BLITAR - Manajemen Persebaya Surabaya tampaknya tidak main-main dalam mempersiapkan kedalaman skuad untuk kompetisi musim depan. Kabar panas mulai berembus kencang mengenai pergerakan tim berjuluk Bajul Ijo ini dalam bursa transfer Persebaya yang diprediksi akan sangat agresif. Sederet nama besar, mulai dari mantan idola Bonek hingga penggawa Timnas Indonesia, masuk dalam radar bidikan manajemen untuk diboyong ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk mengembalikan kejayaan Persebaya Surabaya di papan atas sepak bola nasional. Pergerakan dalam bursa transfer Persebaya kali ini mencakup penguatan di seluruh lini, mulai dari penjaga gawang, barisan pertahanan, hingga ujung tombak yang mematikan. Rumor yang berkembang menunjukkan bahwa manajemen tengah melakukan negosiasi serius untuk mendaratkan para pemain yang memiliki rekam jejak mentereng di Liga 1 maupun kancah internasional.
Kepastian mengenai siapa saja yang akan resmi mengenakan jersey hijau-hijau masih menunggu pengumuman resmi dari manajemen. Namun, antusiasme Bonek Mania sudah memuncak melihat daftar pemain incaran yang bocor ke publik. Perpaduan antara pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat menjadi fokus utama dalam perburuan pemain kali ini.
Misi Memulangkan David da Silva dan Ciro Alves
Kabar yang paling menyita perhatian adalah upaya manajemen untuk memulangkan "sang mantan", David da Silva. Striker asal Brasil yang kini membela Malut United FC tersebut dikabarkan menjadi target utama dalam bursa transfer Persebaya musim depan. Meskipun kontraknya di Malut United baru berakhir pada 2027, manajemen Bajul Ijo disebut-sebut siap memberikan penawaran menarik demi mengembalikan ketajaman lini depan mereka.
Tak hanya David da Silva, rekan setimnya di Malut United, Ciro Alves, juga masuk dalam daftar belanja. Pemain sayap kanan berkebangsaan Brasil tersebut dinilai memiliki kecepatan dan naluri gol yang dibutuhkan untuk melengkapi trisula serangan Persebaya. Kehadiran duo Brasil ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas produktivitas gol tim yang sempat menjadi evaluasi di musim-musim sebelumnya.
Ramadhan Sananta dan Peremajaan Lini Serang
Kejutan lain datang dari radar pemain lokal. Persebaya Surabaya dikabarkan sangat tertarik untuk memboyong striker Tim Nasional Indonesia, Ramadhan Sananta. Pemain berusia 23 tahun yang saat ini berkarir di luar negeri bersama DPMM FC tersebut menjadi komoditi panas. Ketajaman Sananta di depan gawang menjadikannya sosok ideal untuk memperkuat opsi striker lokal berkualitas di skuad asuhan pelatih Persebaya.
Selain Sananta, manajemen juga melirik talenta muda milik PSM Makassar, Victor Dethan. Pemain berusia 21 tahun ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang di posisi sayap kanan. Dengan usia yang masih sangat muda, Victor Dethan dianggap memenuhi kriteria sebagai pemain masa depan yang bisa berkembang pesat di bawah atmosfer sepak bola Surabaya yang sangat dinamis.
Memperkokoh Pertahanan: Gerilya di Skuad PSM dan Persita
Tidak hanya fokus pada lini serang, sektor pertahanan juga mendapat perhatian serius. Persebaya dikabarkan membidik dua menara pertahanan milik PSM Makassar, yakni Victor Luiz dan Yuran Fernandes. Keduanya dikenal sebagai bek tangguh yang sulit dilewati penyerang lawan. Upaya mendaratkan dua pilar Juku Eja ini menunjukkan keinginan kuat manajemen untuk membangun tembok pertahanan yang sulit ditembus.
Untuk posisi di bawah mistar gawang, nama kiper asing Persita Tangerang, Igor Rodriguez, mendadak mencuat. Penjaga gawang berkebangsaan Portugal ini dinilai memiliki reflek dan kepemimpinan yang baik di area kotak penalti. Dengan kontrak yang akan berakhir di Persita pada 2026, peluang Persebaya untuk mendaratkan Igor terbilang cukup terbuka lebar.
Rentetan rumor pemain incaran ini membuktikan bahwa Persebaya Surabaya sedang membangun kekuatan besar. Jika semua target ini berhasil didapatkan, bukan tidak mungkin musim depan GBT akan menjadi tempat yang sangat angker bagi lawan-lawan mereka. Kini, bola berada di tangan manajemen untuk merampungkan negosiasi dan mewujudkan "The Dream Team" bagi publik Surabaya.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar