BLITAR - Bagi Anda yang tengah mencari kendaraan kompak untuk mobilitas harian di tahun 2026, Mitsubishi Mirage bekas kembali mencuat sebagai pilihan menarik. Meski sering kali dibanding-bandingkan dengan jajaran LCGC seperti Agya atau Ayla, mobil yang didatangkan utuh (CBU) dari Thailand ini menawarkan sensasi berkendara yang lebih "dewasa" dengan harga yang kini makin terjangkau, bahkan di bawah Rp80 juta untuk unit tertentu.
Redaktur Senior kami kali ini mengupas tuntas mengapa city car mungil ini masih layak dipinang, mulai dari efisiensi bahan bakarnya yang legendaris hingga kenyamanan suspensi yang di atas rata-rata kelasnya.
Mitsubishi Mirage Bekas: Lebih dari Sekadar Mobil Irit
Salah satu daya tarik utama Mitsubishi Mirage adalah konsumsi bahan bakarnya. Di masanya, mobil bermesin 1.200 cc 3-silinder ini sempat mencatatkan angka fenomenal hingga 1 banding 22 untuk rute luar kota. Keiritan ini bukan tanpa alasan; Mirage memiliki bobot yang sangat ringan—kurang dari 800 kg untuk tipe GLX manual—serta torsi bawah yang cukup berisi.
"Kunci iritnya ada pada torsi bawah. Di gigi tiga dengan RPM seribu lebih sedikit saja, mobil masih bisa melaju tanpa gejala ngelitik. Ini yang membuat kita tidak perlu sering-main RPM tinggi," jelas pakar otomotif kami saat melakukan pengujian di jalanan. Selain irit, radius putarnya yang hanya 4,3 meter menjadikannya jawara untuk bermanuver di gang sempit atau parkir di area terbatas, menjadikannya pilihan ideal bagi pengemudi pemula.
Interior Sederhana Namun Ergonomis
Meski masuk dalam kategori mobil murah, Mitsubishi tidak asal-asalan dalam mendesain posisi berkendara. Berbeda dengan beberapa rival di kelas LCGC yang kursi depannya terasa "nanggung", kursi Mirage mampu menyangga pundak dan kepala dengan sempurna. Tersedia pula pengaturan ketinggian kursi (seat height adjuster) yang jarang ditemukan pada mobil di rentang harga serupa.
Meski demikian, ada beberapa catatan untuk calon pembeli. Sebagai mobil kompak dengan bodi yang cenderung tipis, isolasi suara di kabin memang kurang maksimal. Suara hujan di atap atau deru ban di kolong akan terasa masuk ke dalam kabin. "Sangat disarankan untuk menambah karpet dasar atau peredam tambahan agar perjalanan jauh terasa lebih hening," tambahnya.
Tips Membeli Mirage Bekas: Perhatikan Kaki-kaki dan Getaran Mesin
Bagi Anda yang berencana meminang unit Mirage di tahun 2026, berikut adalah poin-poin yang perlu diperhatikan:
-
Getaran Mesin: Sebagai mesin 3-silinder, getaran adalah hal yang wajar. Namun, pada unit dengan kilometer tinggi (di atas 90.000 km), pastikan getaran tidak terasa berlebihan hingga ke tuas transmisi atau lingkar kemudi.
-
Kaki-Kaki & Suspensi: Suspensi Mirage dikenal empuk dan nyaman, namun periksa apakah ada bunyi-bunyi aneh saat melewati jalan bergelombang, mengingat usia pakainya.
-
Varian Terbaik: Jika dana mencukupi, tipe Exceed adalah pilihan paling worth it karena sudah dilengkapi fitur keselamatan seperti rem ABS, dua airbag, serta kemewahan berupa start-stop engine button.
Secara keseluruhan, Mitsubishi Mirage bekas tetap menjadi solusi cerdas bagi mereka yang menginginkan mobil harian yang ringkas, sangat irit, dan mudah dirawat tanpa harus terasa seperti mengendarai mobil "murahan". (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada