Phone Anxiety hingga Silent Silaturahmi, Membedah Mekanisme Pertahanan Diri Gen Z di Hari Raya Idulfitri

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB
ILUSTRASI GEMINI
ILUSTRASI GEMINI

BLITAR KAWENTAR – Momen Lebaran sering kali menjadi medan tempur komunikasi bagi Gen Z. Pengamat Komunikasi dari UNISBA Blitar, Anita Reta Kusumawijayanti menyoroti adanya fenomena phone anxiety atau kecemasan menelepon di kalangan generasi ini.

Gen Z cenderung lebih nyaman berkomunikasi lewat pesan teks atau DM ketimbang panggilan suara atau tatap muka.

"Gen Z tumbuh di era internet yang mengutamakan kepraktisan. Kondisi ini jika dibiarkan rentan menimbulkan kesalahpahaman, di mana generasi tua menilai mereka kurang menghargai hubungan sosial," ungkap Anita.

Baca Juga: Marc Marquez Bidik Rekor 100 Kemenangan di MotoGP Brasil 2026, Balapan Dipangkas karena Panas Ekstrem !

Tak hanya itu, muncul tren Silent Silaturahmi, di mana anak muda hanya mengunggah foto di media sosial tanpa benar-benar berkunjung secara fisik.

Menurut Anita, ini adalah bentuk eksistensi sekaligus validasi diri.

Namun, sering kali ini juga menjadi mekanisme pertahanan diri untuk menghindari pertanyaan personal seperti "kapan nikah" atau "kapan lulus".

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung MotoGP Brazil 2026 Lengkap Starting Grid dan Klasemen Terbaru, Acosta Memimpin !

"Gen Z sangat menghargai privasi. Saat menghadapi pertanyaan yang membuat tidak nyaman, mereka cenderung membatasi informasi atau diam untuk melindungi diri. Kunci menjembataninya adalah komunikasi yang lebih menghargai pilihan dan memberi dukungan, bukan menghakimi," tambahnya.(*)

Editor : M. Subchan Abdullah
generasi muda idulfitri phone anxiety Gen Z silaturahmi Komunikasi unisba blitar