JAKARTA - Nissan Grand Livina L10 menjadi salah satu mobil keluarga yang pernah berjaya di Indonesia. Namun, di balik kenyamanan berkendaranya, Nissan Grand Livina L10 juga dikenal memiliki sejumlah masalah yang membuat sebagian pengguna justru kecewa.
Saat pertama kali diluncurkan pada 2007, Nissan Grand Livina L10 langsung menarik perhatian pasar. Dengan harga yang bersaing dengan Toyota Avanza, mobil ini unggul dalam hal kenyamanan. Bahkan, banyak yang menyebut Nissan Grand Livina L10 lebih enak dikendarai dibanding rival “mobil sejuta umat” tersebut.
Namun, seiring berjalannya waktu, citra Nissan Grand Livina L10 mengalami perubahan. Terutama di pasar mobil bekas, mobil ini kerap disebut “murah tapi berisiko”.
Sempat Jadi Primadona di Masanya
Nissan Grand Livina L10 hadir dengan dua pilihan mesin, yakni 1.500 cc dan 1.800 cc. Varian yang ditawarkan pun cukup lengkap, mulai dari SV, XV, hingga Ultimate.
Kesuksesan awal membuat Nissan terus menghadirkan penyegaran, termasuk varian Ultimate 1.5 pada 2009 dan tipe Highway Star (HWS) pada 2010 yang tampil lebih mewah. Pada 2011, mobil ini mendapat facelift ringan sebelum akhirnya digantikan generasi L11.
Meski masa produksinya relatif singkat, sekitar enam tahun, Nissan Grand Livina L10 tetap diminati hingga kini karena harga bekasnya yang sangat terjangkau.
Harga Bekas Murah, Tapi Tidak Ramah Pemula
Di pasar mobil bekas, Nissan Grand Livina L10 kini bisa didapatkan dengan harga puluhan juta rupiah. Namun, harga murah ini justru menjadi “jebakan” bagi sebagian konsumen.
Mobil ini dinilai kurang cocok untuk pemula, terutama bagi yang tidak memahami perawatan kendaraan. Banyak pengguna mengaku kecewa karena biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Menariknya, keluhan justru lebih banyak datang dari pemilik kedua atau pembeli mobil bekas, bukan dari pengguna yang membeli dalam kondisi baru.
AC Single Blower Jadi Sorotan
Salah satu kekurangan utama Nissan Grand Livina L10 adalah penggunaan AC single blower di semua varian. Hal ini membuat distribusi udara tidak merata.
Penumpang di baris depan sering merasa terlalu dingin, sementara penumpang di baris belakang justru kepanasan. Kondisi ini cukup mengganggu, terutama saat perjalanan jauh di siang hari.
Selain itu, mobil ini juga tidak dilengkapi lampu kabin depan. Akibatnya, pengemudi kesulitan saat mencari barang di malam hari karena pencahayaan hanya berasal dari bagian tengah atau belakang yang cenderung redup.
Masalah Kelistrikan dan Mesin
Keluhan lain yang sering muncul adalah masalah kelistrikan. Beberapa kasus yang dilaporkan meliputi fuse box meleleh, ECU bermasalah, hingga kerusakan pada central lock dan speedometer.
Perbaikan ECU bahkan bisa menghabiskan biaya jutaan rupiah. Hal ini membuat banyak pengguna menganggap mobil ini “rewel”, terutama jika tidak dirawat dengan baik.
Di sektor mesin, Nissan Grand Livina L10 juga dikenal memiliki masalah “ngelitik”. Penyebabnya umumnya karena kotoran pada ruang bakar, throttle body, dan EGR.
Meski bisa diatasi dengan tune-up, masalah ini sering kembali dalam waktu singkat. Bahkan, jika terlalu sering melakukan tune-up, justru berpotensi merusak komponen mesin.
Risiko Overheat dan Kebakaran
Masalah lain yang cukup serius adalah potensi kebakaran. Hal ini biasanya disebabkan oleh heat protector yang sudah getas karena usia.
Jika komponen tersebut lepas dan menyentuh bagian panas seperti header knalpot, bisa memicu percikan api. Risiko ini semakin tinggi jika berada dekat dengan selang bahan bakar.
Karena itu, pemilik disarankan untuk rutin memeriksa kondisi heat protector demi menghindari risiko fatal.
Biaya Spare Part Relatif Mahal
Salah satu faktor yang membuat Nissan Grand Livina L10 kurang diminati adalah harga spare part yang relatif mahal dibanding kompetitor.
Beberapa komponen seperti sensor oksigen, bushing kaki-kaki, hingga sistem rem memiliki harga tinggi. Bahkan, untuk perbaikan kaki-kaki menggunakan part original bisa menghabiskan biaya hingga jutaan rupiah.
Meski tersedia alternatif aftermarket, pengguna tetap harus selektif agar tidak mendapatkan produk berkualitas rendah.
Tetap Nyaman, Tapi Perlu Perawatan Ekstra
Di balik berbagai kekurangan tersebut, Nissan Grand Livina L10 tetap memiliki keunggulan utama, yakni kenyamanan berkendara. Suspensi empuk berkat banyaknya bushing membuat mobil ini terasa seperti sedan.
Namun, kenyamanan tersebut harus dibayar dengan biaya perawatan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, mobil ini lebih cocok bagi pengguna yang paham otomotif atau siap dengan biaya perawatan tambahan.
Secara keseluruhan, Nissan Grand Livina L10 bukan mobil yang buruk. Namun, bagi pemula yang mencari kendaraan praktis dan minim perawatan, mobil ini mungkin bukan pilihan terbaik.
Editor : Divka Vance Yandriana