BLITAR – Persaingan di kelas Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) tanah air semakin memanas dengan kehadiran Mitsubishi Xpander Facelift 2025 yang diproyeksikan tetap menjadi primadona hingga 2026. Menghadapi rival abadinya, Suzuki Ertiga, perdebatan mengenai efisiensi bahan bakar dan ketangguhan mesin kembali mencuat. Bagi keluarga di Indonesia, memilih antara Xpander vs Ertiga 2026 Indonesia bukan sekadar soal gaya, melainkan soal fungsi dan biaya operasional harian.
Mitsubishi melakukan penyegaran signifikan pada Xpander dengan fokus pada interior, eksterior, serta penyematan fitur keselamatan aktif yang lebih canggih. Salah satu poin yang paling menonjol adalah hadirnya fitur Active Yaw Control (AYC). Fitur ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas kendaraan saat bermanuver di jalan licin atau tikungan tajam, sebuah peningkatan yang membuat Mitsubishi semakin kompetitif menghadapi efisiensi legendaris milik Suzuki Ertiga.
Adu Dapur Pacu: Torsi vs Kehalusan Berkendara
Melihat lebih dalam ke sektor dapur pacu, Mitsubishi Xpander mengandalkan mesin 1.500 cc MIVEC DOHC 16 katup. Mesin ini mampu menyemburkan tenaga maksimal hingga 104,5 PS pada 6.000 RPM dengan torsi puncak mencapai 141 Nm pada 4.000 RPM. Keunggulan utama Xpander terletak pada penggunaan transmisi CVT yang memberikan sensasi berkendara lebih halus dan responsif. Menariknya, torsi besar yang didapat pada putaran mesin rendah membuat Xpander lebih percaya diri saat diajak menanjak dengan beban penuh.
Di sisi lain, Suzuki Ertiga menggunakan mesin K15B berkapasitas 1.462 cc. Secara tenaga, Ertiga unggul tipis dengan 104,7 PS, namun torsinya berada di angka 138 Nm pada 4.400 RPM. Untuk penyaluran tenaga, Ertiga masih mengandalkan pilihan manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan konvensional. Meski secara data tenaga keduanya hampir setara, karakter torsi Xpander yang keluar lebih awal memberikan keuntungan akselerasi di kecepatan rendah yang lebih mantap.
Baca Juga: Wali Kota Blitar Kembali Mutasi ASN hingga Pejabat Eselon, Sekda Digeser Jadi Staf Ahli
Efisiensi BBM: Siapa Rajanya Jalan Raya?
Masalah konsumsi bahan bakar seringkali menjadi faktor penentu utama dalam memilih Xpander vs Ertiga 2026 Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian di berbagai rute, Suzuki Ertiga masih memegang takhta sebagai MPV yang lebih irit. Untuk penggunaan dalam kota, Ertiga mampu mencatatkan angka 12 hingga 14 km/liter, sementara di rute tol atau luar kota, konsumsinya bisa menembus angka fantastis 18 hingga 20 km/liter.
Sementara itu, Mitsubishi Xpander mencatatkan konsumsi BBM di angka 10-12 km/liter untuk rute dalam kota dan 15-17 km/liter untuk rute luar kota. Walaupun sedikit di bawah Ertiga dalam hal efisiensi murni, Xpander memberikan kompensasi berupa kenyamanan berkendara yang lebih stabil dan fitur keselamatan yang lebih lengkap. Teknologi CVT pada Xpander berperan besar menjaga efisiensi tetap optimal di berbagai kondisi jalanan yang dinamis.
Baca Juga: Tunjuk Pj Sekda Kota Blitar, Pemkot Siap Ajukan Calon Nama ke Gubernur Jatim
Fitur Keselamatan dan Kesimpulan Pilih Mana?
Mitsubishi tidak hanya mengandalkan mesin, tetapi juga keamanan. Penambahan fitur Electric Parking Brake (EPB) dan AYC pada model terbaru menunjukkan keseriusan Mitsubishi dalam menghadirkan mobil keluarga yang aman dan menyenangkan untuk dikemudikan. Kehadiran fitur-fitur ini menjadi nilai lebih bagi konsumen yang tidak hanya memikirkan konsumsi BBM, tetapi juga proteksi maksimal bagi anggota keluarga selama perjalanan.
Sebagai kesimpulan, bagi Anda yang mengutamakan efisiensi bahan bakar sebagai prioritas utama untuk mobilitas harian yang padat, Suzuki Ertiga tetap menjadi pilihan yang sangat rasional. Namun, jika Anda mencari keseimbangan antara performa yang tangguh di tanjakan, fitur keselamatan modern, dan kenyamanan berkendara kelas atas, Mitsubishi Xpander Facelift adalah pilihan yang sangat layak dipertimbangkan untuk tahun 2026. (*)