Duel perebutan gelar berlangsung sengit selama lima ronde di ATLAS Super Club, Berawa, Bali, pada 28 Maret 2026. Kedua atlet tampil impresif dengan tempo tinggi, menampilkan teknik dan mental bertanding kelas elite nasional. Beruntung, Agung bisa menundukkan lawannya sehingga dapat meraih gelar.
Baca Juga: Warga Tangkap Ramai-ramai Dua Remaja Diduga Hendak Klitih di Wlingi Blitar
Pelatih muay thai Blitar sekaligus coach tim muay thai Jawa Timur, Luki Prasetia mengatakan, pertarungan tersebut merupakan perebutan sabuk nasional di bawah naungan WBC Muay Thai Indonesia.
Agung dan Arsy memang layak dipertemukan karena merupakan atlet terbaik di kelasnya. “Pertandingan Agung dan Arsyu sengit demi merebutkan sabuk nasional. Keduanya atlet terbaik sehingga dipertemukan untuk menentukan yang terbaik,” ujarnya.
Dalam laga yang berjalan ketat hingga ronde akhir, Agung mampu menunjukkan performa yang konsisten. Dengan strategi matang dan ketahanan fisik yang prima, dia berhasil mengungguli lawannya dan dinyatakan sebagai pemenang.
Kemenangan ini mengantarkan Agung menyandang gelar juara nasional di kelas lightweight. Sesuai regulasi, dia wajib mempertahankan sabuk tersebut sebanyak tiga kali untuk bisa melangkah ke perebutan sabuk tingkat Asia.
Tentu bukan hal mudah ke depannya untuk mempertahankan gelar tersebut.
“Jika Agung mampu mempertahankan dominasinya di level Asia hingga tiga kali, peluang Agung naik ke level dunia pun akan terbuka lebar. Maka dari itu, kami meminta doa dari masyarakat Kabupaten Blitar untuk atlet muay thai ini,” ungkapnya.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Ponggok dan Kabupaten Blitar. Selain itu, capaian tersebut juga semakin mengukuhkan Jawa Timur sebagai salah satu daerah penghasil atlet muay thai berprestasi di Indonesia. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah