BLITAR KAWENTAR - Lebaran merupakan momen yang selalu ditunggu setiap tahun.
Selain kesempatan berkumpul dan bermaaf-maafan, Lebaran menjadi kesempatan kaum muda mendapatkan uang saku maupun THR.
Baca Juga: Nasib THR di Tangah Gen Z Pascalebaran, Begini Kata Mereka
Dengan uang ini, banyak yang menggunakan untuk memenuhi wishlist yang sudah lama mereka impikan, entah berupa barang, makanan, atau tempat yang ingin didatangi.
Namun terkadang pemenuhan wishlist bisa jadi pisau bermata dua.
Secara tidak sadar, mereka mempraktikkan tindakan konsumtif.
Membeli barang hanya karena “ingin” bukan karena “butuh”, pergi nongki tiap hari, dan kegiatan pemborosan lainnya.
Sebenarnya, sebagian Gen Z tahu dan sadar kalau mereka membuang uang secara percuma, namun banyak dari mereka yang menormalisasi dengan dalih self reward.
Sebagai generasi yang adaptif dan melek teknologi, akses terhadap edukasi finansial yang luas belum sepenuhnya diimbangi dengan praktik pengelolaan keuangan yang baik.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil Bekas Terbaik 2026 di Bawah Rp300 Juta, Brio hingga Innova Reborn Jadi Buruan!
“Dalam konteks ini, THR seharusnya tidak hanya dilihat sebagai tambahan pemasukan sementara, tetapi juga sebagai momentum melatih kedisiplinan finansial,” ungkap Humaidatuz Zahro', salah satu Gen Z.
Persoalan ini tidak perlu dilihat secara dikotomis antara jajan atau menabung.
Yang lebih penting membangun kesadaran dalam menentukan prioritas yang memiliki dampak jangka panjang.
Cara Gen Z memperlakukan THR sejatinya mencerminkan bagaimana mereka memandang masa depan finansialnya sendiri.
Bukan soal besar kecilnya uang yang diterima, melainkan sejauh mana ada kesadaran mengelola secara bertanggung jawab. (kho/c1/ynu)
Editor : Oksania Difa Ilmada