Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kritik untuk Mauricio Souza di Persija Makin Pedas: Maxwell Souza Gagal Penalti di JIS, Shin Tae-yong Mendadak Muncul Jadi Kode Keras?

Saifullah Muhammad Jafar • Rabu, 25 Maret 2026 | 13:25 WIB
Kritik untuk Mauricio Souza di Persija memanas usai Maxwell gagal penalti vs Dewa United. Munculnya Shin Tae-yong di JIS jadi kode pergantian pelatih?
Kritik untuk Mauricio Souza di Persija memanas usai Maxwell gagal penalti vs Dewa United. Munculnya Shin Tae-yong di JIS jadi kode pergantian pelatih?

BLITAR - Gelombang ketidakpuasan melanda pendukung setia Macan Kemayoran setelah hasil imbang yang mengecewakan di kandang sendiri. Kritik untuk Mauricio Souza di Persija semakin menggema setelah Persija Jakarta gagal mengamankan poin penuh saat menjamu Dewa United di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (15/3) malam. Kegagalan ini menjadi titik nadir bagi sang pelatih asal Brazil tersebut, menyusul serangkaian hasil minor yang membuat jarak poin dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung, gagal diperkecil.

Situasi di lapangan semakin dramatis ketika bintang Persija, Maxwell Souza, gagal mengeksekusi penalti penentu kemenangan pada menit ke-88. Penalti yang diberikan wasit setelah pemain Dewa United kedapatan handsball tersebut sebenarnya menjadi peluang emas untuk mengakhiri deadlock. Sayangnya, sepakan Maxwell mampu dimentahkan kiper Sony Stevens, yang memicu banjir Kritik untuk Mauricio Souza di Persija karena dianggap gagal menjaga mentalitas bertanding anak asuhnya di menit krusial.

Ketegangan di tribun JIS semakin memuncak dengan kehadiran sosok yang tak terduga di tengah derasnya Kritik untuk Mauricio Souza di Persija. Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), terlihat menyaksikan langsung laga tersebut dari tribun VVIP. Kehadiran STY sontak memicu spekulasi liar di kalangan Jakmania mengenai potensi pergantian kursi kepelatihan musim depan, mengingat ketidakpuasan suporter terhadap strategi dan pemilihan komposisi pemain yang diterapkan oleh Mauricio Souza belakangan ini.

Baca Juga: Indomobil Emotor Cutie dan Cutie Pro Ramaikan IMS 2026, Motor Listrik Imut Rp15 Jutaan dengan Jarak Tempuh 135 Km

Maxwell Souza Bertanggung Jawab dan Minta Maaf

Pasca pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut, Maxwell Souza langsung memberikan klarifikasi melalui unggahan di media sosial Instagram pribadinya. Pemain asal Brazil itu mengakui bahwa dirinya adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan mengeksekusi si kulit bundar dari titik putih. Maxwell menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada rekan setim dan seluruh fans Persija Jakarta yang sudah memberikan dukungan total di stadion.

"Saya bertanggung jawab atas kegagalan semalam," tulis Maxwell. Meski pemain telah meminta maaf, publik tetap menyoroti instruksi pelatih dari pinggir lapangan. Jakmania menilai Mauricio Souza seringkali melakukan pergantian pemain yang keliru serta jarang memberikan menit bermain bagi pemain potensial lainnya, yang akhirnya berujung pada hilangnya momentum kemenangan di laga-laga penting.

Baca Juga: Winfle T90 Bikin Heboh! Skutik Listrik Rp13 Juta Ini Siap Tantang Yamaha Grand Filano dan Honda Stylo

Pembelaan Diri Mauricio Souza di Tengah Tekanan

Menanggapi tekanan hebat dari suporter, Mauricio Souza justru memberikan pembelaan diri yang cukup kontroversial. Ia menegaskan bahwa dirinyalah yang paling memahami kondisi internal skuat ketimbang pihak luar atau pengamat. Namun, pembelaan tersebut justru memicu reaksi negatif yang lebih besar di media sosial. Jakmania mulai membandingkan rekor buruk Persija yang tercatat empat kali meraih hasil seri di JIS, bahkan sempat menelan kekalahan saat bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Kritik terhadap pemilihan komposisi pemain juga menjadi poin utama kejengkelan suporter. Banyak yang menilai skuat Persija saat ini memiliki potensi besar untuk menjuarai Super League 2025/2026, namun strategi yang diterapkan Souza dianggap terlalu kaku dan mudah terbaca oleh lawan. Kegagalan menang atas Dewa United ini pun dianggap sebagai titik balik bagi manajemen untuk mempertimbangkan masa depan sang pelatih.

Baca Juga: Indomobil Emotor Cutie dan Cutie Pro Meluncur di IMS 2026, Motor Listrik Rp15 Jutaan Ini Punya Jarak 130 Km dan Fitur Canggih

Dewa United Syukuri Satu Poin di Jadwal Padat

Di sisi lain, Dewa United Banten FC menyambut hasil imbang ini dengan rasa syukur yang besar. Penyerang mereka, Alex Martins, mengakui bahwa mencuri satu poin dari markas Persija adalah prestasi tersendiri mengingat jadwal kompetisi yang sangat padat. "Kami hanya memiliki waktu dua hari untuk persiapan. Situasi ini tentu tidak mudah bagi tim kami, dan hasil imbang ini sangat menantang bagi kami," ujar Alex.

Kini, bola panas berada di tangan manajemen Persija Jakarta. Apakah mereka akan tetap memberikan kepercayaan kepada Mauricio Souza hingga akhir musim, atau justru mulai menjalin komunikasi serius dengan kandidat pelatih baru demi menjaga asa juara? Kehadiran Shin Tae-yong di JIS mungkin saja hanya sebuah agenda kunjungan biasa, namun bagi Jakmania yang sedang kecewa, itu adalah simbol harapan baru bagi masa depan Macan Kemayoran.

Editor : Saifullah Muhammad Jafar
#Kritik untuk Mauricio Souza di Persija #shin tae-yong #persija jakarta #Hasil Liga 1 2026 #maxwell souza