Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hyundai Kona EV Bekas Anjlok Setengah Harga, Worth It atau Boncos? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Edo Trianto • Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:05 WIB
Hyundai Kona EV Bekas Anjlok Setengah Harga, Worth It atau Boncos? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Hyundai Kona EV Bekas Anjlok Setengah Harga, Worth It atau Boncos? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

BLITAR KAWENTAR – Pasar mobil listrik bekas mulai ramai dilirik. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Hyundai Kona EV bekas yang kini harganya turun drastis hingga setengah dari harga barunya. Kondisi ini membuat banyak calon pembeli bertanya-tanya: apakah Hyundai Kona EV bekas masih layak dibeli di tahun 2024?

Mobil listrik asal Korea Selatan ini pertama kali meluncur di Indonesia sekitar tahun 2020–2021 dengan harga hampir Rp700 juta. Namun, setelah tiga tahun pemakaian, kini Hyundai Kona EV bekas bisa ditemukan di kisaran Rp300 jutaan. Penurunan harga yang signifikan ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan budget terbatas.

Secara spesifikasi, Hyundai Kona EV bekas masih cukup kompetitif. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 39 kWh dengan jarak tempuh sekitar 289 km dalam kondisi penuh. Meski angka ini kalah jauh dibandingkan generasi terbaru yang bisa mencapai hingga 600 km, untuk penggunaan harian di dalam kota, jarak tersebut masih tergolong memadai.

Selain itu, Hyundai memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km. Artinya, untuk unit yang baru berusia 3 tahun, konsumen masih memiliki sisa garansi yang cukup panjang. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan, mengingat biaya penggantian baterai mobil listrik tidaklah murah.

Baca Juga: Partisipasi Masyarakat Kota Blitar Ikuti Program CKG Masihh 14 Persen, Dinkes Ungkap Penyebabnya

Fitur Masih Kompetitif, Meski Mulai Tertinggal

Dari sisi fitur, Hyundai Kona EV bekas masih menawarkan berbagai teknologi modern. Mulai dari head-up display, sistem ADAS seperti lane keeping assist dan cruise control, hingga kursi dengan fitur pemanas dan pendingin. Interiornya juga tergolong solid dengan build quality khas Hyundai yang dikenal cukup baik.

Namun, jika dibandingkan dengan mobil listrik terbaru, beberapa kekurangan mulai terasa. Misalnya, belum adanya adaptive cruise control, AC belakang, serta kecepatan fast charging yang masih di bawah 100 kW. Selain itu, ruang kabin belakang terasa kurang lega akibat posisi baterai yang membuat posisi duduk sedikit lebih tinggi.

Bagasi juga tidak terlalu luas dan belum dilengkapi fitur power tailgate. Meski demikian, untuk penggunaan sehari-hari, kepraktisan mobil ini masih tergolong cukup.

Baca Juga: Pemkot Blitar Tunggu Kebijakan Resmi ASN WFH, Begini Skenario yang Disiapkan

Sensasi Berkendara Jadi Nilai Jual Utama

Salah satu keunggulan utama Hyundai Kona EV bekas terletak pada pengalaman berkendara. Banyak pengguna menilai mobil ini memiliki handling yang lebih natural dibandingkan beberapa mobil listrik lain di kelas harga serupa.

Akselerasi awal terasa responsif dengan tarikan instan khas mobil listrik. Bahkan, dalam beberapa kondisi, sensasi awalnya terasa lebih agresif dibandingkan model Hyundai terbaru seperti Ioniq 5. Sistem regenerative braking juga bekerja halus dan bisa diatur sesuai kebutuhan.

Namun, kenyamanan suspensi menjadi catatan tersendiri, terutama untuk penumpang belakang. Saat melewati jalan bergelombang atau polisi tidur, bantingan terasa cukup keras jika dibandingkan posisi pengemudi di depan yang relatif lebih nyaman.

Baca Juga: Pemkot Blitar Imbau Koperasi Kelurahan Merah Putih Himpun Anggota demi Kejar Modal Usaha

Depresiasi Tinggi, Peluang untuk Pembeli Kedua

Penurunan harga Hyundai Kona EV bekas yang mencapai lebih dari 50 persen dalam tiga tahun menjadi bukti bahwa depresiasi mobil listrik cukup tinggi di awal. Namun, kondisi ini justru menguntungkan bagi pembeli kedua.

Dengan harga Rp300 jutaan, konsumen sudah bisa mendapatkan mobil listrik dengan kualitas berkendara yang matang, fitur lengkap, dan biaya operasional yang jauh lebih hemat dibandingkan mobil bensin.

Meski begitu, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan penggunaan. Mobil listrik seperti Kona EV akan lebih menguntungkan jika digunakan secara intensif, bukan hanya untuk jarak pendek sesekali.

Jika penggunaan harian cukup tinggi, maka efisiensi biaya energi dan minimnya perawatan bisa menjadi keuntungan besar dalam jangka panjang.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Sosok Dokter Muda Spesialis Penyakit Dalam RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar

Layak Dibeli atau Tidak?

Hyundai Kona EV bekas bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin masuk ke dunia mobil listrik tanpa harus mengeluarkan dana besar. Meski memiliki beberapa kekurangan dibandingkan model terbaru, dari sisi kenyamanan berkendara dan kualitas, mobil ini masih sangat layak dipertimbangkan.

Pada akhirnya, keputusan kembali ke kebutuhan masing-masing pengguna. Jika mencari mobil listrik dengan harga terjangkau, performa menyenangkan, dan fitur masih relevan, Hyundai Kona EV bekas bisa menjadi opsi yang sulit untuk diabaikan.

Editor : Edo Trianto
#mobil listrik murah #Mobil Listrik Bekas #Hyundai Kona EV bekas #harga Kona EV #review Kona EV