BLITAR – Memasuki tahun 2026, memiliki kendaraan pribadi yang efisien secara finansial menjadi prioritas utama bagi banyak pekerja dan keluarga muda. Bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas di angka Rp 60 jutaan, pasar otomotif bekas ternyata masih menawarkan berbagai pilihan menarik yang tidak hanya murah saat dibeli, tetapi juga ramah di kantong dalam hal pemeliharaan. Mencari mobil bekas murah perawatan ringan kini bukan lagi hal sulit asalkan Anda jeli melihat rekam jejak mesin dan ketersediaan suku cadangnya.
Redaksi Jawa Pos merangkum lima kandidat mobil bekas paling potensial yang dikenal bandel, irit bahan bakar, dan memiliki pajak tahunan yang sangat terjangkau. Mulai dari city car yang lincah hingga hatchback legendaris, berikut adalah daftar kendaraan yang siap menemani mobilitas harian Anda tanpa bikin pusing.
Kia Picanto Cosmo dan Suzuki Karimun: Si Mungil yang Tak Lekang oleh Waktu
Kandidat pertama yang layak dipertimbangkan adalah Kia Picanto 1.0 matic tahun 2010 atau yang akrab disebut Picanto Cosmo. Dengan harga di kisaran Rp 67 jutaan, mobil ini mengusung mesin 1.000 cc 4-silinder yang getarannya jauh lebih halus dibanding mobil 3-silinder modern. Keunggulannya terletak pada transmisi matic konvensional yang sangat tangguh. Dengan konsumsi BBM mencapai 1:16 km/liter untuk jalur luar kota dan pajak hanya Rp 1,5 juta, Picanto adalah solusi lincah untuk menembus kemacetan kota.
Bergeser ke pabrikan Jepang, Suzuki Karimun GX tahun 2006 tetap menjadi "emas" di pasar mobil bekas. Meski desainnya kotak menyerupai sabun, kabinnya menawarkan headroom yang melimpah dan visibilitas juara. Menggunakan mesin F10A yang juga dipakai Suzuki Carry, suku cadangnya bisa ditemukan di bengkel pinggir jalan sekalipun dengan harga sangat murah. Karimun adalah pilihan mobil bekas murah perawatan ringan bagi Anda yang mengutamakan fungsi di atas gaya.
Datsun Go Plus Panca: Solusi Tahun Muda dan Kapasitas Penumpang
Bagi Anda yang mengincar tahun produksi lebih muda, Datsun Go Plus Panca 1.2 tipe T Option tahun 2014 bisa dipinang dengan budget sekitar Rp 69 jutaan. Mengusung konsep 5+2 seater, mobil ini memberikan fleksibilitas baris ketiga untuk anak-anak atau ruang bagasi tambahan. Menggunakan mesin HR12DE yang sama dengan Nissan March, Datsun menawarkan responsivitas luar biasa di putaran bawah. Keiritannya pun tak perlu diragukan, bisa menyentuh angka 1:20 km/liter jika dikemudikan dengan stabil.
Baca Juga: 5 Rekomendasi City Car Terbaik 2026: Irit BBM, Fitur Lengkap, dan Cocok untuk Perkotaan
Honda Jazz IDSI: Primadona yang Tetap Bergaya
Tidak lengkap membahas mobil bekas tanpa menyebut Honda Jazz GD3 tipe i-DSI tahun 2004. Meski usianya sudah dua dekade, desainnya masih terasa modern dan sporty. Fitur Ultra Seat yang memungkinkan kursi belakang dilipat rata lantai menjadi alasan mengapa harga mobil ini tetap bertahan di angka Rp 66-70 jutaan. Mesin i-DSI fokus pada efisiensi dengan 8 busi yang memastikan pembakaran sempurna dan torsi besar di putaran bawah. Namun, pastikan Anda mengecek kondisi transmisi CVT-nya sebelum membeli, karena komponen ini membutuhkan perawatan rutin yang disiplin.
Baca Juga: Rekomendasi Hatchback Murah di Bawah Rp100 Juta 2026: Irit, Nyaman, dan Cocok Buat Harian!
Suzuki Aerio: Permata Tersembunyi dengan Kenyamanan Maksimal
Pilihan terakhir yang sering terlupakan namun sangat worth it adalah Suzuki Aerio 1.5 DX tahun 2006. Dengan harga beli paling murah di daftar ini, sekitar Rp 62 jutaan, Aerio menawarkan tenaga paling besar (100 HP) dan kestabilan terbaik untuk perjalanan luar kota. Menggunakan mesin M15A yang sama dengan Suzuki Swift dan SX4, durabilitasnya sudah teruji puluhan tahun. Fitur seperti spion retract dan sistem pengereman ABS sudah tersedia, menjadikannya opsi paling nyaman bagi keluarga kecil yang sering bepergian jauh.
Memilih mobil di rentang harga 60 jutaan memang memerlukan ketelitian ekstra, terutama dalam memeriksa kondisi fisik dan mesin. Namun, dengan pilihan unit yang tepat, Anda bisa mendapatkan kendaraan yang tidak hanya irit BBM, tetapi juga memiliki biaya operasional yang setara dengan biaya pemeliharaan sepeda motor. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada