BLITAR - Pasar mobil bekas di Jawa Timur, khususnya bagi masyarakat yang mencari kendaraan pertama atau first buyer, selalu menempatkan efisiensi bahan bakar sebagai prioritas utama. Di tengah gempuran mobil LCGC (Low Cost Green Car) yang kian mahal, nama Mitsubishi Mirage kembali mencuat sebagai alternatif yang sangat menggoda. Meski tidak menyandang status LCGC karena merupakan unit impor utuh (CBU) dari Thailand, Mirage menawarkan paket komplit yang sulit ditandingi rival sekelasnya.
Bagi warga Blitar dan sekitarnya yang sedang berburu mobil kompak dengan anggaran terbatas, Mitsubishi Mirage kini bisa dipinang dengan harga yang sangat terjangkau. Di beberapa bursa mobil bekas, tipe terendah seperti GLX manual bahkan dibanderol di bawah Rp80 juta. Angka ini tentu jauh lebih ekonomis dibandingkan membeli unit LCGC baru yang kini sudah menyentuh angka Rp180 jutaan.
Mesin 3 Silinder yang Bertenaga dan Irit
Dapur pacu Mitsubishi Mirage dibekali mesin 1.200 cc dengan konfigurasi 3 silinder. Banyak orang awam mungkin khawatir dengan getaran khas mesin 3 silinder, namun Mirage membuktikan bahwa teknologinya selangkah lebih maju. Meski tetap ada getaran tipis saat idle, performanya justru terasa sangat responsif di putaran bawah.
Keunggulan utama yang membuat mobil ini dicintai adalah efisiensi bahan bakarnya. Dalam berbagai pengujian, Mitsubishi Mirage mampu mencatatkan konsumsi BBM hingga 1 banding 22 kilometer untuk penggunaan luar kota. "Kuncinya ada pada torsi bawah yang enak. Di RPM 1.500 saja mobil sudah mau lari, jadi kita tidak perlu menginjak gas terlalu dalam yang bikin boros," ungkap seorang pengguna setia Mirage. Hal ini menjadikan Mirage sebagai solusi cerdas di tengah fluktuasi harga BBM saat ini.
Kenyamanan Kabin dan Posisi Berkendara yang Ergonomis
Salah satu aspek yang sering dikeluhkan pada mobil murah adalah posisi duduk yang kurang mendukung tulang belakang. Namun, Mitsubishi Mirage hadir dengan standar kenyamanan yang berbeda. Kursi depannya mampu menyangga pundak dengan sempurna, lengkap dengan fitur height adjuster (pengatur ketinggian) yang jarang ditemukan di mobil sekelasnya pada masa itu.
Dari sisi suspensi, Mirage dikenal memiliki bantingan yang empuk dan lembut. Jika dibandingkan dengan kompetitor seperti duo Agya-Ayla generasi awal, Mirage terasa lebih stabil dan tidak "ajrut-ajrutan" saat melewati jalan bergelombang. Radius putarnya yang hanya 4,3 meter juga menjadi senjata utama untuk bermanuver di jalanan kota yang sempit atau saat parkir di area terbatas.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan Pembeli
Tentu tidak ada mobil yang sempurna. Sebagai mobil bekas, ada beberapa hal yang perlu dicek sebelum melakukan transaksi. Secara visual, desain pelek 14 inci pada tipe GLX sering dianggap kurang proporsional karena posisinya yang agak "mendelap" ke dalam spakbor, sehingga terlihat kurang kekar.
Selain itu, karena material bodi yang tergolong tipis untuk mengejar bobot ringan (sekitar 800 kg), kekedapan kabin menjadi catatan tersendiri. Suara rintik hujan di atap atau deru ban di aspal seringkali masuk ke dalam kabin. Para ahli otomotif menyarankan penambahan karpet dasar atau peredam tambahan untuk meningkatkan kenyamanan suara di dalam mobil.
Tips Membeli Mitsubishi Mirage Bekas
Jika Anda tertarik meminang Mitsubishi Mirage, pastikan memeriksa riwayat servisnya. Beberapa unit produksi awal sempat terkena program recall terkait komponen flywheel. Namun, secara keseluruhan, perawatan Mirage tergolong sangat mudah dan murah. Busi, oli, dan komponen fast moving lainnya tersedia melimpah dengan harga yang ramah di kantong.
Dengan harga di bawah Rp80 juta, Anda sudah mendapatkan mobil yang bukan sekadar alat transportasi, tapi kendaraan yang menyenangkan untuk dikendarai setiap hari. Baik untuk mahasiswa, pekerja muda, maupun ibu rumah tangga, Mirage tetap menjadi pilihan yang masuk akal dan bergaya di tahun 2026 ini. (*)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda