BLITAR KAWENTAR – Fenomena kuburan mobil Parung kembali viral setelah sebuah kanal YouTube otomotif mengungkap lokasi lapak sparepart mobil bekas yang menawarkan berbagai komponen dengan harga miring. Berlokasi di kawasan Jalan Raya Bogor arah Gunung Sindur, tempat ini menjadi surga bagi pemburu onderdil mobil dari berbagai merek.
Dalam video tersebut, pemilik lapak yang dikenal sebagai Cak Rudi menjelaskan bahwa usaha ini fokus pada penjualan sparepart mobil bekas dari unit yang sudah rusak, baik karena kecelakaan maupun faktor lain. Konsep kuburan mobil Parung ini memungkinkan konsumen mendapatkan komponen original dengan harga jauh lebih murah dibandingkan baru.
Tak hanya itu, pilihan kendaraan yang tersedia sangat beragam, mulai dari mobil Jepang, Eropa, hingga Amerika. Hal ini membuat lokasi tersebut ramai dikunjungi oleh bengkel maupun individu yang mencari suku cadang berkualitas dengan harga terjangkau.
Beragam Mobil Jadi “Donor” Sparepart
Di lokasi tersebut, terlihat sejumlah mobil yang sudah dalam kondisi tidak utuh dan dijadikan donor sparepart. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Toyota Yaris “Bakpau” tahun 2010 yang sudah mengalami kerusakan di bagian depan.
Meski demikian, berbagai komponen seperti spion, pintu, dashboard, hingga mesin masih dalam kondisi layak pakai. Hal serupa juga terlihat pada unit Lexus RX yang mengalami tabrakan di bagian depan dan samping, namun masih menyimpan banyak komponen bernilai tinggi.
Mulai dari transmisi matic, sunroof, hingga modul elektronik seperti ECU masih tersedia dan siap dijual. Komponen-komponen ini biasanya menjadi incaran karena sulit ditemukan di pasaran.
Sparepart dari Mobil Bekas Tabrakan dan Kebakaran
Selain mobil tabrakan, terdapat pula unit yang berasal dari kendaraan bekas kebakaran. Salah satunya Honda Mobilio yang bagian depannya hangus, namun beberapa komponen seperti transmisi manual, spion, dan bagian belakang masih bisa digunakan.
Ada juga Mazda CX-5 yang mesinnya sudah diturunkan untuk menjaga kondisi tetap baik. Komponen seperti instalasi AC, pintu, hingga panel interior masih tersedia untuk dijual.
Tidak ketinggalan, Hyundai Grand Avega 2012 yang mengalami tabrakan di bagian depan. Meski rusak di bodi, mesin, transmisi, dan interior mobil ini masih dalam kondisi bagus dan menjadi incaran pembeli.
Banyak Pilihan dari City Car hingga SUV
Keunggulan kuburan mobil Parung ini terletak pada variasi unit yang tersedia. Mulai dari city car seperti Karimun Estilo, Honda City, hingga SUV seperti Chevrolet Captiva dan Mitsubishi Pajero.
Bahkan terdapat unit langka seperti Toyota Camry, Honda Civic FD, hingga Nissan Navara double cabin. Setiap mobil dibongkar dan komponennya disusun rapi untuk memudahkan pembeli memilih.
Komponen yang tersedia pun sangat lengkap, mulai dari body part seperti pintu dan kap mesin, hingga komponen kecil seperti modul central lock, power window, hingga sensor elektronik.
Harga Murah, Bisa Nego
Salah satu daya tarik utama dari tempat ini adalah harga sparepart yang relatif murah dan masih bisa dinegosiasikan. Cak Rudi menegaskan bahwa pembeli bisa langsung datang atau menghubungi melalui WhatsApp untuk menanyakan ketersediaan barang.
Bahkan untuk beberapa item seperti velg, dashboard, hingga mesin, harga bisa jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Hal ini karena barang berasal dari mobil bekas yang sudah tidak digunakan.
Selain itu, pihak penjual juga menyediakan bantuan untuk mencarikan sparepart tertentu jika stok sedang tidak tersedia di lokasi.
Solusi Alternatif Perbaikan Mobil
Keberadaan kuburan mobil seperti ini menjadi solusi alternatif bagi pemilik kendaraan yang ingin menekan biaya perbaikan. Dengan membeli sparepart bekas original, kualitas tetap terjaga namun dengan harga yang lebih ekonomis.
Namun demikian, pembeli tetap disarankan untuk teliti sebelum membeli. Pemeriksaan kondisi barang serta kecocokan dengan kendaraan menjadi hal penting agar tidak merugikan di kemudian hari.
Dengan banyaknya pilihan dan harga yang kompetitif, kuburan mobil Parung kini menjadi destinasi favorit bagi pecinta otomotif dan pelaku usaha bengkel di Jabodetabek.
Editor : Edo Trianto