JAKARTA – Memasuki pertengahan tahun 2026, permintaan terhadap kendaraan keluarga yang ekonomis namun tangguh tetap tinggi. Bagi banyak keluarga di Indonesia, memiliki budget terbatas bukan berarti harus mengorbankan kenyamanan. Saat ini, pasar mobil bekas 80 jutaan menjadi primadona karena menawarkan berbagai pilihan Multi Purpose Vehicle (MPV) legendaris yang sudah teruji durabilitasnya di jalanan tanah air.
Memilih mobil bekas 80 jutaan memerlukan ketelitian ekstra, terutama dalam membandingkan biaya operasional seperti konsumsi BBM dan pajak tahunan di tahun 2026. Berdasarkan pantauan pasar, terdapat lima kandidat kuat yang mendominasi kategori ini, mulai dari pabrikan Jepang yang mapan hingga kontestan dari Tiongkok yang menawarkan fitur melimpah dengan harga miring.
Bagi Anda yang memprioritaskan "ketenangan pikiran", duet maut Toyota Avanza (2010-2012) dan Daihatsu Xenia (2011-2013) tetap menjadi penguasa daftar mobil bekas 80 jutaan. Avanza generasi pertama facelift tipe G tahun 2011, misalnya, kini dibanderol di kisaran Rp85 juta hingga Rp90 jutaan. Dengan mesin K3-VE 1.300 cc VVTi yang legendaris, mobil ini menawarkan konsumsi BBM yang sangat rasional, yakni 10-11 km/liter untuk dalam kota. Menariknya, pajak tahunan di tahun 2026 untuk unit ini hanya berkisar di angka Rp1,7 jutaan, menjadikannya opsi paling ramah di kantong bagi mereka yang tidak ingin direpotkan urusan perawatan.
Kenyamanan Setara Sedan vs Efisiensi Maksimal
Jika aspek kenyamanan adalah harga mati, Nissan Grand Livina tipe XV tahun 2012 adalah opsi yang tak terkalahkan dalam jajaran mobil bekas 80 jutaan. Berbeda dengan Avanza yang menggunakan sasis tangga (ladder frame), Grand Livina menggunakan sasis monokok yang memberikan bantingan suspensi empuk dan kabin yang jauh lebih senyap. Meski biaya suku cadangnya sedikit di atas rata-rata merek Jepang lainnya, sensasi berkendara level sedan yang ditawarkannya tetap menjadi daya tarik utama bagi keluarga yang sering melakukan perjalanan antar kota.
Di sisi lain, bagi Anda yang mencari jalan tengah antara kenyamanan dan efisiensi, Suzuki Ertiga generasi pertama (2012-2014) adalah "monster efisiensi" yang sesungguhnya. Untuk unit tahun 2013 tipe GL, harganya kini stabil di angka Rp85 juta hingga Rp95 jutaan. Mengusung mesin K14B 1.400 cc, Ertiga mampu mencatatkan konsumsi BBM luar biasa hingga 18 km/liter untuk rute luar kota. Ini adalah pilihan paling cerdas bagi keluarga modern yang menginginkan mobil nyaman dengan biaya operasional serendah mungkin.
Gebrakan Fitur Melimpah dan Tahun Muda
Bagi pembeli yang rasional dan tidak terlalu mementingkan fanatisme merek, Wuling Confero S keluaran 2017-2018 adalah opsi paling "brutal" secara value for money. Di segmen mobil bekas 80 jutaan, Wuling menawarkan unit yang usianya jauh lebih muda, yakni sekitar tahun 2017. Dengan dana yang sama, Anda mendapatkan mobil dengan kabin yang jauh lebih lapang dan fitur modern yang tidak dimiliki kompetitornya, seperti Tire Pressure Monitoring System (TPMS) dan rem cakram di empat roda.
Pajak tahunan Wuling Confero tahun 2017 di tahun 2026 ini berada di kisaran Rp2,3 jutaan, sedikit lebih tinggi karena tahun produksinya yang lebih muda. Namun, kelegaan kabinnya yang menyerupai apartemen studio berjalan menjadikannya sangat ideal bagi keluarga besar yang mengutamakan ruang dan fitur keselamatan terkini.
Tips Membeli Mobil Bekas di Tahun 2026
Sebagai penutup, penting untuk diingat bahwa dalam membeli kendaraan second hand, kondisi unit adalah segalanya. Pastikan Anda melakukan test drive secara menyeluruh dan mengecek riwayat servis berkala. Membawa mekanik kepercayaan untuk melakukan inspeksi menyeluruh sangat disarankan guna menghindari biaya perbaikan yang membengkak di kemudian hari.
Apapun pilihan Anda—apakah itu ketangguhan Avanza, kenyamanan Grand Livina, efisiensi Ertiga, atau fitur melimpah Wuling—pasar mobil bekas 80 jutaan di tahun 2026 tetap menawarkan solusi mobilitas yang sangat layak untuk dipertimbangkan bagi keluarga Indonesia.
Editor : Natasha Eka Safrina