JAKARTA – Harga mobil baru yang terus merangkak naik dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak konsumen mulai melirik pasar mobil bekas. Data terbaru menunjukkan bahwa harga mobil baru di Indonesia sepanjang 2024 hingga 2026 mengalami kenaikan hingga 15 persen. Dampaknya, dana Rp100 juta kini bahkan tak cukup untuk membeli mobil LCGC baru varian termurah.
Di tengah kondisi tersebut, muncul fenomena menarik di pasar mobil bekas yang dikenal sebagai “depresiasi tajam”. Mobil keluaran tahun 2020 hingga 2021 kini mengalami penurunan harga signifikan, bahkan bisa mencapai 40 persen dari harga barunya. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pemburu mobil bekas di bawah Rp100 juta yang masih tergolong muda dan layak pakai.
Mobil-mobil ini umumnya baru habis masa garansi pabrik, dengan kilometer relatif rendah di bawah 50.000 km. Dari sisi teknologi, fitur keselamatan dan kenyamanan juga sudah cukup modern. Berikut empat rekomendasi mobil bekas di bawah Rp100 juta yang sedang “jatuh harga” namun tetap menarik untuk dipinang.
Renault Triber 2020: Fitur Melimpah, Kabin Fleksibel
Renault Triber tipe RXT 2020 menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen ini. Mobil ini mengusung konsep MPV dengan rasa crossover yang unik. Meski hanya dibekali mesin 1.000 cc 3 silinder, performanya cukup untuk penggunaan harian dengan konsumsi BBM irit.
Keunggulan utama Triber ada pada fitur dan fleksibilitas kabin. Head unit layar sentuh 8 inci sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, sesuatu yang jarang ditemukan di kelas harga ini. Selain itu, konfigurasi kursi 5+2 dengan baris ketiga yang bisa dilepas memberikan fleksibilitas tinggi.
Suspensi khas Eropa juga menjadi nilai tambah, menawarkan kenyamanan lebih saat melewati jalan rusak. Namun, pengguna perlu mempertimbangkan keterbatasan jaringan bengkel dan ketersediaan spare part.
Wuling Confero S 2021: MPV Besar, Muat Banyak
Bagi yang membutuhkan mobil keluarga berukuran besar, Wuling Confero S 2021 bisa menjadi pilihan tepat. Mobil ini dibekali mesin 1.500 cc dengan penggerak roda belakang (RWD), cocok untuk medan menanjak atau membawa beban berat.
Kabinnya luas dengan konfigurasi tiga baris yang masih nyaman untuk penumpang dewasa. Fitur seperti AC double blower, USB port di tiap baris, hingga TPMS menjadi nilai jual tambahan.
Baca Juga: Jelang Keberangkatan Haji, CJH Blitar Fokus Tuntaskan Administrasi Dokumen
Namun, konsumsi BBM tergolong lebih boros dibanding kompetitor, berkisar 9–11 km/liter untuk dalam kota. Selain itu, nilai jual kembali (resale value) juga masih menjadi catatan.
Daihatsu Ayla 2020: Pilihan Aman dan Irit
Daihatsu Ayla 1.0 D+ 2020 menjadi opsi paling aman bagi konsumen yang mengutamakan kemudahan perawatan. Mesin 1.000 cc 3 silinder yang digunakan terkenal bandel dan hemat bahan bakar, dengan konsumsi mencapai 15–16 km/liter di dalam kota.
Namun, fitur yang ditawarkan sangat minimalis. Bahkan, varian ini belum dilengkapi airbag maupun ABS. Dari sisi kenyamanan, kabin terasa sederhana dengan material dasar.
Meski demikian, keunggulan utama Ayla ada pada biaya operasional yang rendah serta ketersediaan spare part yang melimpah di berbagai bengkel.
Suzuki Karimun Wagon R 2020: Kecil Tapi Lega
Suzuki Karimun Wagon R tipe GL 2020 menawarkan kombinasi menarik antara dimensi kompak dan kabin lega. Desain kotaknya memberikan ruang kepala yang luas, bahkan untuk penumpang bertinggi 180 cm.
Baca Juga: Lahan Sawah di Kota Blitar Makin Menyusut Dikepung Bangunan Kantor hingga Perumahan
Mesin K10B 1.000 cc yang digunakan terkenal halus dan responsif. Konsumsi BBM juga cukup efisien, berkisar 14–16 km/liter. Selain itu, visibilitas yang luas membuat mobil ini nyaman digunakan di perkotaan.
Kelemahannya terletak pada desain yang cenderung “love it or hate it” serta statusnya yang sudah tidak diproduksi lagi.
Pilih Sesuai Kebutuhan
Keempat mobil bekas di bawah Rp100 juta ini menawarkan karakter yang berbeda. Renault Triber cocok untuk pencari fitur modern, Wuling Confero S unggul dalam kapasitas, Daihatsu Ayla menawarkan kepraktisan, dan Karimun Wagon R mengedepankan efisiensi serta kabin lega.
Dengan depresiasi harga yang tajam, mobil-mobil ini menjadi opsi menarik di tengah mahalnya harga mobil baru. Namun, calon pembeli tetap disarankan untuk mengecek kondisi unit secara menyeluruh dan membawa mekanik terpercaya sebelum memutuskan membeli.
Editor : Dyah Wulandari