BLITAR - SUV hybrid 200 jutaan mendadak jadi perbincangan hangat di dunia otomotif Indonesia. Kehadirannya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 langsung menyita perhatian publik karena menawarkan harga terjangkau dengan teknologi canggih.
SUV hybrid 200 jutaan ini diklaim mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 30 km per liter, angka yang jauh lebih irit dibandingkan mobil konvensional di kelasnya. Tak heran, peluncuran mobil ini disebut-sebut sebagai gebrakan besar yang berpotensi mengubah peta persaingan otomotif nasional.
Menariknya, SUV hybrid 200 jutaan ini bukan hanya unggul dari sisi efisiensi, tetapi juga dari fitur dan teknologi. Hal ini membuatnya semakin dilirik sebagai alternatif mobil keluarga modern yang hemat sekaligus ramah lingkungan.
Harga Terjangkau, Fitur Melimpah
Mobil yang dimaksud adalah Chery Tiggo Cross CSH Hybrid Comfort. Kehadirannya menjadi kejutan karena mobil hybrid biasanya dibanderol di atas Rp400 jutaan. Namun, Chery justru berani masuk ke segmen harga Rp200 jutaan.
Langkah ini dinilai sebagai strategi agresif untuk merebut pasar yang selama ini dikuasai merek Jepang. Dengan harga setara mobil LMPV populer, SUV hybrid ini menawarkan nilai lebih dari sisi teknologi.
Tak tanggung-tanggung, mobil ini dibekali hingga 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Fitur-fitur tersebut umumnya hanya ditemukan pada mobil dengan harga jauh lebih tinggi.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Bekas Murah untuk Mudik 2026: Irit BBM dan Kuat Nanjak!
Beberapa fitur unggulan yang disematkan antara lain lane keeping assist, traffic jam assist, hingga enam airbag untuk meningkatkan keamanan. Hal ini membuktikan bahwa meskipun murah, mobil ini tetap mengedepankan keselamatan.
Konsumsi BBM Tembus 30 Km/L
Salah satu daya tarik utama SUV hybrid 200 jutaan ini adalah efisiensi bahan bakarnya. Dalam klaim pabrikan, mobil ini mampu mencapai konsumsi hingga 30,3 km/liter di jalan tol.
Angka tersebut bahkan melampaui beberapa kompetitor di kelas hybrid. Sebagai perbandingan, Toyota Yaris Cross Hybrid yang berada di kisaran Rp400 jutaan memiliki konsumsi sekitar 25 km/liter.
Jika klaim tersebut terbukti di penggunaan nyata, maka mobil ini berpotensi menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin kendaraan hemat di tengah harga BBM yang terus meningkat.
Performa Hybrid dan Kenyamanan Kabin
Dari sisi performa, SUV ini mengandalkan mesin bensin 1.500 cc yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga yang cukup untuk kebutuhan harian, baik di dalam kota maupun perjalanan jauh.
Pengguna juga dapat memilih berbagai mode berkendara sesuai kebutuhan, sehingga pengalaman berkendara menjadi lebih fleksibel dan efisien.
Selain itu, sektor kenyamanan juga menjadi perhatian. Kabin dirancang luas dengan desain modern, dilengkapi layar sentuh besar serta sistem infotainment terkini. Material interior yang digunakan pun tergolong baik untuk kelas harganya.
Garansi Panjang dan After Sales
Untuk menjawab kekhawatiran konsumen terhadap teknologi hybrid, Chery memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 150.000 km. Hal ini menjadi nilai tambah yang cukup signifikan.
Selain itu, jaringan layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang juga terus diperluas. Chery menunjukkan keseriusannya dalam membangun kepercayaan konsumen di Indonesia.
Ancaman Serius untuk Dominasi Jepang
Kehadiran SUV hybrid 200 jutaan ini diprediksi akan memberikan dampak besar bagi industri otomotif nasional. Selama ini, mobil hybrid identik dengan harga mahal dan hanya menyasar segmen tertentu.
Namun dengan harga yang lebih terjangkau, teknologi hybrid kini bisa dinikmati oleh lebih banyak masyarakat. Ini berpotensi mengubah preferensi konsumen dari mobil bensin konvensional ke kendaraan ramah lingkungan.
Dominasi merek Jepang yang telah berlangsung puluhan tahun pun mulai mendapat tantangan serius. Brand asal Tiongkok seperti Chery menawarkan kombinasi harga murah, fitur lengkap, dan teknologi modern.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil Bekas Terbaik 2026 di Bawah Rp300 Juta, Brio hingga Innova Reborn Jadi Buruan!
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin pasar otomotif Indonesia akan mengalami pergeseran besar dalam beberapa tahun ke depan.
SUV hybrid 200 jutaan ini pun layak disebut sebagai game changer yang membuat persaingan semakin ketat dan menarik untuk disimak. (*)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda