BLITAR – Memasuki tahun 2026, kebutuhan akan moda transportasi yang efisien dan ekonomis semakin meningkat, terutama bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi di jalanan. Bagi Anda yang sedang mencari kendaraan harian namun terbentur anggaran terbatas, membeli motor matic second di bawah 10 juta adalah solusi yang sangat masuk akal. Meski berstatus bekas, beberapa tipe motor matic di pasaran saat ini masih memiliki performa mesin yang bandel dan konsumsi bahan bakar yang sangat irit.
Pilihan motor matic second di bawah 10 juta ini sangat beragam, mulai dari merek Honda, Yamaha, hingga Suzuki. Namun, calon pembeli harus jeli dalam memilih agar tidak mendapatkan unit yang justru menjadi beban biaya perawatan di kemudian hari. Artikel ini akan mengulas lima rekomendasi motor matic bekas dengan harga terjangkau yang siap diajak "bertempur" di kemacetan kota setiap hari.
Bagi warga Blitar dan sekitarnya, mencari unit motor matic second di bawah 10 juta bisa dilakukan melalui marketplace lokal maupun diler motor bekas terpercaya. Berikut adalah daftar rekomendasi yang telah dirangkum berdasarkan ketahanan mesin, kemudahan perawatan, dan efisiensi bahan bakar.
Suzuki Nex II: Motor Tahun Muda dengan Konsumsi BBM Paling Irit
Di urutan pertama untuk kategori tahun produksi termuda adalah Suzuki Nex II. Jika Anda beruntung, Anda bisa mendapatkan unit tahun 2018 hingga 2020 dengan harga mulai Rp 8 juta hingga Rp 9,9 juta. Keunggulan utama motor ini adalah mesin 113 cc yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 108 km hanya dengan satu liter bensin pada pengujian tertentu.
Selain irit, Suzuki Nex II memiliki bobot yang sangat ringan, sehingga sangat gesit untuk membelah kemacetan. Meskipun jaringan bengkel resminya tidak sebanyak kompetitor, ketersediaan suku cadang secara online saat ini sudah sangat memudahkan pemiliknya.
Yamaha Mio M3: Teknologi Blue Core yang Bertenaga
Beralih ke kubu garpu tala, Yamaha Mio M3 menjadi primadona di pasar motor bekas. Dengan budget sekitar Rp 7 juta hingga Rp 8,9 juta, Anda sudah bisa membawa pulang unit tahun 2015 hingga 2018. Berbeda dengan generasi Mio lama, Mio M3 sudah mengusung teknologi Blue Core yang membuatnya lebih efisien namun tetap bertenaga.
Desainnya yang ramping membuat motor ini sangat diminati oleh pekerja kantoran maupun mahasiswa yang sering melintasi jalan-jalan sempit. Kelebihan lainnya adalah ketersediaan suku cadang yang melimpah di bengkel umum mana pun.
Honda Scoopy: Gaya Retro dengan Nilai Jual Stabil
Bagi Anda yang mengutamakan penampilan, Honda Scoopy adalah jawabannya. Motor bergaya klasik retro ini masih menjadi incaran meski dalam kondisi bekas. Untuk budget di bawah Rp 10 juta, Anda bisa mendapatkan Scoopy FI generasi awal tahun 2015 atau model karburator tahun 2014 ke bawah.
Harga pasarannya berkisar antara Rp 8 juta hingga Rp 9,5 juta. Selain desainnya yang tak lekang oleh waktu, keunggulan Honda Scoopy adalah nilai jual kembalinya (resale value) yang sangat stabil. Ini menjadikannya pilihan investasi yang aman bagi mereka yang berniat mengganti motor dalam beberapa tahun ke depan.
Yamaha Soul GT 125: Mesin Lebih Besar dan Bagasi Luas
Jika Anda sering membawa barang bawaan atau berboncengan, Yamaha Soul GT 125 adalah pilihan yang tepat. Berbeda dengan matic entry-level lainnya, Soul GT dibekali mesin 125 cc yang memberikan tenaga lebih besar untuk tanjakan atau jarak jauh.
Dengan harga Rp 8 juta hingga Rp 9 jutaan untuk tahun 2015-2018, Anda mendapatkan keuntungan berupa bagasi yang luas yang mampu menampung helm. Desainnya yang maskulin dan lampu depan yang tajam memberikan kesan gagah di jalan raya. Namun, perlu dicatat bahwa bobot motor ini sedikit lebih berat dibandingkan Mio atau Nex II.
Honda Beat: Sang Raja Jalanan yang Tak Terkalahkan
Predikat motor matic sejuta umat tetap dipegang oleh Honda Beat. Untuk anggaran di bawah Rp 10 juta, tersedia banyak pilihan mulai dari tipe Sporty, Pop, hingga Street untuk tahun produksi 2017 ke bawah. Harga pasarannya sangat fleksibel, mulai dari Rp 7,5 juta hingga Rp 9,7 juta tergantung kondisi fisik dan pajak kendaraan.
Alasan utama memilih Honda Beat adalah kemudahan servis dan murahnya harga suku cadang. Bahkan, suku cadangnya bisa ditemukan dengan mudah di bengkel kecil pinggir jalan. Mesinnya yang bandel dan konsumsi BBM yang sangat efisien menjadikannya pilihan nomor satu bagi para pengendara ojek online maupun pengguna harian yang tidak ingin repot dengan perawatan yang rumit. (*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly