Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Nissan Grand Livina dan Alasan “Menghilang” dari Pasar, Dulu MPV Ternyaman Kini Kalah oleh Xpander?

Ingge Nayla Ayu Karina • Jumat, 17 April 2026 | 16:36 WIB
Sejarah Nissan Grand Livina dan alasan menghilang dari pasar. Dulu MPV ternyaman, kini kalah oleh rival seperti Xpander.
Sejarah Nissan Grand Livina dan alasan menghilang dari pasar. Dulu MPV ternyaman, kini kalah oleh rival seperti Xpander.

 

RADAR BLITAR - Sejarah Nissan Grand Livina menjadi topik menarik di kalangan pecinta otomotif, terutama saat membahas bagaimana mobil ini dulunya dikenal sebagai MPV ternyaman, namun kini seolah “menghilang” dari pasar. Nissan Grand Livina sempat menjadi primadona di segmen low MPV sebelum akhirnya kalah bersaing dengan model-model baru.

Baca Juga: Nissan Evalia LV Jadi Sorotan, Mobil Operasional Disulap Keren ala Tim Formula Motor!

Nissan Grand Livina pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2007 dan langsung mendapat perhatian berkat desainnya yang berbeda dari MPV lain. Dengan bentuk yang menyerupai station wagon, mobil ini tampil unik di tengah dominasi desain kotak khas mobil keluarga saat itu.

 

Tak hanya soal tampilan, Nissan Grand Livina juga dikenal memiliki kenyamanan terbaik di kelasnya. Suspensi empuk dan handling yang stabil menjadikannya favorit bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan berkendara.

 

Awal Mula dan Sejarah Nissan Grand Livina

 

Sejarah Nissan Grand Livina dimulai pada 2006 ketika mobil ini diperkenalkan di Jepang dan diproduksi di China. Setahun kemudian, model ini resmi masuk ke pasar Indonesia melalui agen pemegang merek Nissan.

 

Menariknya, Nissan menghadirkan dua versi sekaligus, yakni Livina dengan bodi lebih pendek dan Grand Livina dengan dimensi lebih panjang. Keduanya sama-sama menyasar segmen MPV keluarga.

 

Mobil ini menggunakan platform yang sama dengan beberapa model Nissan lainnya seperti Latio, Versa, dan Wingroad. Untuk pasar Indonesia, Grand Livina dibekali dua pilihan mesin, yaitu 1.5 liter dan 1.8 liter.

 

Mesin 1.5 liter menghasilkan tenaga sekitar 109 hp dan torsi 143 Nm, sedangkan mesin 1.8 liter mampu menghasilkan tenaga hingga 126 hp dengan torsi 174 Nm. Kedua mesin ini disalurkan ke roda depan melalui transmisi manual maupun otomatis.

 

Kejayaan sebagai MPV Ternyaman

 

Pada masanya, Nissan Grand Livina sering disebut sebagai MPV ternyaman di kelasnya. Hal ini bukan tanpa alasan, karena mobil ini menawarkan suspensi yang lebih halus dibandingkan kompetitor seperti Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia.

 

Interiornya juga terasa lebih elegan untuk ukuran mobil tahun 2000-an. Nissan menghadirkan berbagai varian seperti SV, XV, HWS, hingga Ultimate sebagai tipe tertinggi.

 

Pada tahun 2008, Nissan juga memperkenalkan varian X-Gear yang tampil lebih sporty dengan tambahan aksen overfender hitam. Varian ini memberikan pilihan bagi konsumen yang menginginkan tampilan lebih gagah.

 

Perubahan Generasi dan Facelift

 

Memasuki tahun 2011, Nissan Grand Livina mengalami facelift pertama dengan perubahan pada bagian grille, bumper, hingga lampu depan. Selain itu, hadir pula varian Autech yang menawarkan fitur lebih tinggi dari HWS.

 

Kemudian pada 2013, generasi kedua atau All New Grand Livina resmi meluncur di Indonesia. Desainnya mengalami perubahan cukup signifikan, terutama pada bagian depan dan belakang.

 

Meski begitu, mesin yang digunakan masih sama seperti generasi sebelumnya. Nissan tetap mempertahankan mesin 1.5 liter dan 1.8 liter yang sudah terbukti andal.

 

Kenapa Nissan Grand Livina “Menghilang”?

 

Pertanyaan terbesar dari sejarah Nissan Grand Livina adalah mengapa mobil ini kini jarang terlihat dan kalah populer dibanding rivalnya. Salah satu faktor utama adalah perubahan strategi Nissan.

 

Pada generasi terbaru, Nissan Livina justru hadir sebagai rebadge dari Mitsubishi Xpander. Artinya, mobil ini tidak lagi menggunakan platform asli Nissan, melainkan berbagi basis dengan produk Mitsubishi.

 

Perubahan ini membuat identitas Livina sebagai MPV dengan karakter khas Nissan perlahan memudar. Di sisi lain, kompetitor seperti Xpander, Avanza, dan Ertiga terus berkembang dengan teknologi dan desain terbaru.

 

Selain itu, selera pasar juga berubah. Konsumen kini lebih menyukai desain modern dan fitur canggih yang ditawarkan model-model terbaru.

 

Masih Layak Dilirik?

 

Meski sudah tidak sepopuler dulu, Nissan Grand Livina bekas masih menjadi pilihan menarik di pasar mobil second. Terutama bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan berkendara.

Baca Juga: 7 Mobil Bekas 100 Jutaan Terbaik 2026, Ada MPV Mewah sampai Diesel Tangguh, Mana Paling Worth It?

Dengan harga yang kini semakin terjangkau, mobil ini tetap relevan sebagai kendaraan keluarga. Apalagi, reputasinya sebagai MPV nyaman masih diakui hingga saat ini.

 

Kesimpulannya, sejarah Nissan Grand Livina menunjukkan perjalanan menarik sebuah mobil yang pernah berjaya, namun harus beradaptasi dengan perubahan zaman. Dari MPV ternyaman hingga akhirnya menjadi “kembaran” Xpander, Livina tetap memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#mobil bekas Livina #sejarah Nissan Grand Livina #Nissan Livina Indonesia #mpv ternyaman #nissa livina vs xpander