(Kredit foto:Gemini Ai)
Dalam rekomendasi mobil bekas 2026 ini, sejumlah tipe kendaraan disebut masih layak dibeli karena faktor durabilitas, harga stabil, serta kemudahan perawatan. Namun, calon pembeli tetap diingatkan untuk teliti sebelum memutuskan membeli, karena risiko kerusakan tersembunyi masih menjadi tantangan utama.
Salah satu pengalaman yang dibagikan dalam ulasan ini adalah pentingnya pengecekan menyeluruh saat membeli mobil bekas. Kerusakan seperti karat pada bagian tersembunyi hingga masalah kaki-kaki bisa memicu biaya perbaikan hingga belasan juta rupiah. Karena itu, memahami rekomendasi mobil bekas 2026 sekaligus tips memilihnya menjadi hal krusial.
Honda Brio Jadi Pilihan Favorit Kota
Mobil pertama yang direkomendasikan adalah Honda Brio keluaran 2019 hingga 2022. City car ini dinilai cocok untuk penggunaan dalam kota karena dimensinya yang kompak dan konsumsi bahan bakar yang efisien.
Selain itu, harga jual kembali Honda Brio relatif stabil. Di pasar mobil bekas, unitnya masih berada di kisaran Rp115 juta hingga Rp150 juta. Meski begitu, pembeli disarankan berhati-hati pada generasi lama dengan pintu bagasi full kaca yang rentan pecah.
Tak hanya itu, pengecekan bagian kaki-kaki dan rack steer juga wajib dilakukan. Kerusakan di bagian tersebut bisa memakan biaya perbaikan hingga Rp15 juta.
Toyota Innova Reborn Tangguh untuk Perjalanan Jauh
Berikutnya dalam daftar rekomendasi mobil bekas 2026 adalah Toyota Innova Reborn tahun 2016–2020. MPV ini dikenal memiliki durabilitas tinggi, terutama pada varian diesel yang bertenaga dan cocok untuk perjalanan jarak jauh.
Harga bekasnya memang masih tergolong tinggi, berkisar Rp280 juta hingga Rp300 juta. Namun, kenyamanan, kekuatan mesin, dan daya tahan kaki-kaki menjadikannya pilihan favorit, terutama bagi keluarga dan pengguna travel.
Menariknya, meski generasi terbaru sudah hadir, model ini masih diproduksi karena permintaan pasar yang tetap tinggi.
Mitsubishi Xpander Nyaman untuk Keluarga
Mitsubishi Xpander keluaran 2018–2021 juga masuk dalam rekomendasi. MPV ini dikenal nyaman dengan desain modern dan suspensi yang cukup baik untuk penggunaan harian.
Di pasar mobil bekas, harganya berada di kisaran Rp160 juta hingga Rp220 juta. Keunggulan lainnya adalah minimnya isu kerusakan serius, selama perawatan rutin dilakukan.
Xpander dinilai cocok untuk keluarga yang membutuhkan kendaraan nyaman, baik untuk dalam kota maupun perjalanan luar kota.
Avanza dan Xenia Tetap Jadi Primadona
Tak lengkap rasanya tanpa menyebut Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Dua mobil “sejuta umat” ini masih menjadi pilihan utama di pasar mobil bekas.
Untuk tahun produksi 2018–2021, harga bekasnya berkisar Rp135 juta hingga Rp185 juta. Keunggulan utama terletak pada penggerak roda belakang (RWD), ketersediaan spare part melimpah, serta biaya perawatan yang relatif murah.
Kapasitas tujuh penumpang dan fitur seperti double blower membuat mobil ini tetap relevan hingga saat ini.
SUV Tangguh: Rush dan Terios
Bagi yang mencari kendaraan dengan tampilan gagah dan ground clearance tinggi, Toyota Rush dan Daihatsu Terios generasi 2018–2020 bisa menjadi pilihan.
Mobil ini dibanderol sekitar Rp175 juta hingga Rp215 juta di pasar bekas. Dengan sistem penggerak roda belakang, keduanya dikenal tangguh di berbagai medan, termasuk jalan tidak rata.
Kemampuan ini menjadikannya cocok untuk penggunaan di dalam maupun luar kota.
Suzuki Ertiga dan Honda HR-V Tak Kalah Menarik
Suzuki Ertiga juga masuk dalam daftar berkat kenyamanan dan keawetan komponen. Unit tahun 2018–2022 dijual di kisaran Rp200 juta hingga Rp230 juta.
Sementara itu, Honda HR-V tahun 2017–2020 cocok bagi pembeli yang menginginkan SUV dengan tampilan lebih premium. Harganya berkisar Rp300 juta hingga Rp345 juta, dengan desain yang masih terlihat modern.
Pentingnya Teliti Sebelum Membeli
Meski banyak pilihan menarik, pembeli tetap harus waspada. Pemeriksaan menyeluruh, termasuk bagian bawah kendaraan dan kaki-kaki, menjadi langkah penting agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari.
Rekomendasi mobil bekas 2026 ini bisa menjadi panduan awal bagi masyarakat. Namun, keputusan akhir tetap harus mempertimbangkan kondisi unit, riwayat servis, serta kebutuhan pengguna.
Editor : Izahra Nurrafidah