JAKARTA - Tren mobil Cina bekas murah di bawah Rp130 juta mulai mencuri perhatian di pasar otomotif Indonesia. Di tengah mahalnya harga mobil baru dan stabilnya harga mobil bekas Jepang, konsumen kini mulai melirik opsi lain yang menawarkan value lebih tinggi.
Fenomena ini muncul karena harga mobil baru yang semakin sulit dijangkau. Meski tersedia skema kredit dengan cicilan mulai Rp3 jutaan per bulan, angka tersebut masih tergolong besar bagi sebagian masyarakat. Apalagi, dengan nominal tersebut, konsumen umumnya hanya mendapatkan mobil entry-level.
Di sisi lain, pasar mobil Cina bekas murah di bawah Rp130 juta menawarkan alternatif menarik. Dengan harga yang relatif terjangkau, pembeli bisa mendapatkan mobil dengan usia lebih muda, fitur modern, dan desain yang masih relevan dibandingkan mobil Jepang dengan harga serupa.
Harga Mobil Jepang Bekas Cenderung Stabil
Selama ini, mobil bekas asal Jepang dikenal memiliki nilai jual kembali yang tinggi. Beberapa model seperti Mitsubishi Xpander, Honda Jazz, hingga Toyota Avanza bahkan mengalami depresiasi yang relatif kecil dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai contoh, Mitsubishi Xpander tahun 2018 masih dijual di atas Rp170 juta. Begitu juga Honda Jazz generasi GE8 dan GK5 yang harganya tetap stabil di pasaran.
Kondisi ini membuat selisih harga antara mobil baru dan bekas menjadi tidak terlalu signifikan. Dalam beberapa kasus, perbedaannya hanya sekitar Rp50 juta, sehingga banyak konsumen mulai mempertimbangkan membeli mobil baru dibandingkan bekas.
Namun, bagi pembeli dengan budget terbatas, pilihan mobil Jepang di bawah Rp130 juta umumnya sudah berusia lebih dari 10 tahun. Hal ini tentu berpotensi menimbulkan biaya perawatan tambahan.
Baca Juga: Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB, Anak Mantan Wakil Bupati Blitar Ini Siap Laksanakan Perintah Partai
Mobil Cina Bekas Tawarkan Value Tinggi
Berbeda dengan mobil Jepang, mobil Cina bekas murah di bawah Rp130 juta justru menawarkan value yang lebih tinggi. Salah satu contohnya adalah Wuling Almaz tahun 2019 yang kini dijual di kisaran Rp130 juta hingga Rp135 juta.
Padahal, saat pertama kali diluncurkan, harga mobil ini berada di kisaran Rp300 jutaan. Dengan harga bekas tersebut, konsumen sudah mendapatkan SUV dengan transmisi otomatis, panoramic sunroof, dan fitur modern lainnya.
Selain itu, ada juga Wuling Cortez 2019 yang dibanderol mulai Rp113 juta hingga Rp125 juta. Mobil ini menawarkan kabin luas, fitur lengkap, serta kenyamanan yang sulit ditemukan pada mobil Jepang di harga yang sama.
Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Kabupaten Blitar Mulai Pendataan Awal Calon Siswa
Pilihan lain datang dari DFSK Glory 560 tahun 2020 yang saat ini dijual sekitar Rp110 juta. Mobil ini menawarkan desain interior modern, head unit layar sentuh, serta fitur yang tergolong lengkap di kelasnya.
Stigma Mobil Cina Masih Jadi Pertimbangan
Meski menawarkan banyak keunggulan, mobil Cina bekas murah di bawah Rp130 juta masih menghadapi stigma di masyarakat. Kekhawatiran terkait kualitas, durabilitas, hingga ketersediaan suku cadang masih sering menjadi alasan utama.
Stigma ini bukan tanpa dasar. Pada masa awal masuk ke Indonesia, beberapa merek mobil Cina sempat mengalami pasang surut dan meninggalkan kesan kurang baik di mata konsumen.
Baca Juga: Update Stok Mobil Bekas: Yaris, Honda Jazz, dan HRV Siap Jadi Pilihan Lebaran 2026
Namun, kondisi tersebut mulai berubah. Produsen yang masih bertahan saat ini dinilai telah mengalami peningkatan kualitas, terutama untuk model dengan usia di bawah 10 tahun.
Spare Part dan Bengkel Kini Lebih Mudah
Salah satu kekhawatiran terbesar terkait mobil Cina adalah ketersediaan spare part. Namun saat ini, kondisi tersebut sudah jauh membaik.
Banyak suku cadang aftermarket yang tersedia di marketplace dengan harga terjangkau. Bahkan, beberapa komponen penting seperti rack steer untuk Wuling Almaz sudah bisa ditemukan dengan harga sekitar Rp2 jutaan.
Baca Juga: Harga & Angsuran Mitsubishi Expander dan XL7 Terbaru 2026: DP Murah, Garansi 1 Tahun, Banyak Bonus!
Selain itu, bengkel umum juga mulai familiar dengan mobil Cina, terutama yang sudah beredar lebih dari lima tahun di Indonesia. Hal ini membuat perawatan tidak lagi harus bergantung pada bengkel resmi.
Perawatan Jadi Kunci Utama
Meski demikian, ada satu hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil Cina bekas murah di bawah Rp130 juta, yakni perawatan. Komponen mobil Cina umumnya tidak sekuat mobil Jepang, sehingga membutuhkan perhatian lebih.
Penggunaan oli berkualitas, khususnya full sintetis, sangat dianjurkan untuk menjaga performa mesin dan transmisi. Selain itu, bagian kaki-kaki juga dikenal lebih cepat mengalami keausan.
Baca Juga: Mitsubishi Expander Cross vs Suzuki Ertiga Bekas: Head-to-Head Harga, Fitur, dan Kenyamanan 2026
Di sisi lain, konsumen juga harus siap dengan nilai jual kembali yang cenderung terus menurun. Berbeda dengan mobil Jepang yang depresiasinya relatif kecil, mobil Cina bisa mengalami penurunan harga signifikan dalam beberapa tahun.
Layak Dibeli atau Tidak?
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, mobil Cina bekas murah di bawah Rp130 juta tetap menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mengutamakan fitur dan kenyamanan.
Selama pembeli tidak terlalu memikirkan resale value dan siap melakukan perawatan secara rutin, mobil Cina bekas bisa menjadi opsi yang sangat worth it dibandingkan mobil Jepang di rentang harga yang sama.
Editor : Novica Satya Nadianti