BLITAR - Kabar mengenai Masa Depan Francisco Rivera di Persebaya kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan Bonek Mania. Gelandang serang asal Meksiko yang dijuluki El Mago tersebut secara mengejutkan mengungkapkan ambisi besarnya untuk membawa Persebaya Surabaya merengkuh trofi juara Super League musim ini. Meski posisi tim kebanggaan warga Surabaya tersebut masih tertahan di papan tengah, Rivera optimistis peluang itu tetap ada.
"Mimpiku adalah juara Super League bersama Persebaya. Kita tahu prosesnya panjang dan susah, tapi kita harus berjuang dan bekerja keras," ungkap Rivera dalam sesi wawancara terbaru. Namun, di balik janji manis tersebut, muncul kekhawatiran mengenai Masa Depan Francisco Rivera di Persebaya lantaran durasi kontrak sang pemain yang akan segera berakhir pada 31 Maret 2026. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda kesepakatan baru antara manajemen dan pemain bernomor punggung 10 tersebut.
Situasi Masa Depan Francisco Rivera di Persebaya yang belum menemui titik terang ini tentu menjadi alarm bagi manajemen Green Force. Mengingat kontribusi Rivera yang sangat konsisten dengan torehan 6 gol dan 6 asis hingga pekan ke-25, kehilangan sosok kreatif sepertinya bisa menjadi kerugian besar. Rivera sendiri mengakui bahwa persaingan menuju juara sangat berat, terutama dengan keberadaan tim kuat seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Fleksibilitas El Mago dan Strategi Bernardo Tavares
Francisco Rivera dikenal sebagai pemain yang sangat fleksibel di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares. Meski posisi alaminya adalah playmaker atau nomor 10, ia kerap diminta untuk memainkan variasi posisi hingga ke lini depan demi kepentingan taktik tim. Bagi Rivera, kemenangan tim jauh lebih penting daripada sekadar ambisi pribadi di lapangan.
"Yang paling penting adalah menang dan berjuang untuk tim agar Persebaya bisa mengambil tiga poin penuh," tegasnya. Konsistensi performanya menjadikannya elemen vital dalam skema permainan Tavares, terutama dalam membimbing barisan pemain muda yang kini mulai diorbitkan ke skuat utama.
Cahaya Baru dari Dimas Wicaksono dan Sadida
Di tengah ketidakpastian kontrak pemain senior, Persebaya Surabaya mulai menunjukkan sinyal regenerasi yang positif. Bernardo Tavares secara berani memberikan panggung bagi talenta muda seperti Dimas Wicaksono. Pemain muda ini mencuri perhatian saat tampil penuh 90 menit melawan Bali United dan kembali menjadi starter saat meladeni Semen Padang.
Dimas tercatat telah membukukan satu gol penting dari total 175 menit bermainnya musim ini. Pengamat Persebaya, Kukuh Ismoyo, menilai langkah ini sebagai investasi jangka panjang. "Munculnya nama seperti Dimas Wicaksono membuktikan Surabaya tetap menjadi kawah candradimuka bagi pemain berkualitas," ujarnya. Selain Dimas, nama Sadida Nugraha Putra juga mulai rutin menghiasi lini tengah sebagai gelandang bertahan yang agresif namun terkontrol.
Menanti Keputusan Manajemen Sebelum Deadline
Kini, fokus Bonek terbelah antara mendukung perjuangan tim mengejar posisi papan atas dan menunggu kepastian kontrak sang bintang asal Meksiko. Dengan nilai pasar yang diprediksi terus naik, Francisco Rivera tentu menjadi buruan menarik bagi klub-klub rival jika Persebaya terlambat mengamankan tanda tangannya.
Akankah manajemen Persebaya bergerak cepat sebelum tenggat waktu 31 Maret 2026? Ataukah janji juara yang diucapkan Rivera hanya akan menjadi kenangan manis di akhir musim nanti? Stabilitas tim dalam sisa sembilan pertandingan terakhir akan sangat bergantung pada bagaimana klub menyelesaikan urusan internal dengan pemain kunci mereka.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar