BLITAR - Kabar mengejutkan datang dari markas tim Bajul Ijo menjelang berakhirnya musim kompetisi. Sosok kapten sekaligus ruh permainan Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, dikabarkan bakal meninggalkan klub musim depan. Rumor ini mencuat setelah negosiasi perpanjangan kontrak antara manajemen dan sang pemain kabarnya menemui jalan buntu. Bruno disebut-sebut berpotensi besar untuk kembali merumput di kasta tertinggi Liga Yunani.
Kehilangan Bruno Moreira tentu akan menjadi lubang besar bagi Persebaya Surabaya. Sepanjang musim ini, pemain asal Brasil tersebut telah menjadi motor serangan utama dengan kontribusi nyata berupa 9 gol dan 3 asis. Tidak hanya soal statistik di atas kertas, Bruno juga memiliki pengaruh kepemimpinan yang sangat kuat di ruang ganti pemain. Kepergian sang kapten diprediksi akan memaksa pelatih untuk merombak total strategi permainan tim untuk musim mendatang.
Guna menambal kekosongan yang ditinggalkan Bruno, manajemen Persebaya Surabaya kini mulai melirik penyerang tajam milik Borneo FC, Mariano Peralta. Pemain tersebut dinilai memiliki profil yang realistis dengan torehan 14 gol musim ini. Namun, langkah mendaratkan Peralta dipastikan tidak akan mudah. Selain harus berhadapan dengan tembok tebal manajemen Borneo FC, Persebaya juga harus bersaing sengit dengan rival abadi mereka, Persija Jakarta, yang kabarnya juga menaruh minat pada sang striker.
Fokus Total Menuju Duel Klasik di JIS
Di tengah kencangnya rumor transfer pemain, bek andalan Risto Mitrevski meminta rekan-rekannya untuk tidak terdistraksi. Ia menegaskan bahwa euforia kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang pada pekan ke-26 Super League 2025-2026 harus segera diakhiri. Fokus utama skuad Green Force saat ini adalah duel klasik penuh gengsi melawan Persija Jakarta yang akan digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 11 April 2026 mendatang.
Risto mengakui bahwa kemenangan atas Persita di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Selasa, 4 April 2026 lalu didapat dengan penuh perjuangan. Meski tampil dominan dan mengendalikan permainan sejak menit awal, Persebaya sempat kesulitan menambah pundi-pundi gol. Kedisiplinan menjadi kunci utama timnya mampu mengamankan poin penuh dan mengembalikan stabilitas performa tim setelah sebelumnya sempat menelan kekalahan telak.
"Kami tahu sejak awal bahwa pertandingan melawan Persita akan sulit karena mereka tim yang baik. Namun, kunci kemenangan kami adalah kerja tim dan sikap semua pemain di lapangan. Sekarang, fokus kami sepenuhnya untuk laga melawan Persija," ujar Risto Mitrevski dengan nada optimis.
Ujian Konsistensi dan Mental Juara Bajul Ijo
Menghadapi Persija Jakarta di kandang lawan selalu menjadi ujian mental bagi para pemain Persebaya Surabaya. Duel ini bukan sekadar perebutan tiga poin di klasemen, melainkan pertaruhan harga diri bagi kedua kelompok suporter. Risto menilai pada babak pertama laga sebelumnya, tim sudah menunjukkan kontrol yang baik, dan di babak kedua mereka tampil lebih menyerang. Ritme agresif inilah yang ingin dibawa Persebaya saat bertandang ke Jakarta nanti.
Manajemen kini dituntut bergerak cepat, baik dalam memagari pemain kunci maupun mencari suksesor yang sepadan jika Bruno Moreira benar-benar angkat kaki. Penyesuaian strategi harus segera dilakukan agar transisi kepemimpinan di lapangan tidak mengganggu stabilitas tim yang sedang dalam tren positif. Duel klasik di JIS nanti akan menjadi bukti sejauh mana kesiapan fisik dan mental para pemain Persebaya menghadapi tekanan tinggi di akhir musim.
Kini, perhatian Bonek Mania tertuju pada bagaimana strategi pelatih dalam meredam agresivitas Macan Kemayoran di JIS. Apakah Persebaya mampu menjaga momentum kemenangan mereka tanpa terganggu isu hengkangnya sang kapten? Laga pada 11 April nanti akan menjadi jawaban atas konsistensi Bajul Ijo di papan atas klasemen Super League musim ini.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar