JAKARTA – Jagat media sosial otomotif tanah air mendadak gempar setelah foto-foto sebuah mobil misterius yang tertutup stiker kamuflase beredar luas. Mobil berjenis SUV tersebut tertangkap kamera sedang terparkir di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, yang disinyalir kuat sedang menjalani uji jalan (road test). Berdasarkan siluet bodi dan proporsinya, banyak pihak meyakini bahwa kendaraan tersebut adalah DFSK E5 Plus PHEV, sebuah SUV keluarga modern yang diprediksi akan menjadi suksesor tangguh bagi kejayaan DFSK Glory 580 di Indonesia.
Kemunculan DFSK E5 Plus PHEV dengan balutan kamuflase biasanya menjadi sinyal valid bahwa peluncuran resminya tinggal menghitung bulan. Langkah ini sering dilakukan produsen untuk memastikan durabilitas mesin dan sistem kelistrikan kendaraan sesuai dengan iklim tropis serta kondisi jalanan di Indonesia. Jika benar mobil ini adalah unit yang dimaksud, maka pasar otomotif nasional akan kedatangan penantang baru yang membawa teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan efisiensi bahan bakar yang sangat impresif namun tetap memiliki performa mesin bensin sebagai cadangan.
"Desainnya tampak jauh lebih futuristik dengan lampu LED tipis dan garis bodi yang lebih halus. Ini bukan sekadar penyegaran, tapi evolusi besar dari Glory 580 menuju era elektrifikasi," ungkap pengamat otomotif yang memantau pergerakan unit DFSK E5 Plus PHEV tersebut. Menariknya, di pasar global seperti Tiongkok, mobil ini dikenal dengan nama Blue Electric E5 Plus dan diproduksi di bawah naungan Dongfeng Socon (DFSK) serta brand Seres. Kehadirannya diprediksi akan merusak dominasi SUV Jepang berkat tawaran teknologi canggih dengan harga yang sangat kompetitif.
Teknologi PHEV: Jarak Tempuh Listrik Hingga 125 KM
Salah satu daya tarik utama yang dibawa oleh DFSK E5 Plus adalah sistem penggerak hibridanya. Mobil ini mengombinasikan mesin bensin 1.500 cc bertenaga 94 HP dengan motor listrik monster yang menghasilkan tenaga 215 HP serta torsi puncak 330 Nm. Dengan kapasitas baterai 25 kWh, SUV keluarga ini diklaim sanggup melaju hingga 125 km hanya dengan tenaga listrik murni (Full EV Mode). Artinya, untuk penggunaan harian seperti berangkat kantor di area perkotaan, pengemudi praktis tidak perlu membakar bensin sama sekali.
Sistem PHEV ini menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki mobil listrik murni (BEV), karena pemilik tidak perlu merasa cemas akan kehabisan daya baterai (range anxiety). Ketika baterai menipis, mesin bensin akan otomatis mengambil alih atau membantu mengisi ulang daya melalui sistem regeneratif saat pengereman. Hal ini menjadikan E5 Plus sebagai solusi transisi paling masuk akal bagi masyarakat Indonesia yang ingin merasakan kecanggihan mobil listrik tanpa ketergantungan penuh pada infrastruktur pengisian daya.
Desain Futuristik dan Interior Lapang 7-Penumpang
Meskipun unit yang terlihat di PIK tertutup stiker, detail desain E5 Plus tetap terpancar kuat. Bagian wajah mengusung konsep minimalis tanpa grill besar, ciri khas kendaraan elektrifikasi masa kini. Lampu belakangnya pun sudah menggunakan teknologi LED horizontal yang memanjang, memberikan kesan lebar dan mewah. Dengan ground clearance yang tinggi dan velg berukuran besar, karakter SUV petualang tetap terjaga meski tampilannya kini lebih klimis dan modern.
Di sisi interior, mobil ini tetap mempertahankan DNA Glory 580 sebagai SUV keluarga sejati dengan konfigurasi tiga baris kursi yang sanggup menampung tujuh penumpang. Kabin yang luas dipadukan dengan fitur-fitur modern khas pabrikan Tiongkok diprediksi akan menjadi senjata utama untuk menggoyang pasar Medium SUV yang saat ini kian sesak.
Prediksi Harga: Akankah Bermain di Angka 400 Jutaan?
Pertanyaan terbesar yang muncul adalah soal harga. Di negara asalnya, Blue Electric E5 Plus dijual mulai dari kisaran Rp245 juta hingga Rp402 jutaan. Jika DFSK Indonesia mampu menekan harga jual atau melakukan perakitan lokal (CKD) sehingga harganya tetap berada di kisaran Rp400 jutaan hingga Rp500 jutaan, maka mobil ini akan menjadi SUV PHEV paling terjangkau di tanah air.
Sebagai perbandingan, teknologi PHEV saat ini biasanya hanya ditemukan pada mobil-mobil premium dengan harga di atas Rp800 juta. Jika DFSK benar-benar membawa E5 Plus dengan skema harga agresif, bukan tidak mungkin peta persaingan SUV di tahun 2026 ini akan berubah total. Kini publik tinggal menunggu pengumuman resmi dari pihak manajemen terkait apakah branding yang digunakan tetap DFSK atau beralih ke Seres yang kini lebih fokus pada lini elektrifikasi.
Editor : Natasha Eka Safrina