JAKARTA - Daihatsu Sigra 2024 kembali menjadi perbincangan publik, terutama bagi calon pembeli mobil pertama. Dengan harga terjangkau dan kapasitas tujuh penumpang, mobil ini kerap dijadikan pilihan utama di segmen LCGC. Namun, bagaimana sebenarnya pengalaman pengguna setelah memakainya dalam kehidupan sehari-hari?
Dalam sebuah ulasan pengguna yang telah memakai Daihatsu Sigra 2024 selama beberapa bulan, terungkap sejumlah kelebihan dan kekurangan yang cukup relevan bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan mobil ini. Daihatsu Sigra 2024 dikenal sebagai mobil keluarga murah yang menawarkan efisiensi bahan bakar serta kabin lega.
Kelebihan Daihatsu Sigra 2024
Salah satu daya tarik utama Daihatsu Sigra 2024 adalah harganya yang sangat kompetitif. Dengan banderol sekitar Rp150 jutaan untuk tipe menengah, mobil ini sudah menawarkan konfigurasi tiga baris kursi atau seven seater. Hal ini menjadi nilai jual utama, terutama bagi keluarga muda yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas besar namun tetap ramah di kantong.
Selain itu, biaya operasionalnya tergolong rendah. Pajak tahunan yang relatif murah serta konsumsi bahan bakar yang irit menjadi keunggulan signifikan. Mesin 1.000 cc tiga silinder yang digunakan memang tidak besar, namun cukup responsif untuk penggunaan harian di dalam kota.
Dari sisi kenyamanan, sektor kaki-kaki dinilai cukup empuk untuk kelasnya. Meskipun bukan yang terbaik, suspensi Sigra masih mampu memberikan kenyamanan saat melintasi jalanan perkotaan maupun perjalanan jarak menengah.
Masuk ke interior, kabin Sigra terasa cukup lega. Penumpang baris kedua masih mendapatkan ruang kaki yang memadai, bahkan untuk pengguna dengan tinggi badan sekitar 170 cm. Ketika kursi baris ketiga dilipat, bagasi menjadi cukup luas untuk membawa barang dalam jumlah besar.
Fitur juga menjadi salah satu kelebihan. Pada tipe M, mobil ini sudah dilengkapi dengan lampu LED, sensor parkir, wiper belakang, hingga sistem hiburan dengan konektivitas Bluetooth. Pendingin kabin (AC) juga dinilai cukup dingin, bahkan saat cuaca panas.
Kekurangan Daihatsu Sigra 2024
Meski memiliki banyak kelebihan, Daihatsu Sigra 2024 juga tidak lepas dari sejumlah kekurangan. Salah satu yang paling disorot adalah fitur keselamatan yang masih minim, terutama pada varian bawah. Beberapa tipe bahkan belum dilengkapi dengan sistem pengereman ABS dan airbag, yang kini mulai menjadi standar di banyak mobil modern.
Dari sisi eksterior, tampilan mobil masih terlihat sederhana. Beberapa fitur seperti fog lamp dan spion elektrik belum tersedia di tipe dasar. Velg yang digunakan juga masih berbahan kaleng, sehingga kurang menarik secara visual.
Mesin 1.000 cc tiga silinder memang irit, tetapi pada kondisi tertentu seperti tanjakan atau stop and go, getaran mesin masih terasa. Meski tidak terlalu mengganggu, hal ini bisa menjadi catatan bagi pengguna yang menginginkan kenyamanan lebih.
Kelemahan lain terdapat pada kualitas material interior. Jok berbahan kain dan karpet dasar yang mudah menyerap debu serta cairan membuat perawatan menjadi lebih sulit. Selain itu, minimnya peredam kabin menyebabkan suara dari luar cukup mudah masuk, termasuk suara ban saat melintasi jalan kasar.
Tidak hanya itu, baris ketiga juga belum dilengkapi headrest pada beberapa tipe, sehingga kurang nyaman bagi penumpang dewasa. Struktur bodi yang cenderung tipis juga kerap menjadi bahan kritik, meskipun hal ini berkaitan dengan upaya menekan bobot dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Layak Dibeli atau Tidak?
Terlepas dari berbagai kekurangan tersebut, Daihatsu Sigra 2024 tetap menjadi pilihan rasional di kelasnya. Mobil ini menawarkan value for money yang sulit ditandingi, terutama bagi konsumen dengan budget terbatas.
Pada akhirnya, keputusan kembali pada kebutuhan dan ekspektasi masing-masing pengguna. Jika mengutamakan harga terjangkau, efisiensi, dan kapasitas penumpang, maka Sigra masih sangat layak dipertimbangkan. Namun, jika menginginkan fitur keselamatan dan kenyamanan lebih, calon pembeli mungkin perlu mempertimbangkan varian yang lebih tinggi atau model lain di segmen berbeda.
Editor : Divka Vance Yandriana