BLITAR - Persaingan pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) di awal tahun 2026 semakin memanas dengan hadirnya varian terbaru dari PT Honda Prospect Motor. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah munculnya Honda Brio Satya Special Edition (SE) yang diposisikan tepat di atas tipe E CVT. Dengan selisih harga yang menyentuh angka Rp 15 jutaan, banyak calon konsumen di Blitar dan sekitarnya mulai menimbang-nimbang: apakah tipe SE lebih worth it ataukah tipe E sudah cukup untuk kebutuhan harian?
Tampilan Eksterior: Aura Sporty vs Klasik
Secara basis desain, kedua mobil ini masih mengusung bahasa desain Honda Brio yang ikonik dengan grill honeycomb berwarna hitam doff dan aksen chrome. Namun, jika dilihat lebih detail, Honda Brio Satya Special Edition menawarkan paket estetika yang jauh lebih agresif. Pada bagian depan, tipe SE telah dilengkapi dengan body kit tambahan yang membuatnya tampil lebih rendah dan kekar.
Perbedaan mencolok lainnya terletak pada sektor penerangan dan fitur bantuan. Meski keduanya masih menggunakan lampu halogen, tipe SE selangkah lebih maju dengan penyematan kamera depan yang tersembunyi rapi di balik logo Honda. Bergeser ke samping, tipe SE sudah mendapatkan talang air orisinal berlogo Brio, side under spoiler, dan spion yang dilengkapi kamera untuk mendukung fitur kamera 360 derajat. Sementara itu, tipe E tampil lebih "bersih" tanpa banyak ornamen tambahan.
Interior dan Teknologi: Head Unit 12 Inci Jadi Pembeda Utama
Masuk ke bagian kabin, nuansa interior kedua tipe ini didominasi warna hitam dengan material plastik keras yang awet. Jok keduanya pun masih menggunakan bahan fabric dengan model headrest menyambung di baris depan. Namun, kejutan terbesar ada pada sistem hiburan.
Jika Honda Brio tipe E hanya dibekali head unit touchscreen standar berukuran 8 inci, tipe Special Edition hadir dengan layar raksasa 12,3 inci. Tidak hanya soal ukuran, fitur di dalam tipe SE jauh lebih pintar. Pengguna bisa langsung mengakses aplikasi populer seperti Netflix, Spotify, hingga navigasi tanpa kendala. Menariknya lagi, layar lebar ini berfungsi sebagai monitor utama kamera 360 derajat yang memudahkan pengemudi saat parkir di ruang sempit.
Performa Mesin: Tetap Tangguh dan Irit
Bagi Anda yang mengkhawatirkan sektor dapur pacu, Anda tidak perlu bingung memilih. Baik Honda Brio Satya tipe E maupun tipe SE mengusung mesin yang identik. Keduanya dipersenjatai mesin 1.200 cc, 4 silinder, SOHC dengan teknologi i-VTEC. Mesin ini mampu memuntahkan tenaga hingga 90 PS pada 6.000 RPM dan torsi maksimal 110 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi CVT yang halus ke roda depan (FWD). Penggunaan mesin yang sama ini menjamin efisiensi bahan bakar yang tetap menjadi juara di kelasnya, sekaligus memberikan ketenangan bagi pemilik dalam hal perawatan jangka panjang dan ketersediaan suku cadang di bengkel resmi Honda.
Kesimpulan: Mana yang Harus Dipilih?
Keputusan akhir kembali pada kebutuhan dan anggaran Anda. Jika Anda adalah tipe pengemudi yang memprioritaskan fungsi transportasi dan ingin harga paling ekonomis, Honda Brio tipe E CVT adalah pilihan yang rasional. Fitur standarnya sudah sangat mumpuni untuk mobilitas perkotaan.
Namun, bagi Anda yang menginginkan tampilan lebih stand out tanpa perlu repot melakukan modifikasi di bengkel variasi, Honda Brio Satya Special Edition adalah jawabannya. Dengan selisih harga Rp 15 jutaan, Anda sudah mendapatkan paket lengkap mulai dari body kit sporty, shark fin antenna, hingga fitur mewah kamera 360 dan head unit jumbo yang biasanya hanya ditemukan pada mobil di segmen premium. Investasi ini terasa sepadan jika dibandingkan dengan biaya modifikasi mandiri yang seringkali menggugurkan garansi kelistrikan pabrik. (*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly