BLITAR KAWENTAR – Momen Lebaran sering kali menjadi medan tempur komunikasi bagi Gen Z. Pengamat Komunikasi dari UNISBA Blitar, Anita Reta Kusumawijayanti menyoroti adanya fenomena phone anxiety atau kecemasan menelepon di kalangan generasi ini.
Gen Z cenderung lebih nyaman berkomunikasi lewat pesan teks atau DM ketimbang panggilan suara atau tatap muka.
"Gen Z tumbuh di era internet yang mengutamakan kepraktisan. Kondisi ini jika dibiarkan rentan menimbulkan kesalahpahaman, di mana generasi tua menilai mereka kurang menghargai hubungan sosial," ungkap Anita.
Tak hanya itu, muncul tren Silent Silaturahmi, di mana anak muda hanya mengunggah foto di media sosial tanpa benar-benar berkunjung secara fisik.
Menurut Anita, ini adalah bentuk eksistensi sekaligus validasi diri.
Namun, sering kali ini juga menjadi mekanisme pertahanan diri untuk menghindari pertanyaan personal seperti "kapan nikah" atau "kapan lulus".
"Gen Z sangat menghargai privasi. Saat menghadapi pertanyaan yang membuat tidak nyaman, mereka cenderung membatasi informasi atau diam untuk melindungi diri. Kunci menjembataninya adalah komunikasi yang lebih menghargai pilihan dan memberi dukungan, bukan menghakimi," tambahnya.(*)
Editor : M. Subchan Abdullah