BLITAR KAWENTAR- Pasar otomotif Indonesia bersiap kedatangan pemain baru yang berpotensi mengubah peta persaingan kendaraan listrik dan hybrid. Model tersebut adalah GAC ION i60, SUV berteknologi Extended Range Electric Vehicle (EREV) yang disebut mampu menjawab kekhawatiran utama konsumen terhadap mobil listrik, yakni keterbatasan jarak tempuh atau range anxiety.
Kehadiran GAC ION i60 menjadi bagian dari strategi besar GAC Indonesia yang dikabarkan akan merilis jajaran SUV baru pada 2026 di Indonesia. Tidak hanya satu, pabrikan asal Tiongkok tersebut bahkan menyiapkan berbagai pilihan teknologi mesin sekaligus, mulai dari ICE, hybrid, EREV, hingga EV murni untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam.
Model GAC ION i60 menjadi sorotan utama karena menggabungkan teknologi mobil listrik dengan mesin bensin sebagai generator, sehingga menawarkan solusi kompromi antara efisiensi dan kepraktisan. Konsep ini membuatnya berbeda dari SUV listrik murni yang masih bergantung pada infrastruktur charging.
Strategi GAC Indonesia di Pasar SUV 2026
Dalam pengumuman terbarunya, GAC Indonesia menegaskan bahwa mereka akan menghadirkan dua model SUV baru di tahun 2026. Strategi ini menunjukkan ambisi besar untuk masuk ke segmen paling kompetitif di Indonesia, yaitu SUV keluarga.
Menurut CEO GAC Indonesia, Andri Chiu, perusahaan akan membawa empat jenis teknologi mesin sekaligus: Internal Combustion Engine (ICE), Plug-in Hybrid Vehicle (PHV), Extended Range Vehicle (EREV), dan Electric Vehicle (EV). Pendekatan ini dirancang untuk menjangkau seluruh segmen konsumen, dari konvensional hingga pengguna kendaraan listrik.
Di tengah strategi tersebut, GAC ION i60 menjadi representasi paling menarik karena menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin 1.5 liter yang berfungsi sebagai generator, bukan penggerak roda.
Baca Juga: Nissan Grafite 2026 Bikin Geger! MPV 7 Seater Rp140 Jutaan Siap Guncang Sigra-Calya di Indonesia
Desain Futuristis ala Mobil Masa Depan
Secara tampilan, GAC ION i60 mengusung desain SUV modern dengan karakter kuat mobil listrik generasi baru. Bagian depan tidak menggunakan grille konvensional, melainkan desain tertutup yang meningkatkan aerodinamika.
Lampu utama LED dengan strip menyambung di bagian depan dan belakang memberikan kesan futuristik. Pada varian tertentu, mobil ini juga dilengkapi sensor lidar di atap yang berfungsi untuk sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS).
Masuk ke kabin, GAC ION i60 menawarkan konfigurasi lima penumpang dengan dimensi cukup besar untuk kelas SUV kompak. Panjangnya mencapai sekitar 4,7 meter dengan wheelbase 2,8 meter, memberikan ruang kaki yang lega bagi penumpang belakang.
Teknologi EREV: Mesin Bensin Bukan Penggerak Roda
Keunikan utama GAC ION i60 terletak pada sistem penggeraknya. Mobil ini menggunakan mesin bensin 1.5 liter yang menghasilkan sekitar 99 HP, namun tidak terhubung langsung ke roda.
Mesin tersebut hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai saat daya listrik menipis. Tenaga utama tetap berasal dari motor listrik yang menghasilkan output antara 201 hingga 221 HP, memberikan akselerasi instan khas kendaraan listrik.
Baterai lithium iron phosphate berkapasitas sekitar 29 kWh memungkinkan mobil ini menempuh jarak hingga 160 km dalam mode listrik murni. Untuk penggunaan harian di perkotaan, mobil ini bahkan bisa digunakan beberapa hari tanpa perlu mengaktifkan mesin bensin.
Jarak Tempuh Ekstrem hingga 1.300 Km
Salah satu keunggulan terbesar sistem EREV pada GAC ION i60 adalah kemampuan jarak tempuh gabungan yang sangat jauh. Berdasarkan teknologi serupa pada model lain, SUV ini diperkirakan mampu menempuh lebih dari 1.300 km dalam kondisi tangki penuh dan baterai terisi penuh.
Artinya, perjalanan jauh seperti Jakarta–Bali dapat dilakukan tanpa sering berhenti untuk mengisi bahan bakar atau charging. Konsep ini menjadi solusi ideal bagi konsumen Indonesia yang masih khawatir dengan keterbatasan infrastruktur kendaraan listrik.
SUV Masa Depan untuk Pasar Indonesia
Kehadiran GAC ION i60 menunjukkan arah baru industri otomotif, di mana efisiensi energi dan fleksibilitas menjadi kunci utama. Dengan kombinasi motor listrik bertenaga besar, mesin bensin sebagai backup, serta desain futuristis, SUV ini diposisikan sebagai alternatif menarik di tengah transisi elektrifikasi.
Jika benar masuk Indonesia, model ini berpotensi menjadi salah satu SUV paling inovatif di kelasnya. Namun tantangan tetap ada, terutama terkait harga, layanan purna jual, dan kesiapan infrastruktur.
Baca Juga: Nissan Grafite Resmi Meluncur! MPV 7 Penumpang Harga Rp105 Jutaan, Bonus Servis 5 Tahun
Editor : Cholifatun Nisak