BLITAR KAWENTAR – Tradisi Lebaran di era digital kini mulai bergeser ke arah yang serba praktis. Mulai dari silaturahmi via video call hingga bagi-bagi THR melalui e-wallet atau QRIS.
Lantas, apakah hilangnya prosesi salaman fisik dan amplop kertas mengurangi nilai penghormatan?
Anita Reta Kusumawijayanti, Pengamat Komunikasi UNISBA Blitar, menilai bahwa teknologi hanya mengubah medium, bukan nilai dasarnya.
"Pemberian THR digital tidak serta-merta menghilangkan rasa hormat. Nilai tersebut tetap bisa ditunjukkan melalui ucapan yang hangat dan komunikasi yang jujur," jelasnya.
Meski demikian, Anita mengakui bahwa teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan "rasa" atau kedalaman emosional dari pertemuan tatap muka.
Tradisi seperti sungkeman atau ater-ater mungkin berkurang intensitasnya, namun nilai kebersamaannya tetap bertahan melalui reuni keluarga.
"Idealnya, teknologi mempermudah komunikasi jarak jauh, sementara pertemuan langsung tetap dilakukan untuk menjaga kehangatan. Jangan sampai teknologi menjadi sekat, melainkan harus menjadi jembatan untuk melengkapi tradisi yang sudah ada," tuturnya.(*)
Editor : M. Subchan Abdullah