Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rahasia Depresiasi Mobil Terbongkar! Ini Mobil dengan Resale Value Paling Tinggi, dari Innova Diesel hingga Land Cruiser

Novica Satya Nadianti • Selasa, 31 Maret 2026 | 17:50 WIB
Resale value mobil terungkap! Ini daftar mobil paling stabil dari Innova diesel hingga Land Cruiser yang minim depresiasi.
Resale value mobil terungkap! Ini daftar mobil paling stabil dari Innova diesel hingga Land Cruiser yang minim depresiasi.

 
JAKARTA - Banyak orang membeli mobil tanpa memahami satu hal krusial: depresiasi. Padahal, memahami pola penurunan harga atau resale value mobil bisa menentukan apakah pembelian kendaraan menjadi keputusan cerdas atau justru merugikan.

Dalam analisis terbaru, terungkap bahwa tidak semua mobil mengalami depresiasi dengan pola yang sama. Ada yang harganya langsung terjun bebas sejak tahun pertama, ada yang turun perlahan, hingga ada yang stabil setelah tahun keempat. Fakta ini membuat pemahaman tentang resale value mobil menjadi kunci untuk memaksimalkan keuntungan.

Menariknya, beberapa model bahkan mampu mempertahankan nilai jual hingga di atas 90 persen pada tahun-tahun awal. Artinya, pemilik hanya menanggung depresiasi kecil setiap tahunnya.

Baca Juga: ⁠Ratusan CJH Kabupaten Blitar Siap Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini, Kemenag Beberkan Tahapan Persiapannya

Pola Depresiasi: Tahun Pertama, Keempat, dan Kesembilan

Secara umum, depresiasi mobil paling terasa di tahun pertama. Mobil kategori luxury seperti sedan premium rata-rata hanya menyisakan sekitar 75 persen dari harga awal setelah satu tahun pemakaian.

Memasuki tahun keempat, nilainya turun lebih jauh ke kisaran 59 persen. Bahkan di tahun kesembilan, harga mobil mewah bisa tersisa hanya 30–40 persen dari harga awal.

Namun pola ini berbeda dengan mobil segmen “sejuta umat” seperti MPV dan SUV. Di kategori ini, harga relatif lebih stabil dan penurunannya tidak sedrastis mobil mewah.

Baca Juga: Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB, Anak Mantan Wakil Bupati Blitar Ini Siap Laksanakan Perintah Partai

Mobil Luxury: Cepat Turun, Tapi Peluang di Bekas

Mobil seperti Mercedes-Benz dan BMW menjadi contoh paling jelas depresiasi tajam. Dalam jangka panjang, nilai jualnya bisa turun hingga di bawah 30 persen.

Meski begitu, kondisi ini justru membuka peluang bagi pembeli mobil bekas. Dengan harga yang sudah turun drastis, konsumen bisa mendapatkan mobil premium dengan kondisi masih sangat baik, namun dengan harga jauh lebih terjangkau.

MPV Jadi Raja Resale Value

Berbeda dengan mobil mewah, segmen MPV justru menjadi juara dalam hal resale value mobil. Model seperti Toyota Innova diesel, Honda Brio, hingga Mitsubishi Xpander mampu mempertahankan harga di kisaran 80–90 persen di tahun pertama.

Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Kabupaten Blitar Mulai Pendataan Awal Calon Siswa

Bahkan setelah sembilan tahun, rata-rata MPV masih memiliki nilai jual antara 60 hingga 80 persen. Ini menjadikannya pilihan paling aman bagi konsumen yang ingin meminimalkan kerugian.

Toyota Innova diesel menjadi contoh paling menonjol. Dalam sembilan tahun, mobil ini masih mampu mempertahankan nilai hingga sekitar 86 persen. Artinya, depresiasi per tahun hanya sekitar 1,5 persen—angka yang sangat kecil di dunia otomotif.

Land Cruiser dan SUV Premium Paling Tahan di Awal

Selain MPV, SUV seperti Toyota Land Cruiser juga menunjukkan performa impresif. Pada tahun pertama, depresiasinya hanya sekitar 1 persen.

Di tahun keempat, nilainya masih berada di kisaran 90 persen. Namun, penurunan mulai terasa setelah tahun kedelapan, meski tetap tergolong stabil dibanding mobil lain.

Baca Juga: Kuota Bus Sekolah di Kabupaten Blitar Baru Terisi 40 Persen, Trayek Baru Doko-Kedamben Siap Beroperasi

SUV lain seperti Mitsubishi Pajero dan Honda HR-V juga menunjukkan tren positif, dengan nilai jual yang tetap berada di atas 60 persen setelah hampir satu dekade.

Mobil Sedan, Paling Cepat “Boncos”

Sebaliknya, mobil sedan dari segmen non-luxury seperti Toyota Camry, Honda Accord, dan Honda Civic mengalami depresiasi lebih besar dibanding MPV.

Meski masih tergolong stabil di tahun pertama, nilainya terus turun hingga kisaran 40 persen di tahun kesembilan. Ini menunjukkan bahwa sedan kurang ideal jika tujuan utamanya adalah menjaga nilai investasi.

Faktor Penentu Resale Value Tinggi

Ada beberapa faktor utama yang membuat resale value mobil tetap tinggi. Pertama, efisiensi bahan bakar dan biaya operasional. Kedua, ketersediaan suku cadang yang melimpah. Ketiga, reputasi mesin yang bandel.

Baca Juga: Harga & Angsuran Mitsubishi Expander dan XL7 Terbaru 2026: DP Murah, Garansi 1 Tahun, Banyak Bonus!

Selain itu, faktor eksternal seperti regulasi pemerintah dan kehadiran model baru juga sangat memengaruhi harga mobil bekas di pasar.

Strategi Cerdas Membeli Mobil

Bagi konsumen, memahami data ini bisa menjadi strategi penting. Jika ingin membeli mobil baru, tentukan sejak awal kapan akan dijual kembali. Jika ingin menghemat, membeli mobil bekas usia 4 tahun bisa menjadi pilihan ideal karena depresiasi mulai melambat.

Kesimpulannya, tidak semua mobil membuat pemiliknya merugi. Dengan memahami resale value mobil, konsumen bisa mengubah pembelian kendaraan menjadi keputusan finansial yang lebih menguntungkan.

Editor : Novica Satya Nadianti
#mobil bekas terbaik #depresiasi mobil #resale value mobil #mobil paling awet harga