JAKARTA – Bagi sebagian orang, memodifikasi mobil adalah soal kepuasan batin yang tak ternilai harganya. Hal ini dibuktikan oleh Gilang, seorang pecinta otomotif yang rela merogoh kocek hingga Rp500 juta demi menyulap Honda Jazz GE8 kesayangannya menjadi sosok Honda Fit Hybrid versi Jepang (JDM). Angka yang fantastis ini bahkan melampaui harga baru unit tersebut di masanya, namun bagi Gilang, ini adalah bentuk apresiasi diri melalui karya seni berjalan.
Fenomena modifikasi Honda Jazz GE8 di Indonesia memang seolah tidak ada matinya. Namun, konsep yang diusung Gilang tergolong sangat langka dan berani. Alih-alih memilih gaya sporty atau racing yang umum, ia justru berkiblat pada tampilan "Clean" khas varian Hybrid yang tidak dijual resmi di Indonesia. Hasilnya, sebuah mobil berkelir Super Platinum Aqua Metallic yang tampak standar di mata orang awam, namun merupakan "harta karun" penuh part langka bagi para petrolhead.
Keputusan untuk membangun Honda Jazz GE8 dengan konsep Hybrid JDM ini bermula dari kejadian unik saat pandemi. Berawal dari panel instrumen yang rusak terkena disinfektan, Gilang justru melihatnya sebagai peluang untuk melakukan transformasi total. Kini, mobil tersebut menjadi salah satu rujukan modifikasi paling detail di tanah air, menggabungkan estetika bapak-bapak yang rapi (Bapak-bapak Style) dengan kecanggihan teknologi aksesoris asli Jepang.
Restorasi Total: Dari Warna Hijau Telur Asin hingga Atap Panoramik
Langkah pertama yang paling mencolok dari modifikasi ini adalah penggantian warna bodi secara menyeluruh (repaint). Warna abu-abu metalik bawaan STNK digusur oleh kelir Super Platinum Aqua Metallic atau yang sering disebut hijau telur asin. Warna ini merupakan identitas khas mobil ramah lingkungan Honda di Jepang, yang memberikan kesan sejuk namun tetap elegan saat melintas di jalan raya.
Sektor eksterior diperkuat dengan penggunaan grille asli Honda Fit GP4 yang memiliki lampu LED berwarna biru saat menyala. Tak main-main, harga grille bekasnya saja ditaksir mencapai Rp6,5 juta hingga Rp10 juta. Penampilan luar semakin sempurna dengan pemasangan atap kaca atau top cut panoramik asli Jepang yang pengerjaannya menghabiskan dana sekitar Rp35 juta. "Konsepnya pengin kelihatan standar, tapi tampil beda dan clean dari orang lain," ungkap Gilang.
Interior Full Option: Koleksi Part Honda Access dan Gathers
Masuk ke bagian dalam kabin, nuansa JDM semakin kental terasa. Gilang menyematkan panel AC digital full blower dan sistem keyless asli yang pengerjaannya sangat rumit karena harus membongkar hampir seluruh isi mobil. Di bagian dasbor, terpasang speedometer Honda Fit GP4 yang memiliki indikator mode berkendara seperti Sport, Normal, dan Eco, memberikan nuansa teknologi hibrida yang kental meski mesin aslinya masih bensin konvensional.
Sektor hiburan menjadi salah satu bagian yang paling menguras dompet. Gilang menggunakan head unit Gathers serta sistem audio suround lengkap dengan tweeter dan recorder dari merek yang sama. Tak ketinggalan, berbagai printilan langka dari Honda Access seperti pedal set, karpet edisi 10th Anniversary, hingga sun visor khusus menghiasi interiornya. "Kalau dihitung-hitung, total rapi-rapi semua bisa habis Rp450 juta sampai Rp500 juta," tambahnya.
Tips Modifikasi Jazz GE8 Budget Terbatas
Bagi Anda yang ingin memodifikasi Honda Jazz GE8 namun terkendala dana, Gilang membagikan beberapa tips prioritas. Menurutnya, fokuslah pada perubahan interior yang paling sering dilihat dan dirasakan pengemudi. Tiga komponen inti yang wajib didahulukan adalah panel AC digital, sistem keyless, dan jika memungkinkan, sektor pencahayaan seperti headlamp dan stoplamp model Hybrid.
Pesan penting dari perjalanan modifikasi ini adalah membangun mobil untuk kepuasan diri sendiri, bukan untuk ajang pamer semata. Dengan riset yang mendalam dan kesabaran dalam berburu barang, mobil harian pun bisa berubah menjadi mahakarya yang memiliki nilai jual tinggi. Meski sudah menghabiskan dana setara mobil mewah, Gilang mengaku belum berniat melepas mobilnya walau ditawar di angka Rp300 juta sekalipun
Editor : Natasha Eka Safrina