BLITAR - Mobil listrik murah Rp75 jutaan mendadak viral setelah sebuah video review menampilkan wujud kendaraan mungil dengan fitur yang cukup mengejutkan. Meski masih berstatus prototipe, mobil ini langsung mencuri perhatian karena harganya yang setara motor sport.
Kemunculan mobil listrik murah Rp75 jutaan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan roda empat dengan budget terbatas. Apalagi, kendaraan ini sudah dilengkapi AC, fitur hiburan, hingga kapasitas penumpang yang cukup.
Dalam ulasan tersebut, mobil listrik murah Rp75 jutaan ini disebut sebagai produk dari China dengan konsep city car berukuran kecil. Desainnya sekilas mengingatkan pada mobil kompak seperti kei car atau bahkan mobil lawas seperti Kancil.
Desain Mungil, Cocok untuk Perkotaan
Secara tampilan, mobil ini memiliki dimensi yang sangat kecil dan ringkas. Hal ini membuatnya ideal digunakan di area perkotaan, perumahan, atau jalan sempit.
Desainnya cukup unik dengan sentuhan lampu LED dan beberapa aksesori tambahan seperti roof rack serta ventilasi udara di bagian depan. Namun, karena masih prototipe, finishing bodi terlihat belum rapi dan masih menggunakan material plastik sederhana.
Kendaraan ini memang tidak dirancang untuk kecepatan tinggi atau perjalanan jauh di jalan tol. Lebih cocok digunakan untuk aktivitas jarak dekat seperti mengantar anak sekolah atau ke pasar.
Performa dan Spesifikasi Baterai
Dari sisi performa, mobil listrik ini menggunakan baterai berkapasitas sekitar 26,7 kWh. Dengan kapasitas tersebut, kendaraan diklaim mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dalam kondisi penuh.
Motor listrik ditempatkan di bagian belakang, dengan sistem penggerak roda belakang (rear wheel drive). Untuk versi produksi massal, disebutkan akan ada peningkatan menjadi penggerak empat roda.
Kecepatan maksimal saat ini masih terbatas, sekitar 50-55 km/jam. Namun, versi upgrade dikabarkan mampu mencapai lebih dari 100 km/jam.
Selain itu, mobil ini juga direncanakan memiliki fitur solar panel di bagian atap yang dapat membantu pengisian daya secara otomatis saat terkena sinar matahari.
Fitur Cukup Lengkap di Kelasnya
Meski tergolong murah, fitur yang ditawarkan cukup menarik. Mobil ini sudah dilengkapi AC yang disebut cukup dingin, sistem audio dengan koneksi Bluetooth, serta kamera mundur.
Di bagian interior, terdapat layar digital sederhana yang menampilkan informasi kendaraan seperti indikator baterai. Namun, sebagian fitur masih bersifat dasar dan belum sepenuhnya optimal.
Menariknya, mobil ini juga memiliki kemampuan manuver yang sangat baik. Radius putar yang kecil membuatnya mudah diparkir bahkan di ruang sempit.
Baca Juga: Arema FC Tolak Pinangan Marcos Santos dari Brazil, Dedik Setiawan Jadi Harapan di Lini Depan
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Namun, di balik harga murahnya, terdapat sejumlah kekurangan yang cukup mencolok. Salah satunya adalah kualitas material yang masih terkesan murah dan belum rapi.
Selain itu, fitur keselamatan seperti ABS dan EBD belum tersedia. Hal ini tentu menjadi catatan penting bagi calon pengguna.
Posisi pedal dan ergonomi kabin juga dinilai kurang nyaman dan membutuhkan adaptasi. Beberapa bagian interior masih menggunakan sistem manual, seperti jendela belakang yang masih engkol.
Karena masih prototipe, mobil ini juga belum bisa diuji secara maksimal, termasuk dalam hal pengisian daya dan performa jangka panjang.
Potensi Jadi Mobil Rakyat?
Dengan harga sekitar Rp75 jutaan, mobil ini berpotensi menjadi solusi kendaraan murah bagi masyarakat. Apalagi jika versi produksinya nanti mengalami penyempurnaan dari segi kualitas dan fitur.
Mobil listrik murah seperti ini bisa menjadi alternatif bagi pengguna sepeda motor yang ingin beralih ke kendaraan roda empat dengan biaya lebih terjangkau.
Mobil listrik murah Rp75 jutaan ini menawarkan konsep menarik dengan harga yang sangat kompetitif. Meski masih banyak kekurangan, potensi pengembangannya cukup besar.
Jika versi finalnya mampu menghadirkan kualitas yang lebih baik, bukan tidak mungkin mobil ini akan menjadi pilihan populer di pasar kendaraan listrik Indonesia.
Editor : Axsha Zazhika