda sebagai kandidat masa depan.
Feda Ega Pratama kini tidak sekadar menjadi nama baru, melainkan simbol kebangkitan balap motor Indonesia di panggung dunia. Musim debutnya yang luar biasa bisa menjadi titik awal perjalanan menuju level tertinggi balap motor dunia, dan setiap langkahnya kini menjadi sorotan global.
Editor : Izahra Nurrafidah