BLITAR KAWENTAR - Jaiko J5 EV menjadi sorotan di tengah pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Mobil listrik asal Tiongkok ini mencatatkan angka pemesanan fantastis hingga lebih dari 14.000 unit, menandakan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan semakin meningkat.
Keberhasilan Jaiko J5 EV tersebut tidak hanya menjadi indikator tren positif, tetapi juga membuka peluang baru bagi produsen untuk menghadirkan inovasi lanjutan.
Salah satu wacana yang mulai mencuat adalah kehadiran varian hybrid bernama Jaiko J5 SHS (Super Hybrid System), yang saat ini masih dalam tahap kajian untuk pasar Indonesia.
Tingginya angka pemesanan Jaiko J5 EV juga mencerminkan perubahan preferensi konsumen yang mulai beralih ke kendaraan listrik.
Hal ini sejalan dengan laporan Global EV Outlook 2024 yang menyebutkan penjualan kendaraan listrik global mencapai lebih dari 14 juta unit pada 2023, meningkat sekitar 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Mobil Murah Irit BBM 2026 Jadi Tren Baru, Ini 4 Pilihan Paling Efisien di Indonesia
Tren EV dan Strategi Jaiko di Indonesia
Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui berbagai insentif, mulai dari potongan pajak hingga pembangunan infrastruktur charging station.
Data Kementerian Perindustrian juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam penjualan EV sejak kebijakan tersebut diberlakukan.
Head of Marketing Jaiko Indonesia, Muhammad Ilham Pratama, menegaskan bahwa saat ini perusahaan masih fokus memperkuat pasar mobil listrik, khususnya model J5 EV.
Menurutnya, permintaan terhadap kendaraan listrik masih sangat tinggi sehingga menjadi prioritas utama.
Langkah ini dinilai strategis mengingat pemerintah menargetkan 2 juta unit mobil listrik beroperasi pada 2030.
Dengan momentum tersebut, Jaiko memilih memperkuat posisi di segmen EV sebelum memperluas lini produk ke teknologi lainnya.
Peluang Masuknya Jaiko J5 SHS
Meski fokus pada mobil listrik, Jaiko tidak menutup kemungkinan menghadirkan varian hybrid.
Secara global, perusahaan telah memiliki teknologi tersebut melalui model J5 SHS yang mengusung sistem plug-in hybrid.
Teknologi ini mengombinasikan mesin bensin 1.5 liter turbo dengan motor listrik, menghasilkan tenaga hingga 165 kW atau setara 221 hp, serta torsi 295 Nm.
Performa tersebut memungkinkan akselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,9 detik, cukup impresif untuk kelas SUV kompak.
Selain itu, efisiensi bahan bakar menjadi keunggulan utama. Konsumsi BBM tercatat sekitar 5,3 liter per 100 km atau setara 18,8 km per liter.
Efisiensi ini sangat relevan bagi kondisi lalu lintas perkotaan Indonesia yang padat.
Fitur Modern dan Kenyamanan Kabin
Jaiko J5 SHS juga dibekali berbagai fitur canggih seperti ADAS, adaptive cruise control, blind spot detection, dan lane assist.
Teknologi ini meningkatkan keselamatan sekaligus kenyamanan berkendara.
Di sektor interior, SUV ini menawarkan layar infotainment 13,2 inci, panel digital 8 inci, wireless charging, serta kamera 540 derajat yang memudahkan manuver.
Fitur premium lainnya meliputi jok berventilasi dan material kabin berkualitas tinggi.
Dari sisi keselamatan, mobil ini dilengkapi enam airbag serta struktur bodi yang dirancang untuk perlindungan maksimal.
Kabin juga didukung kaca kedap suara untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Tantangan dan Prospek Pasar
Meski memiliki spesifikasi menjanjikan, Jaiko Indonesia masih melakukan kajian sebelum membawa varian hybrid ke Tanah Air.
Infrastruktur charging yang belum merata menjadi salah satu faktor yang memengaruhi strategi tersebut.
Namun, kehadiran Jaiko J5 SHS berpotensi menjadi solusi transisi bagi konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik. Hybrid dianggap sebagai jembatan menuju elektrifikasi penuh.
Jika benar masuk Indonesia, persaingan di segmen SUV elektrifikasi diprediksi semakin ketat dan menarik dalam beberapa tahun ke depan.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan