JAKARTA – Update stok mobil bekas Bogor 2026 kembali menarik perhatian pasar otomotif, khususnya bagi masyarakat yang mencari kendaraan dengan harga terjangkau dan skema pembiayaan fleksibel. Di awal bulan Syawal, showroom Sumber Hidayah Motor di kawasan Kabupaten Bogor kembali menghadirkan berbagai pilihan mobil bekas dengan kondisi siap pakai serta cicilan ringan.
Pemilik showroom, Fahru, mengungkapkan bahwa stok sempat menipis menjelang Lebaran. Namun kini unit kendaraan mulai kembali tersedia dengan berbagai tipe, mulai dari city car hingga mobil keluarga tiga baris.
Menariknya, update stok mobil bekas Bogor 2026 ini tidak hanya menawarkan transaksi tunai, tetapi juga pembiayaan berbasis syariah. Sistem ini disebut tanpa denda, tanpa penalti, dan tanpa biaya administrasi tambahan, sehingga menjadi alternatif bagi konsumen yang menghindari skema kredit konvensional.
Baca Juga: Toyota Avanza 2026 Banjir Promo: Cicilan Mulai Rp1,6 Jutaan, DP Rp10 Juta, Ini Rincian Lengkapnya!
“Kalau pembiayaan syariah itu akadnya murni jual beli. Tidak ada denda atau penalti, tapi secara hitungan tetap kompetitif dengan sistem konvensional,” jelas Fahru.
Pilihan Mobil Murah, Cocok untuk Mobil Pertama
Dalam update stok mobil bekas Bogor 2026, tersedia berbagai mobil entry-level yang cocok untuk pembeli pertama. Salah satu yang ditawarkan adalah Toyota Agya 2021 dengan kilometer rendah di kisaran 49 ribu km. Mobil ini dibanderol mulai Rp95 juta (nego), dengan opsi DP Rp10 juta dan cicilan sekitar Rp2,5 juta per bulan selama lima tahun.
Selain itu, ada Suzuki Splash 2014 yang dijual mulai Rp80 jutaan setelah negosiasi. Mobil ini masih dalam proses perapihan seperti tune up dan penggantian engine mounting, namun dijamin siap pakai setelah selesai.
Pilihan lain adalah Daihatsu Ayla 2017 tipe matic dengan harga sekitar Rp83 juta. Mobil ini sudah melalui proses perawatan seperti penggantian oli dan perbaikan kaki-kaki, sehingga siap digunakan tanpa perlu ke bengkel dalam waktu dekat.
DP Super Ringan Mulai Rp3 Juta
Salah satu daya tarik utama dari update stok mobil bekas Bogor 2026 adalah skema DP yang sangat ringan. Untuk beberapa unit, konsumen bahkan bisa membawa pulang mobil hanya dengan DP Rp3 juta.
Contohnya, Toyota Agya 2021 dapat dibeli dengan DP Rp3 juta dan cicilan Rp2,5 juta per bulan. Skema ini jauh lebih ringan dibandingkan pembiayaan di showroom lain yang umumnya mematok DP minimal 10–20 persen dari harga kendaraan.
“DP kecil bisa karena harga OTR kita tidak jauh dari pembiayaan. Jadi struktur cicilannya lebih ringan,” tambah Fahru.
Proses pengajuan kredit juga tergolong cepat, hanya membutuhkan waktu 2–3 hari dengan syarat dokumen seperti KTP, KK, dan NPWP.
Mobil Keluarga Tiga Baris Juga Tersedia
Tak hanya mobil kecil, update stok mobil bekas Bogor 2026 juga menghadirkan berbagai pilihan mobil keluarga. Salah satunya Daihatsu Terios 2017 kondisi istimewa dengan kilometer rendah, dijual sekitar Rp137 juta setelah negosiasi.
Ada juga Nissan Grand Livina 2018 manual yang dibanderol Rp99 juta. Mobil ini dikenal nyaman dan banyak diminati karena harga yang relatif terjangkau untuk kelasnya.
Untuk pilihan lebih baru, tersedia Daihatsu Sigra 2023 dengan harga sekitar Rp102 juta. Mobil ini cocok untuk kebutuhan keluarga maupun operasional harian seperti transportasi online.
Garansi dan Kondisi Siap Pakai
Seluruh unit dalam update stok mobil bekas Bogor 2026 diklaim telah melalui proses pengecekan dan perbaikan. Konsumen bahkan diberikan garansi selama satu bulan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi optimal.
“Target kita mobil keluar dari sini langsung dipakai, minimal 2–4 bulan tidak perlu ke bengkel,” tegas Fahru.
Selain itu, showroom juga memberikan layanan home service gratis, termasuk proses akad kredit yang bisa dilakukan secara online. Hal ini memudahkan konsumen dari luar kota seperti Bekasi dan Tangerang yang menjadi mayoritas pembeli.
Dengan kombinasi harga terjangkau, DP ringan, serta sistem pembiayaan fleksibel, update stok mobil bekas Bogor 2026 menjadi solusi menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan tanpa beban finansial besar di awal.
Editor : Divka Vance Yandriana