BLITAR - Persaingan papan atas kompetisi Super League 2025-2026 kian memanas, namun Persib Bandung tampak semakin tak terbendung. Tim asuhan Boyan Hodak ini baru saja menunjukkan kelasnya saat bertandang ke markas Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim. Kemenangan 0-2 lewat brace King Ramon memantapkan posisi Maung Bandung di puncak klasemen dengan raihan 61 poin, unggul jauh dari para pesaingnya.
Keberhasilan Persib Bandung mencuri poin penuh di tanah Minang ini mendapat sorotan tajam dari pengamat sepak bola nasional, Bung Binder. Menurutnya, kunci kemenangan tersebut terletak pada strategi "dingin" yang diterapkan Boyan Hodak. Meski tidak turun dengan kekuatan penuh tanpa Andrew Jung, Franz Putros, dan Patricio Matricardi, skuad Pangeran Biru tetap tampil solid dan sangat tenang dalam mengatur ritme permainan.
"Hebatnya strategi dari Boyan Hodak, sepertinya ia meminta para pemain Persib Bandung agar tidak bermain dengan tempo tinggi. Mereka memperlambat permainan dan fokus pada akurasi umpan, baik pendek maupun switching play. Ini membuktikan mentalitas juara mereka," ungkap Bung Binder dalam analisisnya. Ketenangan inilah yang membuat Semen Padang, yang sebelumnya sempat menumbangkan tim besar, dibuat tak berkutik di hadapan Bobotoh.
Internal Persija Jakarta Memanas Akibat Hujan Kartu Merah
Kondisi kontras justru dialami rival abadi mereka, Persija Jakarta. Di tengah upaya mengejar ketertinggalan poin, tim Macan Kemayoran justru didera masalah internal yang pelik. Hobi mengoleksi kartu merah menjadi batu sandungan besar bagi anak asuh Mauricio Souza. Terbaru, kekalahan dramatis dari Bhayangkara FC terjadi setelah Jordi Ahmad diusir wasit, memaksa Persija bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua.
Mauricio Souza mengaku frustasi dengan disiplin pemainnya. Tercatat, Persija sudah mengantongi delapan kartu merah hanya dalam tujuh pertandingan. "Percuma punya taktik dan strategi yang baik, tapi kalau kondisi kurang pemain, taktik apapun tak akan maksimal," keluh Souza. Ketidakstabilan Persija ini tentu menjadi keuntungan besar bagi Persib Bandung untuk semakin menjauh di jalur perburuan gelar.
Levian Kurzawa dan Ambisi Hattrick Juara
Pemain asing Maung Bandung, Levian Kurzawa, menyatakan keyakinannya bahwa gelar juara musim ini akan kembali mendarat di Bandung. Pemain asal Prancis tersebut menegaskan bahwa dengan sisa delapan pertandingan, Persib memiliki segala syarat untuk menyapu bersih kemenangan. Keberadaan sosok pelatih luar biasa seperti Boyan Hodak menjadi faktor kunci rasa percaya diri para pemain.
Boyan Hodak sendiri menanggapi persaingan ini dengan santai. Baginya, tekanan justru ada pada tim lawan seperti Borneo FC dan Persija Jakarta. "Kita tidak merasakan tekanan karena dalam dua tahun ini kita menang. Saya pikir liga ini akan diselesaikan antara Persija, Borneo, dan Persib," ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Sinyal Perpanjangan Kontrak Boyan Hodak: Menuju Era Baru
Kabar yang paling ditunggu-tunggu Bobotoh akhirnya muncul. Manajemen Persib Bandung dikabarkan tengah serius menyodorkan kontrak baru bagi Boyan Hodak. Mengingat kontrak lamanya akan berakhir pada 31 Mei 2026, jurnalis asal Italia, Lorenzo Lepore, membocorkan bahwa kedua belah pihak sudah memasuki tahap negosiasi yang sangat positif.
Sejak mendarat di Bandung pada 2023, Hodak telah memberikan stabilitas dan dua gelar juara beruntun. Jika kesepakatan ini final, peluang Maung Bandung untuk mencetak sejarah hattrick juara bukan lagi sekadar mimpi. Dengan tangan dinginnya, Boyan Hodak telah membangun fondasi tim yang berkarakter, membuat setiap lawan yang datang harus berpikir dua kali sebelum menantang sang juara bertahan di puncak klasemen Super League.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar