BLITAR KAWENTAR – Tren beli mobil listrik bekas semakin diminati masyarakat Indonesia seiring turunnya harga unit second hingga setengah dari harga baru. Namun, di balik harga yang menggiurkan, muncul pertanyaan besar: apakah membeli mobil listrik bekas benar-benar menguntungkan atau justru berisiko merugikan?
Fenomena mobil listrik bekas setengah harga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi konsumen yang ingin merasakan teknologi kendaraan listrik dengan biaya lebih terjangkau. Salah satu contoh yang banyak dibicarakan adalah MG4 EV tahun 2024 yang kini bisa dibeli di kisaran Rp280 juta, padahal harga barunya berada di level Rp400 jutaan.
Meski terlihat sangat menarik, keputusan beli mobil listrik bekas tetap harus dilakukan dengan cermat. Ada sejumlah hal penting yang wajib diperhatikan agar tidak berujung kerugian di kemudian hari.
Baca Juga: Partisipasi Masyarakat Kota Blitar Ikuti Program CKG Masihh 14 Persen, Dinkes Ungkap Penyebabnya
Cek Kondisi Fisik Jadi Hal Utama
Sama seperti mobil konvensional, kondisi fisik menjadi faktor utama saat membeli mobil listrik bekas. Pembeli wajib memeriksa seluruh bagian bodi, mulai dari depan hingga belakang.
Perlu dipastikan apakah kendaraan pernah mengalami kecelakaan atau perbaikan besar seperti bekas tabrak maupun banjir. Kerusakan kecil seperti baret atau lecet memang wajar, tetapi kerusakan struktural bisa berdampak pada keamanan dan performa.
Selain itu, bagian eksterior seperti bumper atau lips depan juga perlu diperhatikan. Komponen ini sering mengalami gesekan akibat penggunaan sehari-hari, terutama di jalanan yang tidak rata.
Baca Juga: Pemkot Blitar Tunggu Kebijakan Resmi ASN WFH, Begini Skenario yang Disiapkan
Interior dan Odometer Tak Boleh Diabaikan
Selain fisik luar, kondisi interior juga harus dicek secara detail. Pastikan semua fitur masih berfungsi normal dan tidak ada kerusakan signifikan.
Odometer menjadi indikator penting untuk mengetahui tingkat pemakaian kendaraan. Untuk mobil listrik berusia satu tahun, jarak tempuh sekitar 9.000 kilometer masih tergolong normal.
Semakin rendah angka odometer, umumnya kondisi mobil masih lebih prima. Namun tetap perlu dikombinasikan dengan pengecekan menyeluruh agar hasilnya akurat.
Baca Juga: Pemkot Blitar Imbau Koperasi Kelurahan Merah Putih Himpun Anggota demi Kejar Modal Usaha
Baterai dan Garansi Jadi Kunci
Salah satu keunggulan beli mobil listrik bekas adalah masih adanya garansi baterai yang panjang. Umumnya, produsen memberikan garansi hingga 8 tahun.
Jika mobil masih berusia satu hingga dua tahun, berarti garansi baterai masih tersisa cukup lama. Hal ini menjadi nilai tambah yang sangat penting karena baterai merupakan komponen termahal dalam kendaraan listrik.
Meski demikian, pembeli tetap disarankan untuk memastikan kondisi baterai dalam keadaan baik. Jika perlu, bisa menggunakan jasa inspeksi untuk mengecek kesehatan baterai atau battery health.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Sosok Dokter Muda Spesialis Penyakit Dalam RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar
Keuntungan Besar di Biaya Operasional
Salah satu alasan utama orang memilih mobil listrik bekas adalah efisiensi biaya operasional. Dibandingkan mobil bensin, pengeluaran untuk energi jauh lebih hemat.
Sebagai gambaran, biaya pengisian daya mobil listrik hanya sekitar Rp30 ribu untuk penggunaan mingguan. Angka ini jauh lebih murah dibandingkan pengeluaran bahan bakar yang bisa mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per minggu.
Selain itu, pajak tahunan mobil listrik juga relatif rendah. Dalam beberapa kasus, biaya pajak hanya sekitar Rp100 ribuan per tahun, sehingga semakin menghemat pengeluaran pemilik.
Bonus Fitur Tambahan Jadi Nilai Plus
Membeli mobil listrik bekas juga berpotensi mendapatkan bonus tambahan dari pemilik sebelumnya. Salah satunya adalah wall charger yang biasanya dijual terpisah dengan harga jutaan rupiah.
Dengan adanya perangkat ini, pemilik baru bisa langsung melakukan pengisian daya di rumah tanpa perlu investasi tambahan besar.
Hal ini tentu menambah value for money dari pembelian mobil listrik bekas, terutama jika dibandingkan dengan membeli unit baru.
Kekurangan Tetap Ada
Meski menawarkan banyak keuntungan, mobil listrik bekas tetap memiliki kekurangan. Beberapa fitur mungkin tidak selengkap model terbaru, seperti tidak adanya ventilasi AC belakang atau fitur hiburan tambahan.
Selain itu, desain dan teknologi bisa terasa tertinggal dibandingkan generasi terbaru. Hal ini menjadi pertimbangan bagi konsumen yang mengutamakan fitur terkini.
Untung atau Rugi?
Secara keseluruhan, beli mobil listrik bekas bisa menjadi pilihan sangat menguntungkan jika dilakukan dengan teliti. Harga lebih murah, biaya operasional rendah, dan garansi baterai panjang menjadi keunggulan utama.
Namun, tanpa pengecekan yang matang, risiko kerugian tetap ada. Oleh karena itu, calon pembeli disarankan untuk tidak terburu-buru dan memastikan semua aspek kendaraan dalam kondisi baik.
Dengan strategi yang tepat, mobil listrik bekas bisa menjadi solusi kendaraan modern yang hemat dan ramah lingkungan.
Editor : Edo Trianto