RADAR BLITAR - Mobil paling irit BBM non hybrid di Indonesia selalu menjadi incaran masyarakat, terutama di tengah harga bahan bakar yang terus naik. Menariknya, ada sejumlah mobil konvensional tanpa teknologi hybrid yang justru mampu mencatat konsumsi BBM sangat efisien. Bahkan, beberapa di antaranya mampu menembus angka di atas 20 km per liter.
Daftar mobil paling irit BBM non hybrid ini diisi oleh berbagai model populer di segmen LCGC hingga city car. Selain hemat bahan bakar, mobil-mobil ini juga dikenal memiliki biaya perawatan yang relatif terjangkau serta cocok untuk penggunaan harian di perkotaan.
Berikut lima mobil paling irit BBM non hybrid yang patut dipertimbangkan, berdasarkan konsumsi bahan bakar dalam kota dan luar kota.
5. Honda Brio Satya, LCGC Stylish dan Lincah
Di posisi kelima, ada Honda Brio Satya yang sudah lama dikenal sebagai salah satu LCGC paling laris di Indonesia. Mobil ini dibekali mesin 1.2 liter 4 silinder yang terkenal efisien.
Konsumsi BBM Honda Brio Satya berada di kisaran 18 hingga 20 km/liter untuk penggunaan dalam kota. Sementara itu, untuk perjalanan luar kota, angka konsumsi bisa mencapai hingga 23 km/liter.
Selain irit, Brio juga unggul dari sisi desain yang stylish dan performa yang lincah. Hal ini membuatnya cocok untuk kalangan muda maupun keluarga kecil.
4. Toyota Agya dan Daihatsu Ayla, Si Kembar Irit
Posisi keempat ditempati oleh duet LCGC populer, Toyota Agya dan Daihatsu Ayla generasi terbaru. Kedua mobil ini menggunakan mesin 1.2 liter Dual VVT-i yang sudah terbukti efisien.
Untuk konsumsi BBM, Agya dan Ayla mampu mencatat angka 19 hingga 20 km/liter di dalam kota. Sedangkan untuk luar kota, konsumsi bahan bakarnya bisa mencapai 21 hingga 22 km/liter.
Sebagai mobil “sejuta umat”, keduanya dikenal mudah dirawat dan memiliki jaringan servis luas. Tak heran jika mobil ini menjadi pilihan utama bagi pemula.
3. Suzuki Ignis, Gaya SUV Mini yang Tetap Hemat
Di posisi ketiga ada Suzuki Ignis, mobil dengan tampilan unik yang mengusung konsep SUV mini. Meski tampil beda, Ignis tetap menawarkan efisiensi bahan bakar yang menarik.
Mobil ini menggunakan mesin 1.197 cc 4 silinder. Konsumsi BBM-nya mencapai sekitar 18,2 km/liter untuk dalam kota dan 22,3 km/liter di luar kota.
Dengan desain yang stylish dan ground clearance yang cukup tinggi, Ignis cocok bagi konsumen yang ingin tampil beda tanpa mengorbankan efisiensi.
2. Datsun Go Panca, Irit dan Masih Diburu
Runner-up dalam daftar ini adalah Datsun Go Panca. Meski sudah tidak diproduksi lagi, mobil ini masih banyak diburu di pasar mobil bekas.
Datsun Go Panca dibekali mesin 1.200 cc 3 silinder yang terkenal hemat bahan bakar. Konsumsi BBM-nya mencapai sekitar 23 km/liter di dalam kota dan 23,5 km/liter di luar kota.
Efisiensi tinggi menjadi alasan utama mobil ini masih diminati. Selain itu, harga bekas yang relatif terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri.
1. Suzuki Celerio, Juara Irit yang Terlupakan
Posisi pertama ditempati oleh Suzuki Celerio, yang bisa dibilang sebagai mobil paling irit BBM non hybrid dalam daftar ini. Mobil ini menggunakan mesin 998 cc 3 silinder yang sangat efisien.
Konsumsi BBM Suzuki Celerio mencapai 24 km/liter untuk penggunaan dalam kota dan bisa menembus hingga 26 km/liter di luar kota. Angka ini menjadikannya sebagai juara dalam hal efisiensi bahan bakar.
Sayangnya, meski unggul dari sisi konsumsi BBM, Celerio kurang diminati pasar Indonesia sehingga saat ini sudah tidak lagi diproduksi.
Kesimpulan: Irit BBM Tetap Jadi Prioritas
Kelima mobil di atas membuktikan bahwa mobil non hybrid tetap bisa menawarkan efisiensi bahan bakar yang tinggi. Dengan konsumsi BBM yang irit, biaya operasional kendaraan menjadi lebih ringan.
Bagi konsumen yang mencari mobil hemat BBM, pilihan di atas bisa menjadi referensi menarik. Selain irit, mobil-mobil tersebut juga menawarkan keunggulan lain seperti desain menarik, kemudahan perawatan, dan harga yang relatif terjangkau.
Dengan semakin banyaknya pilihan mobil hemat BBM, konsumen kini memiliki lebih banyak opsi untuk mendapatkan kendaraan yang sesuai kebutuhan tanpa harus khawatir soal konsumsi bahan bakar.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina