BLITAR – Kabar mengejutkan kembali mengguncang jagat sepak bola tanah air, khususnya bagi para pendukung setia Bajul Ijo. Persebaya Surabaya dikabarkan tengah melirik talenta asal Italia, Nicola Mosti, untuk memperkuat kedalaman skuad di lini tengah. Rumor ini mencuat di media sosial dan langsung memicu analisis mendalam mengenai kebutuhan tim akan pelapis sepadan bagi motor serangan mereka saat ini, Francisco Rivera.
Selama ini, Persebaya Surabaya memang tampak sangat bergantung pada kreativitas Francisco Rivera. Ketergantungan ini menjadi risiko besar ketika pemain asal Meksiko tersebut harus absen atau mengalami penurunan performa. Kehadiran Nicola Mosti, yang saat ini memperkuat Juve Stabia, dinilai sebagai solusi cerdas untuk menjaga stabilitas kreativitas tim di setiap pertandingan kompetisi Super League.
Mosti bukanlah gelandang sembarangan. Pemain didikan Juventus U23 ini memiliki catatan impresif dengan koleksi 6 gol dan satu asis dari 31 pertandingan musim ini. Fleksibilitasnya yang mampu berperan sebagai gelandang serang maupun gelandang tengah memberikan dimensi baru yang sangat dibutuhkan oleh pelatih Persebaya Surabaya. Dengan pengalaman merumput di Monza, kualitas distribusi bola Mosti diyakini bisa mengurangi beban berat yang selama ini dipikul oleh Rivera sendirian.
Strategi Fisik Menghadapi Jadwal Padat April 2026
Di tengah rumor transfer yang kian panas, Persebaya Surabaya juga dihadapkan pada tantangan nyata di lapangan. Bulan April 2026 diprediksi akan menjadi bulan "neraka" bagi tim kebanggaan Bonek ini. Sebanyak lima pertandingan berat telah menanti dalam kurun waktu hanya 25 hari. Jadwal yang sangat rapat ini menuntut manajemen kebugaran yang ekstra ketat agar fisik dan mental pemain tidak kedodoran.
Pelatih fisik Persebaya, Shin Sang-gyu, menegaskan bahwa proses pemulihan (recovery) adalah kunci utama. Menurutnya, keseimbangan antara intensitas latihan tinggi dan waktu istirahat harus dijaga dengan sangat disiplin. "April nanti kami bermain hampir setiap minggu. Hal yang paling krusial adalah bagaimana pemain bisa pulih cepat setelah laga usai," ujar Shin Sang-gyu saat ditemui di sela-sela latihan kolektif tim.
Selama masa libur sebelumnya, para pemain sebenarnya telah dibekali menu latihan individu. Namun, Shin menekankan bahwa sentuhan dalam latihan tim tetap berbeda secara signifikan. Oleh karena itu, pekan ini intensitas latihan langsung digenjot hingga ke level maksimal guna memastikan seluruh penggawa Bajul Ijo berada dalam kondisi tempur yang prima sebelum memasuki rangkaian jadwal padat tersebut.
Kedalaman Skuad Sebagai Kunci Konsistensi
Munculnya nama Nicola Mosti dalam bursa transfer sejalan dengan kekhawatiran tim pelatih soal kedalaman skuad. Dalam kompetisi yang panjang dan jadwal yang melelahkan seperti pada April mendatang, memiliki dua pemain berkualitas di posisi yang sama bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan mendesak. Jika transfer Mosti terwujud, kompetisi sehat antara dirinya dan Rivera justru akan menguntungkan Persebaya secara keseluruhan.
Mosti diharapkan tidak hanya datang sebagai pelapis, tetapi juga sebagai pembeda yang mampu membaca permainan dengan gaya khas Eropa. Kombinasi lini tengah yang solid akan menjadi modal utama bagi Bajul Ijo untuk terus bersaing di papan atas klasemen. Tanpa kedalaman yang mumpuni, impian untuk meraih hasil maksimal di setiap laga bisa saja sirna akibat kelelahan pemain inti.
Kini, perhatian seluruh suporter tertuju pada dua hal: manuver manajemen di bursa transfer dan ketahanan fisik pemain di bawah asuhan Shin Sang-gyu. April akan menjadi bulan penentu bagi perjalanan Persebaya Surabaya musim ini. Jika mereka mampu melewati badai jadwal padat dengan poin maksimal, posisi di tangga juara pun akan semakin nyata dalam genggaman.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar