BLITAR KAWENTAR - Fenomena “kuburan mobil rongsok Parung” menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu sparepart murah. Di lokasi ini, ratusan mobil dari berbagai merek dan tahun produksi menumpuk dalam kondisi rusak, namun masih menyimpan nilai ekonomis tinggi.
“Kuburan mobil rongsok Parung” bukan sekadar tempat pembuangan kendaraan tak terpakai. Justru, kawasan ini menjadi sumber utama onderdil bekas yang masih layak pakai. Mulai dari mesin, pintu, kaca, hingga interior kendaraan bisa ditemukan di sini dengan harga jauh lebih terjangkau.
Dalam penelusuran di lapangan, terlihat jelas bahwa lokasi ini dipenuhi mobil dari berbagai kondisi. Ada kendaraan tua yang sudah usang, namun tak sedikit pula mobil keluaran relatif muda yang rusak akibat kecelakaan lalu lintas.
Surga Sparepart dari Mobil Bekas
Pemilik lapak menyebutkan bahwa usaha ini sudah berjalan cukup lama, meski tidak bisa dipastikan sejak kapan tepatnya berdiri. Yang jelas, bisnis ini terus bertahan karena permintaan sparepart bekas yang tinggi.
“Semua jenis mobil ada di sini, dari Toyota, Honda, sampai merek lain. Orang datang cari apa saja, tinggal kita bantu carikan,” ujar pemilik lapak.
Kendaraan yang masuk ke lokasi ini umumnya berasal dari mobil rusak berat, baik karena kecelakaan maupun sudah tidak layak pakai. Alih-alih dibuang, mobil tersebut dipreteli untuk diambil bagian yang masih bisa dimanfaatkan.
Sparepart seperti mesin, transmisi, pintu, bemper, hingga dashboard menjadi incaran utama pembeli. Bahkan, komponen kecil seperti kaca spion atau kursi mobil pun tetap memiliki nilai jual.
Mobil Baru Ikut Jadi “Korban”
Menariknya, tidak hanya mobil tua yang menghuni “kuburan mobil rongsok Parung”. Sejumlah mobil keluaran terbaru juga terlihat dalam kondisi ringsek akibat kecelakaan.
Beberapa unit seperti MPV populer hingga hatchback modern tampak mengalami kerusakan parah. Namun, bagian tertentu masih bisa digunakan kembali, sehingga tetap memiliki nilai ekonomis.
Contohnya, mobil seperti Avanza, Livina, hingga Honda Jazz terlihat dalam kondisi rusak berat. Meski demikian, komponen seperti pintu, mesin, atau interior masih bisa dijual kepada konsumen yang membutuhkan.
“Kadang mobil baru juga ada, biasanya habis tabrakan. Tapi sparepartnya masih banyak yang bisa dipakai,” jelas pengelola.
Sistem Penjualan Fleksibel
Di lokasi ini, sistem penjualan sparepart tergolong fleksibel. Pembeli bisa langsung mencari komponen yang dibutuhkan atau meminta bantuan penjual untuk mencarikannya.
Beberapa sparepart masih terpasang di bodi mobil, sementara lainnya sudah dilepas dan disusun di area tertentu. Hal ini memudahkan pembeli dalam memilih sesuai kebutuhan.
Harga yang ditawarkan pun relatif lebih murah dibandingkan sparepart baru. Inilah yang membuat tempat ini menjadi alternatif bagi pemilik kendaraan yang ingin menghemat biaya perbaikan.
Namun, lamanya sebuah mobil berada di lokasi ini tidak bisa diprediksi. Ada kendaraan yang hanya bertahan beberapa hari sebelum dipreteli, namun ada juga yang bertahan hingga berbulan-bulan.
Beragam Merek dan Kondisi
Dari hasil penelusuran, berbagai merek kendaraan terlihat memenuhi area lapak. Mulai dari mobil keluarga, sedan, hingga SUV.
Beberapa unit yang terlihat antara lain Toyota Harrier, Mitsubishi Kuda, Honda Accord, hingga Kia Carnival. Bahkan, ada juga mobil langka yang sparepart-nya sulit ditemukan di pasaran.
Sebagian besar kendaraan sudah dalam kondisi tidak utuh. Banyak yang hanya menyisakan rangka setelah komponen pentingnya diambil.
Meski terlihat seperti “kuburan”, tempat ini justru menjadi solusi bagi banyak orang. Terutama bagi pemilik kendaraan lama yang kesulitan mencari sparepart asli.
Baca Juga: Review Toyota Velos Hybrid 2026, Irit dan Canggih, Tapi Interior Masih Terasa Murah?
Peluang Bisnis dari Limbah Otomotif
Fenomena “kuburan mobil rongsok Parung” menunjukkan bahwa limbah otomotif masih memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan pengelolaan yang tepat, kendaraan rusak bisa diubah menjadi sumber penghasilan.
Selain membantu menyediakan sparepart murah, keberadaan tempat ini juga mendukung prinsip daur ulang. Komponen yang masih layak pakai tidak terbuang sia-sia.
Di sisi lain, bisnis ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Mulai dari teknisi bongkar pasang hingga penjual sparepart.
Dengan permintaan yang terus ada, “kuburan mobil rongsok Parung” diprediksi akan tetap eksis. Selama kendaraan masih digunakan, kebutuhan akan sparepart bekas pun tidak akan pernah hilang.
Editor : Edo Trianto