BLITAR - Meskipun kompetisi masih berjalan, jagat sepak bola tanah air sudah dibuat gempar oleh manuver senyap yang dilakukan manajemen Maung Bandung. Bursa transfer Persib untuk musim 2026-2027 diprediksi akan menjadi yang paling ambisius dalam sejarah klub. Tak tanggung-tanggung, sang Pangeran Biru dikabarkan tengah menyusun rencana megah dengan membidik tujuh pemain kelas wahid sekaligus untuk mendarat di Kota Kembang demi menguasai takhta Liga 1 dan berbicara banyak di level Asia.
Langkah ini bukan sekadar belanja pemain biasa, melainkan sebuah misi strategis untuk memperkuat empat posisi krusial, mulai dari sektor penjaga gawang, tembok pertahanan, hingga ujung tombak mematikan. Nama-nama besar yang masuk dalam radar bursa transfer Persib kali ini sukses membuat para pesaingnya ketar-ketir. Sinyal kuat ini mengindikasikan bahwa manajemen ingin membangun "monster" menakutkan yang siap melahap siapa saja di panggung internasional.
Antusiasme Bobotoh kini berada di titik tertinggi setelah beberapa nama bintang mulai dikaitkan secara intens. Pergerakan bursa transfer Persib yang agresif ini juga menjadi bukti bahwa kondisi finansial klub sedang dalam kondisi sangat sehat, terutama setelah kesuksesan di berbagai ajang bergengsi. Maung Bandung tampaknya tidak ingin lagi kecolongan dalam perburuan pemain seperti musim-musim sebelumnya.
Incaran Lini Serang: Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen
Salah satu kejutan terbesar dalam daftar buruan kali ini adalah nama Ole Romeny. Predator yang kini berkarir di Oxford United, Inggris, kabarnya sedang dalam pantauan serius manajemen setelah menghilang dari daftar susunan pemain klubnya dalam tiga laga terakhir. Dengan nilai kontrak mencapai Rp7,38 miliar, Persib tampaknya siap merogoh kocek dalam-dalam demi mendatangkan juru gedor kelas dunia ini untuk memperkuat lini serang mereka di kompetisi Asia.
Selain Ole, nama Ragnar Oratmangoen juga menjadi prioritas. Persib mengincar celah kontrak Ragnar bersama FCV Dender yang akan berakhir Juni 2026. Kehadiran "Wak Haji" Ragnar bukan hanya soal teknis di lapangan, melainkan soal harga diri untuk memulangkan putra bangsa ke pelukan Bobotoh. Tak ketinggalan, winger lincah Borneo FC, Mariano Peralta, yang mengoleksi 12 gol dan 9 assist musim ini, juga masuk dalam radar untuk mengakhiri paceklik gol di lini depan.
Putra Legenda Belanda untuk Gawang Persib
Kejutan paling mencengangkan datang dari sektor penjaga gawang. Persib Bandung dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan untuk memboyong Ronald Koeman Jr, putra kandung pelatih legendaris Timnas Belanda. Media ternama Belanda, Voetbal International, membocorkan bahwa kiper utama SC Telstar ini masuk dalam radar utama. Dengan status kontrak yang akan habis, Maung Bandung berpeluang mendapatkan servis kiper kelas Eropa ini secara cuma-cuma alias bebas transfer.
Statistik Ronald Koeman Jr sendiri cukup impresif di Eerste Divisie musim 2025-2026 dengan catatan menit bermain yang konsisten. Jika transfer ini terwujud, maka Persib akan memiliki salah satu kiper dengan profil paling mentereng di Liga 1, sekaligus meningkatkan brand awareness klub di mata dunia internasional.
Tembok Pertahanan dan Tikungan Maut
Di sektor pertahanan, Persib bersiap melakukan aksi "balas dendam" kepada rival abadi, Persija Jakarta. Jowi Plupesi, yang sebelumnya dikabarkan sempat tertikung, kini kembali menjadi incaran utama. Deputi CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, bahkan telah memberikan sinyal kuat bahwa pembicaraan serius sedang berlangsung untuk mengamankan tanda tangan Jowi sebagai kado manis bagi Bobotoh.
Dua nama lain yang tak kalah panas adalah Dafa Salman dan Victor Luis. Dafa Salman, bek muda potensial milik PSM Makassar, dikabarkan tinggal menunggu waktu untuk berseragam biru setelah kedapatan mengikuti akun resmi Persib. Sementara itu, untuk mendapatkan Victor Luis, Persib harus bersaing sengit dengan raksasa lain seperti Persebaya dan Persija dalam perang urat syaraf dan adu finansial demi mendapatkan bek sayap petarung tersebut.
Jika ketujuh "berlian" ini benar-benar merapat, The Dream Team Persib Bandung akan menjadi kenyataan. Ambisi untuk menguasai takhta sepak bola Indonesia musim depan bukan lagi sekadar rumor, melainkan target nyata yang sedang dikerjakan dengan sangat serius oleh manajemen.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar