Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Moto3: Rahasia Rider Indonesia Raih Golden Ticket dan Siap Guncang Balap Dunia di Usia 17 Tahun!

Muhammad Adib Falih Rifly • Jumat, 27 Maret 2026 | 16:14 WIB
Veda Ega Pratama Moto3 sukses raih golden ticket! Simak perjuangan rider Indonesia raih runner-up Red Bull Rookies Cup & siap balap dunia.
Veda Ega Pratama Moto3 sukses raih golden ticket! Simak perjuangan rider Indonesia raih runner-up Red Bull Rookies Cup & siap balap dunia.

BLITAR - Kabar membanggakan datang dari dunia balap motor internasional. Pembalap muda berbakat asuhan Astra Honda Racing Team (AHRT), Veda Ega Pratama, baru saja kembali ke tanah air dengan membawa prestasi gemilang. Pembalap asal Yogyakarta ini sukses mengamankan posisi runner-up dalam ajang bergengsi Red Bull Rookies Cup 2024. Prestasi ini sekaligus membuka jalan lebar bagi Veda Ega Pratama Moto3 untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi melalui jalur khusus atau golden ticket.

Keberhasilan Veda menjadi perbincangan hangat lantaran ia berhasil menembus ketatnya persaingan dengan pembalap-pembalap tangguh dari berbagai negara. Meski sempat dibayangi cedera di awal musim hingga harus absen dalam satu seri, Veda menunjukkan mental juara. Kemenangan dramatis di Sirkuit Mugello, Italia, dan Sachsenring, Jerman, menjadi titik balik yang membawanya merangsek ke papan atas klasemen akhir.

Perjuangan Meraih Golden Ticket Moto3

Langkah Veda Ega Pratama Moto3 menuju kelas Grand Prix sebenarnya terbentur aturan batasan usia minimal 18 tahun. Namun, berkat performa impresifnya di Red Bull Rookies Cup, Veda berhak mendapatkan golden ticket. Berdasarkan regulasi terbaru, pembalap yang berhasil finis di tiga besar klasemen akhir ajang tersebut diizinkan naik ke kelas Moto3 meski baru menginjak usia 17 tahun.

Baca Juga: Kisah Haru Veda Ega Pratama: 'Robot' Balap Rakitan Sang Ayah yang Siap Mengguncang Dunia di Debut Moto3 2026

"Jujur saya sempat tidak percaya bisa mendapatkan posisi kedua klasemen. Awal musim memang berat karena ada injury, tapi setelah menang di Mugello, saya optimis bisa mengejar poin," ujar Veda saat ditemui setelah kepulangannya dari Eropa. Ia mengaku sangat bersyukur menjadi salah satu dari sedikit pembalap di dunia yang mendapatkan pengecualian usia untuk berkompetisi di level dunia tahun depan.

Persaingan Sengit di Red Bull Rookies Cup

Menilik perjalanannya sepanjang musim 2024, Veda menceritakan betapa sengitnya persaingan di lintasan balap Eropa. Setiap seri balapan selalu diwarnai dengan rombongan besar pembalap yang saling tempel. Aksi salip-menyalip dan kontak fisik antar motor menjadi pemandangan biasa di setiap lap.

Strategi yang matang di lap-lap terakhir menjadi kunci utama bagi Veda untuk tetap berada di barisan depan. "Setiap balapan sangat sengit, banyak drama dan kontak sedikit itu biasa. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengatur strategi untuk lap terakhir agar bisa mengamankan podium," tambahnya. Pengalaman bertarung di sirkuit-sirkuit legendaris Eropa ini menjadi modal berharga bagi Veda Ega Pratama Moto3 saat menghadapi musim balap 2025.

Baca Juga: Review Toyota Hilux Rangga Diesel High AT: Pikap Niaga Rasa Mewah dengan DNA Mesin "Cumi Darat" yang Tangguh

Manajemen Waktu dan Kedisiplinan di Spanyol

Tinggal dan berkompetisi di Eropa menuntut kedisiplinan tinggi dari remaja berusia 16 tahun ini. Selama menetap di Spanyol, Veda tidak hanya fokus pada latihan fisik dan motor, tetapi juga tetap menjalankan kewajiban akademisnya di sekolah. Semua jadwal kegiatan telah diatur secara ketat oleh manajemen tim agar performanya tetap maksimal namun tetap seimbang dengan kehidupan pribadinya.

Veda menjelaskan bahwa jadwal harian dari manajer tim sudah mencakup latihan motor, latihan fisik di gym, hingga waktu sekolah. Kedisiplinan dalam mengikuti jadwal inilah yang membuatnya mampu bersaing secara konsisten meski harus jauh dari keluarga di Indonesia.

Pesan untuk Talenta Muda Indonesia

Sebagai salah satu representasi terbaik Indonesia di kancah balap motor dunia, Veda memberikan pesan motivasi bagi para juniornya yang sedang merintis karier di ajang Kejurda maupun Kejurnas. Menurutnya, kunci sukses menjadi pembalap profesional adalah latihan yang terus-menerus dan disiplin yang kuat.

Baca Juga: Profil Veda Ega Pratama: Pembalap Muda Indonesia yang Guncang Dunia, Dari Gunung Kidul Menuju Panggung MotoGP

"Jangan pernah menyerah karena tidak ada yang tidak mungkin. Teruslah berlatih dengan giat. Saya berharap ke depannya akan lebih banyak lagi pembalap Indonesia yang bisa menembus level Grand Prix," tutup Veda penuh harap. Dengan talenta seperti Veda Ega Pratama dan Kiandra Ramadipa, masa depan dunia balap motor Indonesia di kelas MotoGP tampak semakin cerah. Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat para talenta muda lainnya untuk terus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. (*)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#redbull rookies cup #moto3 #veda ega pratama #astra honda racing team #pembalap indonesia