BLITAR KAWENTAR – Nama Veda Ega Pratama tengah menjadi sorotan di dunia balap motor Tanah Air. Pembalap muda berusia 15 tahun ini digadang-gadang sebagai masa depan MotoGP Indonesia berkat prestasinya yang terus menanjak, termasuk tampil impresif di ajang Red Bull Rookies Cup.
Perjalanan karier Veda Ega Pratama tidak instan. Lahir di Gunung Kidul, Yogyakarta pada 23 November 2008, Veda sudah mengenal dunia balap sejak usia dini. Lingkungan keluarga menjadi faktor penting, mengingat sang ayah, Sudarmono, merupakan pembalap lokal berprestasi di kelas motor bebek dan sport.
Sejak kecil, Veda sudah terbiasa dengan atmosfer kompetisi. Ia mulai belajar mengendarai motor pada usia 5 tahun menggunakan mini moto. Bakatnya mulai terlihat ketika pada 2016, di usia 8 tahun, ia langsung terjun ke Kejuaraan Nasional Motocross kelas 50cc dan finis di posisi keempat klasemen akhir.
Kariernya terus berkembang. Pada 2017, Veda naik ke kelas 65cc, lalu beralih ke ajang balap aspal melalui Kejurnas Motoprix. Di sini, ia tampil di dua kelas sekaligus, yakni 125cc dan 150cc. Hasilnya cukup mencolok, terutama saat ia berhasil menjuarai kelas 150cc dan juga meraih kemenangan di Honda Dream Cup.
Menempa Diri di Program Pembinaan
Langkah besar dalam karier Veda terjadi pada 2019 saat ia lolos ke Astra Honda Racing School. Di program ini, ia menggunakan motor NSF100 dan menunjukkan performa dominan dengan meraih gelar juara.
Tak hanya itu, ia juga menyapu bersih kemenangan di One Prix Championship kelas beginner dan Honda Dream Cup kategori rookie. Konsistensi ini menjadi fondasi kuat bagi karier internasionalnya.
Setelah sempat terhenti akibat pandemi, Veda kembali tampil pada 2021. Tahun tersebut menjadi debut internasionalnya lewat wildcard di Asia Talent Cup. Meski hanya mengikuti tiga balapan, ia mampu finis dua kali di posisi 10 besar.
Dominasi di Asia Talent Cup
Puncak performa Veda Ega Pratama terjadi pada musim 2023. Ia tampil luar biasa di Asia Talent Cup dengan meraih 9 kemenangan dari 12 balapan. Total 141 poin yang dikumpulkan mengantarkannya menjadi juara dengan selisih sangat jauh dari rival.
Prestasi ini membuatnya mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjadi juara dengan dominasi luar biasa di ajang tersebut. Tak hanya itu, ia juga tampil kompetitif di Asia Road Racing Championship kelas AP250 dengan beberapa kemenangan dan podium.
Tembus Eropa dan Red Bull Rookies Cup
Kesuksesan di Asia membuka jalan Veda ke panggung Eropa. Pada 2024, ia mendapatkan kesempatan tampil di Red Bull Rookies Cup, ajang bergengsi yang dikenal sebagai “kawah candradimuka” calon bintang MotoGP dunia.
Meski minim pengalaman di sirkuit Eropa, Veda mampu beradaptasi dengan cepat. Dari 14 balapan, ia meraih satu podium dan hanya dua kali gagal finis. Ia menutup musim di peringkat 8 klasemen akhir, pencapaian yang sangat impresif untuk debutan.
Selain itu, Veda juga naik kelas ke Supersport 600 di Asia Road Racing Championship. Menggunakan motor 600cc, ia tetap mampu bersaing dan bahkan meraih podium di seri Mandalika.
Mimpi Besar Menuju MotoGP
Dengan perjalanan karier yang terus menanjak, Veda memiliki mimpi besar: menjadi pembalap Indonesia pertama yang menembus MotoGP dan meraih gelar juara dunia.
Dalam wawancara dengan Red Bull Rookies Cup, ia mengaku terinspirasi oleh Casey Stoner. Ia ingin mengikuti jejak idolanya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah balap dunia.
Melihat konsistensi, bakat, dan mental bertandingnya, banyak pihak optimistis Veda Ega Pratama bisa menjadi ikon baru balap motor Indonesia. Jika terus berkembang, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pembalap Indonesia pertama yang benar-benar bersaing di level tertinggi MotoGP.
Editor : Edo Trianto