BLITAR – Belakangan ini, tren media sosial seperti TikTok dan Instagram diramaikan dengan konten "Cowok Minimal Naik Apa?". Salah satu jawaban yang paling sering muncul dan menjadi standar keren bagi anak muda adalah motor matic sport, khususnya Yamaha Aerox. Fenomena ini membuat permintaan terhadap unit motor bekas Yamaha Aerox melonjak tajam, baik untuk tahun muda maupun generasi awal.
Bagi warga Blitar yang ingin tampil gaya tanpa harus menguras kantong untuk membeli unit baru, melirik pasar motor bekas Yamaha Aerox adalah solusi cerdas. Menariknya, harga di pasar motor seken sangat bervariasi tergantung pada tipe, tahun, hingga kondisi ban dan pajak. Di tahun 2026 ini, Yamaha Aerox masih memegang predikat sebagai salah satu motor dengan nilai jual kembali yang cukup stabil karena desainnya yang dianggap agresif dan maskulin.
Membeli motor bekas Yamaha Aerox memang memerlukan ketelitian ekstra. Berdasarkan pantauan pasar terbaru, harga unit ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kelengkapan fitur seperti sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System) hingga teknologi Connected. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai harga dan tips bagi Anda yang ingin meminang skutik bongsor idola kawula muda ini.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Resmi Hadir, MPV Murah 7 Penumpang dengan Fitur Lengkap dan Harga Ramah Kantong!
Harga Yamaha Aerox Tahun Muda 2022-2023
Untuk Anda yang menginginkan unit dengan performa yang masih segar, Yamaha Aerox keluaran tahun 2022 hingga 2023 saat ini dibanderol di kisaran harga Rp26 juta hingga Rp26,8 jutaan. Misalnya, untuk tipe S-ABS tahun 2022 dengan kilometer rendah, harga jualnya berada di angka Rp26,5 juta. Tipe ini sangat diminati karena sudah dilengkapi fitur Smart Key atau keyless yang lebih aman dari risiko pencurian.
Sementara itu, varian yang sedang naik daun adalah Yamaha Aerox Cyber City keluaran 2023. Varian ini memiliki harga pasaran sedikit lebih tinggi, yakni sekitar Rp26,8 juta. Harga yang lebih premium ini disebabkan oleh peminatnya yang membeludak dan tampilannya yang lebih eksklusif dibanding warna standar. Menariknya, harga bekas unit tahun 2023 ini hampir mendekati harga barunya di masa lalu, menunjukkan betapa kuatnya "branding" Aerox di mata konsumen Indonesia.
Tips Memilih Unit: Perhatikan Kondisi Ban dan Pajak
Saat berburu unit seken, jangan hanya tergiur dengan bodi yang mulus. Salah satu bagian yang paling sering diabaikan adalah kondisi ban. Ban Yamaha Aerox dikenal memiliki ukuran yang besar dan lebar. Jika Anda mendapatkan unit dengan ban yang sudah gundul atau sudah diganti dengan ukuran kecil (ban cacing), Anda harus menyiapkan anggaran tambahan sekitar Rp900.000 untuk mengganti satu set ban baru yang original.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Resmi Meluncur, MPV Murah 7 Penumpang Rp105 Jutaan Ini Siap Tantang Sigra-Calya!
Selain itu, perhatikan pula plat nomor dan pajak kendaraan. Unit dengan plat luar kota biasanya dibanderol lebih murah. Bahkan, ditemukan unit Yamaha Aerox tahun 2022 dengan plat luar kota yang dijual hanya di angka Rp19,5 juta. Meskipun harganya sangat menggiurkan di bawah Rp20 juta, Anda harus mempertimbangkan biaya administrasi mutasi atau perpanjangan pajak di kemudian hari.
Yamaha Aerox Generasi Lama: Murah tapi Langka
Bagaimana dengan generasi pertama yang keluar sekitar tahun 2017-2018? Varian ini sebenarnya menjadi best seller karena harganya yang lebih terjangkau, berkisar antara Rp17 juta hingga Rp20 jutaan tergantung kondisi. Namun, mencari unit tahun lama dengan kondisi mesin yang masih "sehat" dan bodi orisinal di wilayah Blitar tergolong sulit.
Banyak unit generasi awal ini yang sudah mengalami modifikasi berat atau memiliki kilometer tinggi. Jika Anda berhasil menemukan unit 2017 yang masih istimewa, jangan heran jika harganya masih bertahan di angka Rp19 juta. Ini membuktikan bahwa jargon "Cowok Minimal Naik Aerox" bukan sekadar bualan media sosial, melainkan realita pasar yang membuat motor ini tetap dicari meski sudah berganti generasi berkali-kali. (*)
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Bikin Heboh! MPV Murah 7 Penumpang Rp140 Jutaan Siap Goyang Sigra-Calya
Editor : Riftanta Yuna Fellanda