BLITAR KAWENTAR - Perdebatan soal mobil listrik vs hybrid vs bensin kembali ramai dibahas. Kali ini, sebuah konten otomotif mencoba mengupas tuntas perbandingan biaya operasional ketiga jenis kendaraan tersebut secara detail hingga hitungan rupiah per kilometer.
Topik mobil listrik vs hybrid vs bensin ini menjadi penting karena banyak masyarakat yang masih bingung menentukan pilihan kendaraan paling hemat dalam jangka panjang. Apalagi dengan semakin banyaknya pilihan mulai dari mobil konvensional, hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga full electric vehicle (EV).
Dalam analisis tersebut, perhitungan dilakukan dengan asumsi penggunaan kendaraan selama 10 tahun dengan total jarak tempuh 150.000 kilometer dan harga BBM RON 92 di kisaran Rp12.500 per liter.
Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas Murah Biaya Servis Rendah 2026: Dari Rp30 Jutaan, Irit BBM dan Anti Ribet!
Biaya Bahan Bakar: EV Paling Unggul
Dari sisi biaya energi, mobil listrik terbukti paling hemat. Untuk mobil bensin seperti Toyota Avanza dengan konsumsi rata-rata 12 km/liter, biaya operasional mencapai sekitar Rp1.020 per kilometer.
Sementara itu, mobil hybrid seperti Toyota Yaris Cross Hybrid dengan konsumsi 24 km/liter hanya membutuhkan sekitar Rp521 per kilometer.
Lebih hemat lagi, mobil plug-in hybrid (PHEV) dengan kombinasi listrik dan bensin bisa mencapai Rp449 per kilometer. Namun, posisi teratas tetap dipegang mobil listrik murni (EV) dengan biaya hanya sekitar Rp386 per kilometer saat menggunakan SPKLU.
Biaya Perawatan: EV Lebih Sederhana
Perbedaan signifikan juga terlihat pada biaya perawatan. Mobil bensin, hybrid, dan PHEV memiliki biaya perawatan yang relatif mirip, sekitar Rp1,5 juta per 10.000 km.
Sebaliknya, mobil listrik jauh lebih sederhana karena memiliki lebih sedikit komponen bergerak. Pada 50.000 km pertama, bahkan beberapa mobil listrik tidak memerlukan biaya servis besar.
Rata-rata biaya perawatan EV hanya sekitar Rp25 per kilometer, jauh lebih rendah dibanding mobil konvensional.
Selain itu, mobil listrik tidak memerlukan komponen seperti fuel pump, injector, timing belt, hingga berbagai sensor mesin yang biasanya mulai aus setelah 50.000 km.
Total Biaya 10 Tahun
Jika ditotal selama 10 tahun pemakaian, hasilnya cukup mencolok:
Mobil bensin: sekitar Rp178 juta
Hybrid: sekitar Rp100 juta
PHEV: sekitar Rp89 juta
EV: sekitar Rp61 juta
Dengan demikian, biaya operasional mobil listrik hanya sekitar Rp411 per kilometer, jauh lebih rendah dibandingkan mobil bensin yang mencapai Rp1.192 per kilometer.
Biaya Baterai: Mahal Tapi Tetap Efisien
Salah satu kekhawatiran utama konsumen adalah biaya penggantian baterai. Untuk mobil hybrid, biaya penggantian baterai berkisar Rp40–100 juta, sedangkan EV bisa mencapai Rp200 juta.
Namun, jika dihitung berdasarkan usia pakai hingga 200.000–400.000 km, tambahan biaya tersebut hanya sekitar Rp350–500 per kilometer.
“Meski mahal, kalau dibagi jarak tempuh panjang, biaya baterai tetap relatif kecil per kilometernya,” dijelaskan dalam analisis tersebut.
Bahkan, banyak studi menunjukkan baterai mobil listrik dapat bertahan hingga lebih dari 1 juta kilometer dalam kondisi tertentu.
Baca Juga: Terungkap! Harga Mobil Bekas SUV Murah Fortuner Pajero 2026, Unit Diesel Mulai Rp230 Jutaan
Charging di Rumah Jadi Kunci
Efisiensi mobil listrik semakin terasa jika pengguna memiliki akses charging di rumah. Dengan tarif listrik rumah sekitar Rp1.700 per kWh, biaya operasional EV bisa turun drastis hingga Rp268 per kilometer.
Angka ini bahkan setara dengan biaya operasional sepeda motor bensin, namun dengan kenyamanan mobil.
Nilai Jual Jadi Pertimbangan
Meski unggul dari sisi biaya operasional, mobil listrik masih memiliki kelemahan pada nilai jual kembali. Mobil bensin dan hybrid dari merek besar seperti Toyota dan Honda masih mendominasi pasar resale.
Sebaliknya, mobil listrik dan PHEV cenderung mengalami depresiasi lebih cepat, terutama karena perkembangan teknologi yang pesat.
Namun, tren ini diprediksi akan berubah seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik di masa depan.
Kesimpulan dari perbandingan mobil listrik vs hybrid vs bensin ini tidak mutlak. Setiap jenis kendaraan memiliki keunggulan masing-masing.
Mobil listrik cocok untuk penggunaan dalam kota dengan akses charging. Hybrid menjadi pilihan aman untuk fleksibilitas jarak jauh. Sementara mobil bensin tetap relevan bagi yang membutuhkan kendaraan praktis dengan budget terbatas.
Dengan data ini, konsumen diharapkan bisa lebih bijak dalam menentukan pilihan kendaraan sesuai kebutuhan dan gaya hidup.
Editor : Edo Trianto