BLITAR - Kabar mengejutkan sekaligus melegakan datang dari otoritas sepak bola internasional. Dalam sebuah rapat terbatas yang melibatkan Komdis PSSI dan PT LIB semalam, muncul sebuah keputusan cerdas FIFA dan AFC yang akan mengubah wajah kompetisi kasta tertinggi tanah air. Guna menjamin sportivitas dan meminimalisir kontroversi yang kerap menghantui laga krusial, diputuskan bahwa Persib Bandung akan dipimpin oleh wasit asing di sisa pertandingan musim ini.
Langkah ini diambil menyusul berbagai insiden kepemimpinan wasit lokal yang dinilai merugikan tim peserta, termasuk Maung Bandung. Keputusan cerdas FIFA dan AFC ini langsung berdampak pada jadwal terdekat. Wasit Candra asal Sumatera Barat yang sebelumnya dijadwalkan memimpin laga panas antara Arema FC versus Persib Bandung, kabarnya akan digantikan oleh wasit berpengalaman asal Jepang. Pergantian ini diharapkan mampu meredam ketegangan dan memberikan rasa adil bagi kedua kubu yang memiliki sejarah rivalitas panjang.
Efek dari keputusan cerdas FIFA dan AFC tersebut tidak berhenti di situ. Laga ulangan yang sangat dinantikan antara Dewa United vs Persib Bandung juga dipastikan akan menggunakan perangkat pertandingan asing dan digelar di tempat netral. Kebijakan ini dianggap sebagai jawaban atas tuntutan publik, terutama Bobotoh, yang menginginkan transparansi penuh dalam setiap keputusan di lapangan hijau. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa sepak bola Indonesia tengah dipantau ketat demi menjaga marwah kompetisi.
Duel Taktik Bojan Hodak vs Kerasnya Wasit
Pertemuan antara Persib Bandung dan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 24 April 2026, diprediksi akan menjadi panggung adu taktik kelas Eropa. Pelatih Bojan Hodak mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk membenamkan Singo Edan. Meski ada rencana penggunaan wasit asing, catatan statistik wasit Candra yang dikenal disiplin—dengan total 91 kartu kuning musim ini—menjadi pengingat bagi para pemain untuk tetap menjaga emosi dan fokus pada permainan.
Manajer Persib, Umuh Muchtar, juga turun langsung memberikan suntikan motivasi. Baginya, enam laga tersisa adalah final yang harus dimenangkan tanpa pengecualian. "Enam laga lagi tidak ada kalah. Menang, menang, menang," tegas sosok yang akrab disapa Wa Haji tersebut. Kembalinya Patricio Matricardi di lini belakang diharapkan mampu menambal celah pertahanan yang sempat mendapat kritik tajam saat laga imbang melawan Dewa United beberapa waktu lalu.
Karma Persija dan Sorotan Lini Depan
Di sisi lain, rivalitas panas tetap terasa di luar lapangan. Kabar mengenai hasil imbang Persija Jakarta saat melawan PSIM Yogyakarta menjadi bahan perbincangan hangat, di mana banyak pihak menyebut Macan Kemayoran tengah mengalami masa sulit meskipun mendominasi statistik. Efektivitas di depan gawang menjadi masalah utama bagi skuad asuhan Mauricio Souza, hal yang sangat ingin dihindari oleh Persib saat menghadapi Arema besok malam.
Persib kemungkinan besar akan melakukan rotasi di lini depan. Andrew Jung yang tampil menjanjikan di laga sebelumnya berpotensi menggantikan posisi ujung tombak guna memberikan dimensi serangan yang lebih segar. Dengan dukungan penuh Bobotoh di GBLA, Maung Bandung optimis mampu mengamankan tiga poin krusial untuk menjauh dari kejaran Borneo FC di puncak klasemen. Kepemimpinan wasit asing di sisa musim ini diharapkan menjadi babak baru bagi kemajuan kualitas Liga 1 yang lebih profesional dan berintegritas tinggi.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar