BLITAR - Motor listrik Sprinto dari IndoMobil EMotor kembali menarik perhatian penggemar otomotif setelah digunakan dalam test ride jarak jauh hampir 300 km. Motor listrik 2,4 kWh ini diuji oleh Randi Malinugraha selama seminggu, dengan perjalanan pulang-pergi ke kantor sejauh 80 km setiap kali.
Hasilnya, Sprinto terbukti nyaman untuk perjalanan harian sekaligus menawarkan akselerasi responsif yang tidak kalah dengan motor listrik lain di kelasnya.
Kekurangan Sprinto EV yang Perlu Diketahui
Dalam penggunaan sehari-hari, beberapa kekurangan Sprinto EV mulai terasa. Pertama, saat menghadapi kemacetan dan gas ditarik setengah, motor terasa seperti motor bensin ngeberebet, terutama saat menggunakan mode Boost.
Masalah ini tidak muncul di mode Comfort, yang memberikan akselerasi lebih stabil dan alami. Kedua, jam digital motor ini sering mengalami reset setiap kali motor dimatikan dan dinyalakan kembali, sehingga tanggal dan jam harus disetting ulang. Beberapa pengguna lain juga melaporkan bug serupa, yang kemungkinan memerlukan pembaruan software dari tim IndoMobil.
Ketiga, penempatan tombol shift dan mundur (R) yang bersebelahan berpotensi membingungkan pengendara baru. Menurut pengujian, jika tombol mundur salah ditekan saat berkendara, motor tidak langsung bergerak, tetapi tetap sebaiknya tombol mundur dipindahkan ke sisi kiri agar lebih aman.
Keempat, shockbreaker depan masih terdengar bunyi jeduk saat melewati poldur tinggi, sementara shockbreaker belakang cukup nyaman untuk boncengan, termasuk saat membawa penumpang dengan bobot lebih berat.
Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP 2026 Resmi Dirilis! Seri Pembuka Thailand hingga Final Musim, Catat Tanggalnya
Terakhir, jarak tempuh motor tergolong terbatas; pengujian mencatat sisa baterai 30–34% setelah menempuh 38 km, yang wajar mengingat kapasitas baterai 2,4 kWh dengan voltase 76,8V 32Ah.
Kelebihan Sprinto EV yang Menonjol
Meskipun terdapat kekurangan, Sprinto EV menawarkan sejumlah keunggulan. Tenaganya terasa enteng dengan top speed mencapai 87 km/jam, sehingga akselerasi saat tarikan penuh sangat memuaskan, bahkan untuk pengendara dengan bobot berat.
Desain motor juga menarik, agresif, dan sesuai selera pengendara Indonesia, dengan lampu ganda dan bodi ramping yang memudahkan manuver selap-selip di kemacetan. Dimensi yang pas ini juga membuat pengendara lebih percaya diri saat bermanuver.
Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP 2026 Resmi Dirilis! Seri Indonesia Oktober, Marc Marquez Kembali Jadi Sorotan
Sprinto EV memiliki bagasi luas yang mampu menampung jas hujan, kabel charger, sarung tangan, dan laptop 13 inci, sehingga cocok untuk kebutuhan harian ke kantor. Selain itu, motor ini mendukung fast charging dengan daya 3.000 watt, memungkinkan pengisian baterai dari 0–100% hanya dalam 1–1,5 jam, walaupun untuk beberapa rumah daya listriknya mungkin terlalu besar.
Fitur keyless dan answer back system juga memudahkan pengendara menyalakan motor tanpa kunci fisik, serta memastikan keamanan motor saat diparkir.
Sistem regenerative braking menjadi fitur unik Sprinto EV, dengan tiga mode yang bisa disesuaikan: full, 50%, dan off. Mode ini memungkinkan pengendara merasakan engine brake saat lepas gas, atau membiarkan motor melaju bebas tanpa hambatan.
Fitur ini jarang ditemui pada motor listrik lain, sehingga menambah kenyamanan berkendara dan fleksibilitas pengendara saat berada di jalan menurun atau macet.
Baca Juga: Padok Moto 3 Heboh! Feda Ega Pratama Pembalap Rooky Indonesia Siap Bikin Kejutan di Brazil
Test ride Sprinto EV IndoMobil menunjukkan bahwa motor listrik ini ideal untuk perjalanan harian maupun menengah, dengan tenaga responsif, desain agresif, dan berbagai fitur modern.
Meski memiliki beberapa kekurangan, seperti jarak tempuh terbatas dan shockbreaker agak keras, Sprinto EV tetap menjadi pilihan menarik bagi pengendara yang ingin motor listrik stylish dan praktis.
Dengan harga sekitar Rp26 juta, motor ini layak dipertimbangkan sebagai alternatif motor listrik yang ramah lingkungan sekaligus bertenaga.
Editor : Axsha Zazhika